Oleh *Etienne Clerence Turangan dan *Ferdinal *
Civitas Akademica Unand
Hampir semua bisnis ritel yang terdapat di Indonesia merasakan dampak dari pandemi Covid – 19, walau begitu hal ini tidak memukul pengaruh signifikan terhadap perkembangan Toko Kopi Rasa. Bahkan, mereka selama 1 tahun ini telah mengalami perkembangan yang relatif baik dibandingkan dengan usaha – usaha lain yang serupa dengan mereka.
Toko Kopi Rasa merupakan UMKM berupa kedai kopi bertempat di Raden Saleh Kota Padang yang didirikan pada tanggal 5 Agustus 2020. Seperti kita semua ketahui, banyak ahli ekonomi setuju bahwa saat ini bukanlah waktu terbaik untuk para pebisnis ritel. Ditambah dengan adanya PPKM yang sedang diselenggarakan oleh pemerintah, semakin sulit bagi para pengusaha untuk melaksanakan kegiatan operasional yang biasa mereka terapkan. Akan tetapi, Toko Kopi Rasa berhasil bertahan bahkan mampu mengekspan hingga membuka 2 cabang baru berlokasi di Sutomo dan Marapalam dalam jangka waktu di bawah setahun. Meskipun Toko Kopi Rasa terkategori usaha muda, mereka masuk ke dalam 3 besar Coffee Shop dengan sales tertinggi pada aplikasi Gofood di Kota Padang selama 1 tahun terakhir. Mengapa mereka memutuskan untuk membangun usaha ritel di tengah pandemi? Bagaimana mereka dapat meraih kesuksesan signifikan dalam jangka waktu yang sangat singkat?
Melihat peluang bisnis dan tingkat konsumtif dari segala kalangan terhadap kopi serta pemilik yang memiliki knowledge terhadap F&B (Food and Beverage) khususnya kopi merupakan alasan yang membuat Dammara Fajar selaku pendiri Toko Kopi Rasa termotivasi untuk mendirikan usahanya tersebut. Menurut Dammara, usahanya memiliki keunggulan brand dari segi produk dan pelayanan, sehingga bagaimanapun situasinya, produknya akan tetap terus dicari oleh konsumen.
Di samping segala kesuksesan yang telah diraih, seperti usaha ritel pada umumnya, Toko Kopi Rasa juga menghadapi kendala selama menghadapi pandemi. Namun, ia mengakui bahwa kendala – kendala tersebut bukanlah suatu hal yang mempengaruhi kegiatan usaha secara drastis. “Sejauh ini kendala lebih ke penyesuaian terhadap regulasi pemerintah, tapi tidak terlalu menjadi kendala yg berarti bagi kami. Kita terus ikut aturan dan selalu menyesuaikan.” Ujar Dammara.
Karena mereka telah menjalani usaha sejak pandemi, mereka berada pada posisi yang lebih siap dalam mengimplementasikan strategi marketing yang lebih sesuai dengan situasi saat ini.
Upaya pertama yang mereka terapkan yakni dengan menekankan Social Media Marketing. Platform yang mereka gunakan ialah Instagram dengan alasan target market yang mereka tuju sudah cukup kenalterhadap aplikasi tersebut. Berdasarkan salah satu karyawan, mereka ikut serta dalam melakukan kegiatan promosi melalui akun pribadi dengan mem – posting pada Instagram story secara berkala. “Tergantung apakah ada stok foto atau video, dan tergantung siapa yang ditag, kalau misalnya ditag oleh admin biasanya kita repost,” ujar salah satu karyawan Toko Kopi Rasa. Hal ini mengunggulkan bagi mereka karena mereka mendapatkan promosi tanpa perlu mengeluarkan beban tambahan. “Saat ini instagram menjadi platform yg masih banyak digunakan sebagai media kita memberikan informasi ke pelanggan maupun calon pelanggan. Platform lain ada seperti tiktok tapi masih dalam proses Garapan.” Ujar Dammara.
Upaya lain yang mereka terapkan ialah dengan melakukan pemesanan online. Bagi mereka, ini adalah cara paling ampuh untuk sales dalam menghadapi pandemi ini. Beberapa aplikasi seperti Gojek dan Grab telah meyediakan fitur pemesanan makanan serta minuman terhadap restoran yang telah mendaftarkan diri pada aplikasi. Dengan ini, usaha dapat lebih mudah mencangkup massa yang lebih besar dikarenakan terminimalisirnya isu jarak, ditambah adanya penyelenggaraan PPKM, usaha ritel tidak dapat menampung terlalu banyak pelanggan, sehingga hal ini juga dapat mengupayakan keterbatasan kerumunan,Untuk saat ini Toko Kopi Rasa telah berkolaborasibersama gojek menjadi GoFood Partner.
Toko Kopi Rasa juga sangat mengedepankan yang namanya product and service quality. “Kita menawarkan produk dengan kualitas yang unggul di bidang kami, menurut survei, saat ini brand positioning kami termasuk menjadi market leader di bidang kami, baik secara kualitas produk yang kami tawarkan dan hospitality service sehingga memberi kenyamanan kepada pelanggan.” Ucap Dammara.
Yang terakhir ialah kepuasan pelanggan. Salah satu strategi marketing tradisional yang selalu mereka anuti ialah kepuasan pelanggan terhadap produk dan pelayanannya. Hal ini menjadikan hampir sebagian besar pelanggan yang pernah order di Toko Kopi Rasa kembali melakukan pengulangan pemesanan, bahkan marketing dari mulut ke mulut serta postingan di instagram dari pelanggan menjadi strategi untuk menarik lebih banyak pelanggan lagi ke kedainya.
Dengan menerapkan berbagai upaya tersebutlah cara Toko Kopi Rasa dapat bertahan hingga terus berkembang pada masa pandemi ini.