SAWAHLUNTO — Petani di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mulai resah setelah sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) dicuri dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya enam kasus dilaporkan terjadi di empat desa sejak akhir Juli hingga Agustus 2026.
Camat Talawi Ucak Hardian mengatakan pencurian terjadi secara beruntun dari satu desa ke desa lainnya. Pelaku menyasar mesin bajak, pompa air, hingga gabah hasil panen.
“Saat ini warga kami gelisah. Secara beruntun dari satu desa ke desa terjadi aksi pencurian alsintan oleh pelaku tindak kriminal yang hingga kini masih belum tertangkap polisi,” kata Ucak kepada Beritasumbar.com, Senin, 10 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah kecamatan, dua kasus terjadi di Desa Batu Tanjung, dua kasus di Desa Talawi Mudik, satu kasus di Desa Sijantang Koto, dan satu kasus pencurian mesin bajak di Desa Bukik Gadang.
Pencurian tidak dilakukan dengan membawa seluruh unit alsintan. Pelaku diduga hanya mengambil bagian mesin, sedangkan rangka dan komponen lain ditinggalkan dalam kondisi berantakan.
Seluruh kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Talawi dan diteruskan ke Polres Sawahlunto.
Kasat Reskrim Polres Sawahlunto Iptu Doni Rahmadian membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Polisi, kata dia, masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelakunya.
“Kami mohon masyarakat bersabar dulu karena kami tengah dalam tahapan penyelidikan secara intens dengan mengumpulkan rekaman CCTV yang terdapat di beberapa titik lokasi dan keterangan-keterangan saksi,” ujar Doni.
Camat Minta Ronda Diaktifkan Lagi
Rangkaian pencurian alsintan bukan satu-satunya persoalan keamanan yang menjadi perhatian pemerintah Kecamatan Talawi. Ucak mengatakan sejumlah bentuk gangguan keamanan dan kejahatan juga perlu diantisipasi agar tidak meluas.
Karena itu, dia meminta pemerintah desa dan masyarakat kembali mengaktifkan ronda malam di setiap dusun.
Menurut Ucak, pengamanan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan aparat kepolisian. Warga perlu dilibatkan melalui sistem keamanan partisipatif dengan tetap berkoordinasi dengan aparat.
“Sekarang mari kita tingkatkan pola pengamanan partisipatif dengan cara mengaktifkan ronda malam di setiap dusun yang ada di desa, berkoordinasi dengan Kapolsek Talawi,” katanya.
Ucak berharap langkah tersebut dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga, terutama di kawasan pertanian yang menyimpan alsintan dan hasil panen.
Beritasumbar.com
Pencurian Alsintan Beruntun Resahkan Petani Talawi, Polisi Kumpulkan CCTVP
- Advertisement -
- Advertisement -
