Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Kemajuan teknologi digital yang tenar dengan istilah teknologi 4.0 tidak bisa dipungkiri mulai merubah pola belanja masyarakat saat ini. Dari belanja lansung alias tatap muka sekarang sudah mulai bergeser ke belanja online. Masyarakat sudah bisa terima barang di pintu rumah masing masing. Mau belanja dapur, makanan sampai urusan aksesoris sudah banyak melalui transaksi online.

Era digital saat ini laju pertumbuhan pengguna internet terus bertambah. Banyak pengguna internet yang sudah meaplikasikan bisnis mereka menjadi bisnis digital. Kemajuan teknologi terus memasuki aspek dan golongan kehidupan manusia.

Memiliki Smartphone, Kemudahan beberapa hal cukup dirasakan oleh masyarakat, termasuk berbelanja secara online. Menjadi sebuah peluang emas dalam bentuk investasi digital, trand atau cara belanja seperti ini banyak memunculkan situs atau aplikasi belanja online di Indonesia.

Yes, peluang emas untuk semua, itu yang membuat Rifki Payobadar, anak muda asli Kota Payakumbuh provinsi Sumatra Barat membangun sebuah aplikasi belanja dan jasa kurir di Sumatra Barat dengan brand PayoApp. Berdiri di atas perusahaan PT. Payo App Indonesia, pria berkacamata ini menyebutkan setiap aplikasi mempunyai siklus yang selalu harus di support. Aplikasi yang benar-benar final sangatlah jarang, karena suatu saat sebuat applikasi akan mengalami update.

Dikatakannya, tahun 2019 lalu soft launching aplikasi PayoApp sudah dilakukan, 1.200 user mendownload dan mendaftar. setelah kita lakukan evaluasi dan update aplikasi yang akan kita launching lagi pada tahun 2020 ini semua sitem manual sekarang 100% akan terautomatisasi. Bahkan kedepan mitra – mitra UMKM juga akan terbantu dengan aplikasi kami dalam mengelola usaha nya.

“Tahun 2020 ini akan kita automatisasi untuk memudahkan pengguna. Bisa saja nanti perbaikan bug, update versi, atau penambahan fitur akan kita lakukan. Semua itu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna aplikasi belanja dan jasa kurir yang kita bangun,” katanya.

Hadirnya bisnis online yang berdampak buruk kepada pasar tradisonal menjadi ancaman bagi sebagian pelaku usaha di pasar tradisional tersebut. Namun tidak demikian dengan PayoApp. Dijelaskan Rifki, aplikasi yang dihadirkannya merupakan aplikasi belanja dan jasa kebutuhan harian rumah tangga yang menyeimbangkan antara pedagang dan pembeli.Dengan aplikasi payoaap ini nantinya umkm atau industri kecil yang menjadi mitra atau pengguna aplikasi akan terbantu memanajemen keuangan.

Di aplikasi ini nantinya ada tabel keuangan yang bisa dipakai mitra untuk mencatat transaksi jual belinya.

“Masyarakat selaku pembeli dan pasar tradisonal menjadi mitra kita, PayoApp berorientasi kepada pasar tradisonal, kuliner, UKM dan UMKM lebih baik. Dari kita untuk masyarakat, seperti itu,” jelasnya.

Ditambahkannya, PayoApp hadir sebagai gerakan bersifat ekonomi dan berpotensi membuka lapangan kerja. Dengan sistem aplikasi saat ini perusahaan memanfaatkan anak muda yang memiliki sumberdaya yang mumpuni.

“Kita Proporsikan, pendidikannya beragam mulai dari tamatan SMA sampai Lulusan Sarjana Strata 1. Sedangkan team IT kami didominasi lulusan Strata Satu semua yang expert di bidang pemograman.” tutup Rifki.

Saat ini PT Payoapp Indonesia sudah merangkul beberapa mitra kuliner maupun umkm lainnya yang ada di Kota Payakumbuh. Hasil UMKM dipasarkan secara online di media sosial dan siap diantar kealamat pembeli. Terutama yang ada di Seputaran Kota Payakumbuh dengan jasa ojek online lokal Payokurir. Yang mana payokurir bagian dari Payoapp ini juga. Pemesanan bisa melalui tlp atau wa ke nomor kontak admin yang tertera di akun medsos payokurir.( mudabisnisdigital )

loading...