SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Songket Silungkang tak hendak berhenti sebagai kain yang disimpan di lemari atau dikenakan pada upacara adat. Di Sawahlunto, kain tenun itu akan dibawa ke panggung fashion dan karnaval selama tiga hari, 4–6 September 2026.
Melalui Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026, pemerintah kota mencoba mempertemukan warisan tenun Silungkang dengan selera industri mode masa kini, termasuk pasar fesyen kelas atas.
Tema yang diusung tahun ini, “Songket sebagai Warisan, Dibungkus Masa Depan”. Konsepnya berupa karnaval fashion kreatif berbasis budaya.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan pergelaran itu bukan semata-mata agenda pariwisata. SISSCa diharapkan menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan tradisi menenun sekaligus membuka pasar baru bagi para perajin.
“Songket Silungkang bukan sekadar kain yang berkilau. Di dalamnya ada tradisi dan budaya yang harus terus hidup dan berkembang,” kata Riyanda dalam konferensi pers di Sawahlunto, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Riyanda, perubahan zaman ikut menggerus minat generasi muda terhadap aktivitas menenun. Karena itu, songket perlu diperkenalkan melalui medium yang lebih dekat dengan perkembangan industri kreatif dan pasar modern.
SISSCa, kata dia, diharapkan membuat songket Silungkang tidak hanya dikenal sebagai produk budaya lokal, tetapi juga memiliki ruang lebih luas dalam industri fashion.
Pergelaran tahun ini merupakan kali kelima SISSCa masuk dalam rangkaian Kharisma Nusantara. Kementerian Pariwisata memberikan dukungan berupa panggung utama untuk pelaksanaan acara.
Dukungan pemerintah pusat tersebut bukan dalam bentuk pendanaan. Sementara itu, Pemerintah Kota Sawahlunto memperoleh dukungan pokok pikiran anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp150 juta serta bantuan dari sejumlah lembaga lain melalui proposal.
Sebanyak 72 peserta akan mengikuti karnaval. Mereka dibagi dalam tiga kategori: antardesa dan kelurahan, organisasi perangkat daerah, serta kategori umum dan BUMN.
Pembagian kategori tersebut merupakan perubahan dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Peserta yang sebelumnya berada dalam satu kelompok kini dipisahkan berdasarkan kategori.
“Sekarang peserta dibagi menjadi tiga kategori. Sebelumnya semuanya menjadi satu sehingga peserta kurang bergairah,” ujar Riyanda.
Rangkaian SISSCa dimulai Jumat, 4 September 2026. Agenda hari pertama antara lain lomba melukis payung Kote tingkat SD se-Kota Sawahlunto, pentas seni, dan fashion show yang menampilkan karya desainer Fomalhaut Zamel serta desainer lokal. Penyanyi Fokoh LIDA juga dijadwalkan tampil.
Pada Sabtu, 5 September, acara dilanjutkan dengan lomba fashion show tingkat SD, pentas seni dan musik, penjurian photo shoot peserta karnaval, serta Sawahlunto Expo.
Puncak karnaval berlangsung di panggung utama Terminal Sawahlunto pada pukul 20.00–22.00 WIB.
Hari terakhir, Ahad, 6 September, diisi pentas seni dan hiburan musik, Sawahlunto Expo, SISSCa Night, serta penutupan. Penyanyi Dia dan Rayola dijadwalkan menjadi bintang tamu.
Pemerintah Kota Sawahlunto menargetkan SISSCa tidak berhenti sebagai pergelaran tahunan. Pemerintah ingin karnaval tersebut menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan pelestarian budaya, industri kreatif, pariwisata, dan ekonomi perajin.
Riyanda mengatakan keberlangsungan warisan budaya harus berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Menjaga kelangsungan warisan budaya sangat penting untuk mempertahankan identitas lokal. Pada saat yang sama, warisan itu harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Sejumlah pejabat nasional dan daerah direncanakan menghadiri SISSCa 2026, di antaranya perwakilan Kementerian Pariwisata, anggota DPR RI, dan Gubernur Sumatera Barat.
Informasi mengenai pelaksanaan SISSCa 2026 disampaikan Riyanda bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah dalam konferensi pers di Sawahlunto, Selasa, 1 September 2026.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Sekdako Rovanly Abdams, Kadis Kominfo Adrius Putra, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Meldi Hidayah Marta, Kadis Perhubungan Eva Riamsyah, Kadis Pendidikan Asril, Kasatpol PP dan Damkar Nurwansyah, Kadis Koperindag Tatang Suwarna, Kadis Kesehatan dr. Ranu Verra Mardianti, Asisten I Irzam K, Asisten II Jon Hendri, serta sejumlah wartawan lokal.***
Melalui Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026, pemerintah kota mencoba mempertemukan warisan tenun Silungkang dengan selera industri mode masa kini, termasuk pasar fesyen kelas atas.
