spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

ALKO dan Perusahaan Pakistan Teken MoU, Perkuat Jalur Perdagangan Kopi dan Multi Komoditas
A

Kategori -
- Advertisement -

KERINCI – Koperasi Alam Korintji (ALKO) bersama perusahaan asal Pakistan, Capulus Bean (Private) Limited, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama perdagangan kopi dan berbagai komoditas unggulan Indonesia. Penandatanganan dilakukan di Kerinci, Jambi, bertepatan dengan rangkaian kunjungan resmi Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.

Kerja sama tersebut menjadi salah satu hasil konkret dari misi diplomasi ekonomi yang dibangun selama kunjungan delegasi Pakistan ke ekosistem ALKO. Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak sepakat mengembangkan perdagangan jangka panjang berbasis keberlanjutan, keterlacakan (traceability), serta penguatan hubungan bisnis Indonesia–Pakistan.

Capulus Bean diwakili oleh Ameer Khurram Rathore selaku Chief Operating Officer, sedangkan pihak Indonesia diwakili oleh Koperasi Alam Korintji International yang juga bertindak untuk PT ALKO Sumatra Kopi.

CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas jaringan pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok komoditas premium berbasis keberlanjutan.

“Kemitraan ini bukan hanya membuka peluang perdagangan kopi, tetapi juga memperluas kerja sama berbagai komoditas unggulan Kerinci. Kami ingin membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ujar Suryono.

MoU tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi, penjajakan pemasaran berbagai komoditas pertanian, pertukaran informasi pasar, pengembangan rantai pasok internasional, hingga kolaborasi investasi pada sektor agribisnis.

Direktur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa pasar global kini tidak lagi hanya mempertimbangkan kualitas produk, tetapi juga sistem produksi yang transparan dan berkelanjutan.

“Selama kunjungan ini kami melihat antusiasme yang sangat besar dari mitra Pakistan. Mereka tidak hanya tertarik membeli kopi, tetapi juga memahami bagaimana ALKO membangun ekosistem mulai dari petani, koperasi, pengolahan, blockchain traceability, hingga aspek keberlanjutan. Nilai tambah inilah yang menjadi daya tarik utama di pasar internasional,” kata Pebriyansah.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai komoditas unggulan Kerinci menuju pasar Asia Selatan.

“MoU ini menjadi fondasi untuk membangun jalur perdagangan yang lebih luas. Pakistan memiliki posisi strategis sebagai hub perdagangan regional sehingga peluang ekspansi tidak hanya terbuka di Pakistan, tetapi juga ke negara-negara sekitarnya,” tambahnya.

Kunjungan Duta Besar Pakistan sebelumnya memperlihatkan langsung aktivitas petani anggota koperasi, proses budidaya agroforestri, pengolahan pascapanen, sistem grading, roasting, cupping, hingga implementasi teknologi blockchain untuk ketertelusuran produk.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Duta Besar Pakistan menyampaikan apresiasinya terhadap model bisnis ALKO yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Ia menilai ekosistem yang dibangun ALKO menunjukkan bahwa kopi bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan bagian dari pembangunan masyarakat berbasis keberlanjutan.

Kerja sama dengan Capulus Bean menjadi salah satu langkah nyata diplomasi ekonomi yang diharapkan mampu memperkuat hubungan dagang Indonesia–Pakistan sekaligus membuka peluang pasar baru bagi komoditas unggulan nasional.

Bagi ALKO, penandatanganan nota kesepahaman ini menegaskan arah transformasi perusahaan dari eksportir kopi menjadi pengembang ekosistem agribisnis berkelanjutan yang menghubungkan petani lokal dengan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi internasional.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img