spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

SMKN 2 Sawahlunto Gandeng Recources ID, Siswa Geologi Pertambangan Disiapkan Masuk Dunia Tambang
S

Kategori -
- Advertisement -
SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Ruang kelas SMKN 2 Sawahlunto mulai diarahkan lebih dekat ke dunia pertambangan. Sekolah itu tengah menyiapkan kerja sama dengan PT Antam Resourcindo atau Resources ID agar siswa, khususnya dari jurusan Geologi Pertambangan, mendapat pengalaman langsung dari industri sebelum memasuki dunia kerja.

Kepala SMKN 2 Sawahlunto Ponidi, S.Pd. mengatakan kolaborasi dengan industri menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi. Sebab, pembelajaran di SMK lebih banyak menitikberatkan pada praktik dibandingkan teori.

“SMK itu 70 persen praktik dan 30 persen teori. Karena itu anak-anak harus miemiliki keterampilan yang sesuai dengan bidangnya agar setelah tamat mampu bersaing mendapatkan pekerjaan di sektor industri dan pertambangan,” kata Ponidi kepada Beritasumbar.com.

SMKN 2 saat ini memiliki sembilan rombongan belajar dengan total 815 siswa. Sekolah tersebut mengembangkan lima program keahlian, yakni Geologi Pertambangan dengan masa pendidikan empat tahun, Teknik Permesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang masing-masing ditempuh selama tiga tahun.

Di antara program keahlian tersebut, Geologi Pertambangan menjadi salah satu yang paling diminati. Namun, pengembangan kompetensi siswa masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga pendidik.
Ponidi mengatakan kebutuhan guru produktif mendesak di sejumlah jurusan, terutama Geologi Pertambangan. Kekurangan itu semakin terasa setelah sejumlah guru memasuki masa pensiun.

“Kami punya mimpi dan ekspektasi bagaimana SMKN 2 ini mampu mengisi peluang kerja potensial di berbagai bidang setelah tamat. Persoalannya, bagaimana kekurangan guru sesuai bidang pendidikan yang kami butuhkan bisa mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Sumatera Barat,” ujarnya.

Di tengah persoalan tersebut, sekolah mencoba memperlebar pintu kolaborasi dengan industri.
Salah satunya melalui komunikasi dengan PT Antam Resourcindo, anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk. Ponidi berharap siswa SMKN 2 Sawahlunto nantinya dapat mengikuti magang di perusahaan tersebut sehingga pengalaman belajar mereka tidak berhenti di ruang kelas.

Peluang itu mengemuka ketika Resources ID menjalankan program Resources ID Mengajar 2026 di SMKN 2 Sawahlunto, Rabu, 26 Agustus 2026. Program tanggung jawab sosial perusahaan itu menghadirkan ratusan siswa jurusan Geologi Pertambangan untuk mengenal lebih dekat dunia kerja di sektor eksplorasi sumber daya mineral.

Dalam kesempatan tersebut, Ponidi menyampaikan gagasan kerja sama, termasuk peluang penempatan siswa untuk menjalani praktik kerja lapangan di lingkungan Resources ID.

Keinginan itu mendapat respons positif dari jajaran perusahaan. Direktur Keuangan PT Antam Resourcindo Evi Susman dan Direktur Operasi Perencanaan Faronzi Rio Wibawa hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka membawa narasumber dari kalangan geolog, Ega Meinaldy, untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan profesi di dunia eksplorasi kepada para siswa.

Bagi SMKN 2 Sawahlunto, kehadiran industri bukan sekadar kegiatan mengajar. Kolaborasi itu diharapkan menjadi jembatan antara kompetensi yang dipelajari siswa dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

Resources ID sendiri bergerak di bidang eksplorasi sumber daya. Sejumlah posisi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut antara lain Wellsite Geologist, pengelola database eksplorasi, operator bor, asisten operator bor, mekanik bor hingga safety officer.

Aktivitas perusahaan itu juga tengah berlangsung di Sawahlunto. Resources ID menjadi mitra kerja PT Bukit Asam Tbk dalam kegiatan eksplorasi untuk mengetahui potensi cadangan deposit batubara di kawasan Desa Sikalang, Kecamatan Talawi.

Eksplorasi tersebut berkaitan dengan rencana PT Bukit Asam mengkaji kembali aktivitas pertambangan batubara Ombilin yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Bagi siswa SMKN 2 Sawahlunto, aktivitas industri yang berlangsung di sekitar mereka membuka peluang belajar yang lebih nyata. Mereka tidak hanya mempelajari teori eksplorasi dari buku, tetapi berkesempatan mengenal profesi, peralatan, prosedur keselamatan, serta kebutuhan kompetensi yang digunakan di lapangan.

Ponidi berharap komunikasi yang dibangun dengan Resources ID dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret.

“Harapannya anak-anak tidak hanya mendapat ilmu dari sekolah, tetapi juga pengalaman langsung dari dunia industri. Dengan begitu, ketika lulus mereka sudah memiliki gambaran dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” katanya.***
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img