Tema yang diusung tahun ini, “Songket sebagai Warisan, Dibungkus Masa Depan”. Konsepnya berupa karnaval fashion kreatif berbasis budaya.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan pergelaran itu bukan semata-mata agenda pariwisata. SISSCa diharapkan menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan tradisi menenun sekaligus membuka pasar baru bagi para perajin.
“Songket Silungkang bukan sekadar kain yang berkilau. Di dalamnya ada tradisi dan budaya yang harus terus hidup dan berkembang,” kata Riyanda dalam konferensi pers di Sawahlunto, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Riyanda, perubahan zaman ikut menggerus minat generasi muda terhadap aktivitas menenun. Karena itu, songket perlu diperkenalkan melalui medium yang lebih dekat dengan perkembangan industri kreatif dan pasar modern.
SISSCa, kata dia, diharapkan membuat songket Silungkang tidak hanya dikenal sebagai produk budaya lokal, tetapi juga memiliki ruang lebih luas dalam industri fashion.
Pergelaran tahun ini merupakan kali kelima SISSCa masuk dalam rangkaian Kharisma Nusantara. Kementerian Pariwisata memberikan dukungan berupa panggung utama untuk pelaksanaan acara.
Dukungan pemerintah pusat tersebut bukan dalam bentuk pendanaan. Sementara itu, Pemerintah Kota Sawahlunto memperoleh dukungan pokok pikiran anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp150 juta serta bantuan dari sejumlah lembaga lain melalui proposal.
Sebanyak 72 peserta akan mengikuti karnaval. Mereka dibagi dalam tiga kategori: antardesa dan kelurahan, organisasi perangkat daerah, serta kategori umum dan BUMN.
Pembagian kategori tersebut merupakan perubahan dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Peserta yang sebelumnya berada dalam satu kelompok kini dipisahkan berdasarkan kategori.
“Sekarang peserta dibagi menjadi tiga kategori. Sebelumnya semuanya menjadi satu sehingga peserta kurang bergairah,” ujar Riyanda.
Rangkaian SISSCa dimulai Jumat, 4 September 2026. Agenda hari pertama antara lain lomba melukis payung Kote tingkat SD se-Kota Sawahlunto, pentas seni, dan fashion show yang menampilkan karya desainer Fomalhaut Zamel serta desainer lokal. Penyanyi Fokoh LIDA juga dijadwalkan tampil.
Pada Sabtu, 5 September, acara dilanjutkan dengan lomba fashion show tingkat SD, pentas seni dan musik, penjurian photo shoot peserta karnaval, serta Sawahlunto Expo.
Puncak karnaval berlangsung di panggung utama Terminal Sawahlunto pada pukul 20.00–22.00 WIB.
Hari terakhir, Ahad, 6 September, diisi pentas seni dan hiburan musik, Sawahlunto Expo, SISSCa Night, serta penutupan. Penyanyi Dia dan Rayola dijadwalkan menjadi bintang tamu.
Pemerintah Kota Sawahlunto menargetkan SISSCa tidak berhenti sebagai pergelaran tahunan. Pemerintah ingin karnaval tersebut menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan pelestarian budaya, industri kreatif, pariwisata, dan ekonomi perajin.
Riyanda mengatakan keberlangsungan warisan budaya harus berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Menjaga kelangsungan warisan budaya sangat penting untuk mempertahankan identitas lokal. Pada saat yang sama, warisan itu harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Sejumlah pejabat nasional dan daerah direncanakan menghadiri SISSCa 2026, di antaranya perwakilan Kementerian Pariwisata, anggota DPR RI, dan Gubernur Sumatera Barat.
Informasi mengenai pelaksanaan SISSCa 2026 disampaikan Riyanda bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah dalam konferensi pers di Sawahlunto, Selasa, 1 September 2026.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Sekdako Rovanly Abdams, Kadis Kominfo Adrius Putra, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Meldi Hidayah Marta, Kadis Perhubungan Eva Riamsyah, Kadis Pendidikan Asril, Kasatpol PP dan Damkar Nurwansyah, Kadis Koperindag Tatang Suwarna, Kadis Kesehatan dr. Ranu Verra Mardianti, Asisten I Irzam K, Asisten II Jon Hendri, serta sejumlah wartawan lokal.***
