Penulis: Dr.Yessy Aprihatin, SKM,M.MKes
Dosen Prodi DIII Keperawatan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UNP
Padang, BeritaSumbar.com,- Deteksi dini stunting tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Kemampuan kader dalam melakukan pengukuran, memahami hasil pertumbuhan anak, memberikan edukasi kepada keluarga, serta melakukan pencatatan secara tepat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.
Hal inilah yang menjadi fokus Pelatihan Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Implementasi Aplikasi CEPAT (Cegah Stunting dengan Pemantauan AI Terintegrasi) Berbasis Mobile untuk Deteksi Dini dan Edukasi Gizi Balita yang dilaksanakan di Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) yang dilaksanakan oleh Dr. Yessy Aprihatin, SKM., M.MKes selaku peneliti utama Sebanyak 90 kader Posyandu mengikuti kegiatan edukasi dengan antusias.
Pelatihan dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui edukasi dan praktik langsung. Kader diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, pengenalan indikator status gizi, penggunaan Aplikasi CEPAT, serta cara memasukkan hasil pengukuran ke dalam sistem digital.

Pada tahap edukasi, kader diperkenalkan dengan prinsip dasar pemantauan pertumbuhan balita dan pentingnya melakukan pengukuran secara rutin. Data seperti berat badan, tinggi badan, usia, dan jenis kelamin merupakan informasi penting yang harus dicatat dengan benar karena menjadi dasar dalam menentukan status pertumbuhan anak.
Setelah memperoleh pemahaman dasar, kader kemudian diarahkan untuk mempraktikkan proses penginputan data ke dalam Aplikasi CEPAT. Kader mencoba memasukkan data anak berdasarkan hasil pengukuran yang tersedia sehingga dapat melihat bagaimana sistem mengolah data tersebut menjadi informasi mengenai status pertumbuhan.
Proses ini memberikan pengalaman baru bagi kader.
Jika sebelumnya pencatatan lebih banyak dilakukan secara manual, melalui Aplikasi CEPAT kader diperkenalkan dengan mekanisme pencatatan digital yang lebih sistematis dan terintegrasi. Kader juga mendapatkan pengalaman menggunakan perangkat pendukung berbasis Internet of Things (IoT). Perangkat tersebut membantu proses pengukuran tinggi dan berat badan anak, kemudian hasilnya dapat terhubung dengan sistem aplikasi.
Suasana pelatihan menjadi semakin interaktif ketika kader mencoba sendiri proses pengukuran dan input data. Sejumlah kader aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara penggunaan perangkat, proses memasukkan data, serta bagaimana membaca hasil yang ditampilkan oleh Aplikasi CEPAT. Praktik langsung menjadi bagian penting dalam pelatihan karena penggunaan teknologi tidak cukup hanya dijelaskan secara teori. Kader perlu mencoba sendiri agar memahami alur penggunaan aplikasi mulai dari pengukuran, input data, pengolahan, hingga pemahaman hasil.
Melalui Aplikasi CEPAT, data yang dimasukkan berupa berat badan, tinggi badan, tanggal lahir, dan jenis kelamin dapat diolah menjadi beberapa indikator pertumbuhan. Sistem memanfaatkan standar pertumbuhan anak WHO dan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Hasil tersebut membantu kader mengenali kondisi pertumbuhan anak, termasuk indikasi yang berkaitan dengan stunting, masalah berat badan, maupun kondisi gizi lainnya. Informasi yang diperoleh dapat menjadi dasar bagi kader untuk melakukan edukasi kepada orang tua dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan anak yang membutuhkan pemantauan atau tindak lanjut lebih lanjut.
Selain keterampilan teknis, pelatihan juga menekankan pentingnya edukasi gizi kepada orang tua. Kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga di masyarakat. Informasi mengenai pertumbuhan anak yang diperoleh melalui aplikasi diharapkan dapat menjadi dasar untuk memberikan edukasi yang lebih tepat dan mudah dipahami.
Kader dapat membantu orang tua memahami bahwa pemantauan pertumbuhan bukan sekadar kegiatan menimbang dan mengukur tinggi badan. Pemantauan secara berkala merupakan bagian penting dalam mengetahui kondisi anak sejak dini sehingga apabila ditemukan masalah pertumbuhan, langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Dengan demikian, implementasi Aplikasi CEPAT diarahkan untuk membangun alur yang lebih lengkap, yaitu mengukur, mencatat, menganalisis, mengedukasi, dan menindaklanjuti.
Model pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menggunakan teknologi digital sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak kesehatan masyarakat. Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan Posyandu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini dan edukasi kesehatan anak. Kegiatan di Nagari Balah Hilia mendapat sambutan positif dari peserta.
Antusiasme kader dalam mengikuti praktik menunjukkan adanya peluang besar untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi digital di Posyandu, terutama apabila disertai pendampingan dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, keterampilan kader dalam menggunakan Aplikasi CEPAT diharapkan dapat terus diterapkan dalam kegiatan Posyandu.
Data pertumbuhan anak yang terdokumentasi dengan baik dapat menjadi dasar untuk pemantauan secara berkala dan mendukung koordinasi antara kader, orang tua, dan tenaga kesehatan.
