SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Sebanyak 2.000 benih ikan rayo ditebar di Desa Data Mansiang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, sebagai bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 tahun 2026. Kegiatan ini diharapkan mendorong masyarakat mengembangkan budidaya ikan sebagai sumber pangan sekaligus peluang ekonomi.
Benih ikan tersebut berasal dari Balai Pembibitan Ikan (BBI) Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang. Pemerintah memberikan bantuan secara cuma-cuma untuk mendukung kegiatan TMMD di desa tersebut.
Penebaran benih dilakukan di dua lokasi di aliran sungai kecil Niur Panjang, yakni Dusun Batu Tijak Kabau dan Dusun Sungai Batung. Kegiatan itu melibatkan perwakilan Kodim 0310/SS Pasiter Kodim 0310 SD Kapten Inf. Mondrayadi, Danramil 05 Talawi Letda Aspil Abyas, Kepala Desa Data Mansiang Afrinal, Kabid Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan drh.Ferri, serta sejumlah warga.
Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Ferry, mengatakan ikan rayo dipilih karena pertumbuhannya relatif cepat dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Bibit ikan ini berasal dari Balai Benih Ikan (BBI) yang dikelola Pemko Sawahlunto dan diberikan secara gratis atas usulan Kepala Desa Data Mansiang Afrinal.
“Sekarang harga ikan rayo berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram. Jadi, nilai ekonominya cukup tinggi kalau terus dibudidayakan masyarakat,” kata Ferry.
Menurut dia, ikan rayo dapat dipanen dalam waktu sekitar empat hingga enam bulan, bergantung pada pemeliharaan dan pemberian pakan. Pada usia empat bulan, ikan tersebut disebut dapat mencapai ukuran lima hingga enam ekor per kilogram dengan dukungan pakan yang sesuai, seperti F99 dan Hi-Pro-Vite 781.
Bantuan benih itu diberikan melalui pengajuan pemerintah desa untuk mendukung kegiatan TMMD. Pemerintah juga membuka peluang bantuan bagi warga yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan secara mandiri.
Ferry mengatakan, masyarakat yang memiliki kolam dapat mengajukan bantuan melalui pemerintah desa masing-masing kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3). Setelah pengajuan diterima, penyuluh perikanan akan melakukan survei untuk menilai kondisi dan kelayakan lokasi budidaya.
Namun, penebaran benih tidak serta-merta menjamin keberhasilan budidaya. Pemeliharaan kualitas air dan pengawasan terhadap ancaman predator menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan hidup ikan.
Ikan rayo rentan terhadap pencemaran limbah kimia dan perubahan tingkat keasaman air atau pH. Selain itu, biawak, berang-berang, dan sejumlah hewan lain dapat menjadi predator yang mengancam ikan.
Karena itu, benih yang telah ditebar tetap membutuhkan pemeliharaan secara berkala agar dapat tumbuh optimal hingga masa panen.
Desa Data Mansiang memiliki 245 penduduk yang tergabung dalam 72 kepala keluarga. Mayoritas warganya bekerja sebagai petani, dengan wilayah desa seluas 515 hektare.
Melalui kegiatan TMMD, penebaran benih ikan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi upaya berkelanjutan untuk memperkuat potensi perikanan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat desa.***
Beritasumbar.com
TMMD ke – 130 Sentuh Sektor Perikanan, 2000 Benih Ikan Rayo Ditebar di Desa Data MansiangT
- Advertisement -
- Advertisement -
