Sawahlunto, beritasumbar.com – Menjaga kebersamaan dan kedamaian di tengah masyarakat bukanlah tugas yang ringan, melainkan sebuah perjalanan penuh kepedulian yang harus dirajut bersama. Semangat inilah yang terpancar jelas dalam kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Bertempat di Hotel Khas Ombilin pada Senin, (19/10/2026), kegiatan ini menjadi ruang hangat bagi para penjaga kedamaian daerah untuk duduk bersama demi merawat harmoni kota. Suasana kebersamaan begitu terasa dengan kehadiran sekitar 50 peserta yang datang dari berbagai latar belakang keyakinan dan organisasi.
Para tokoh agama Islam yang hadir merupakan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat yang selama ini menjadi pilar umat, mulai dari pengurus Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya seperti Fatayat dan Perwati, Tarbiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga para Kepala KUA dan penyuluh agama Islam.
Kehangatan ini semakin sempurna dengan hadirnya para tokoh dan perwakilan dari umat Kristen Protestan dan Katolik, yang membuktikan bahwa indahnya toleransi dan keragaman adalah kekuatan utama Kota Sawahlunto. Acara penuh makna ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto, H. Jeffry Hibatullah, bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, M.Ag., M.M., CWC, serta Kepala Badan Kesbangpol Sawahlunto.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kerukunan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.
“Para tokoh umat memegang amanah besar untuk terus menjaga, merawat, dan menciptakan kehidupan yang rukun serta damai. Tanpa adanya kerukunan, umat akan kehilangan arah kompas kehidupan, dan roda pembangunan daerah pun dikhawatirkan akan berjalan lambat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kakankemenag Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjadi teladan yang menyejukkan di tengah masyarakat.
:Keteladanan dari para tokoh agama diyakini mampu menuntun umat untuk hidup dalam ketenangan dan kedamaian yang hakiki,” ungkap Dr. H. Zul.
Sesi inti dialog kemudian diperkaya melalui pemaparan materi yang inspiratif dan mencerahkan dari Ketua FKUB Kota Sawahlunto, Buya H. Zainul Arizal Dt. Bandaro Putiah, bersama Kepala Badan Kesbangpol dan Kepala Kantor Kemenag Sawahlunto.
Sepanjang kegiatan berlangsung, dialog berjalan penuh keakraban dalam balutan rasa kekeluargaan yang erat, memperkuat keyakinan bahwa Sawahlunto akan terus menjadi rumah yang nyaman bagi siapa saja yang tinggal di dalamnya.(Fitria)

