Penulis: Fitri Mailani
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas
Ginjal merupakan salah satu organ vital pada tubuh manusia. Ginjal berfungsi untuk membuang sampah metabolisme, menjaga keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit, serta membuat
hormon untuk pengaturan tekanan darah dan pembentukan sel darah merah. Lansia mempunyai resiko yang tinggi untuk terkena gagal ginjal, hal ini dikarenakan Dengan bertambahnya usia membuat terjadinya penurunan fungsi beberapa organ di dalam tubuh lansia salah satu nya ginjal. Selain itu, lansia juga menderita penyakit kronik lainnya yang berdampak kepada penurunan kesehatan ginjal, seperti penyakit diabetes mellitus, hipertensi dan peyakit jantung.
Agar kesehatan ginjal tetap terjaga dengan baik perlu dilakukan beberapa cara sebagai berikut:
- Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air. Secara umum kebutuhan air adalah sekitar 2 liter. Apabila diasumsikan buah, sayur, sup, dan lain-lain, menyumbangkan 500 ml air, maka kebutuhan minum air adalah sekitar 1,5 liter. Tentu, kebutuhan ini bersifat relatif tergantung aktivitas seseorang. Bila banyak berkeringat tentu kebutuhan air meningkat.
- Mengonsumsi makanan yang sehat. Makan makanan yang sehat, misal dengan memperbanyak buah dan sayur, akan memelihara kesehatan ginjal. Hindari makan terlalu banyak lemak dan makanan yang mengandung purin (jerohan). Lemak tidak jenuh akan menimbulkan penebalan pembuluh darah, yang ujungnya menyebabkan hipertensi. Makanan banyak mengandung purin akan meningkatkan asam urat, yang bisa mengganggu fungsi ginjal.
- Melakukan olah raga secara teratur. Olah raga teratur akan mempertahankan berat badan ideal dan menurunkan tekanan darah. Dengan berat badan ideal dan tensi yang normal akan menyehatkan ginjal.
- Berhati-hati mengonsumsi suplemen dan jamu yang mengandung bahan kimia obat. Beberapa suplemen mengandung asam amino yang tinggi. Asam amino yang tinggi tentu akan membebani ginjal. Konsumsilah suplemen sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jamu yang dicampuri dengan bahan kimia obat juga berbahaya untuk kesehatan ginjal. Bahan kimia obat yang dicampurkan sering tidak jelas dosisnya. Dan, tindakan semacam ini melanggar aturan Badan POM.
- Berhentilah merokok. Zat-zat toksik dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, yang ujungnya dapat menyebabkan hipertensi. Naiknya tekanan darah dapat menyebabkan terganggunya fungsi ginjal. Itulah sebabnya, hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya PGK.
- Jangan terlalu berlebihan konsumsi obat penghilang rasa nyeri. Konsumsi obat penghilang rasa nyeri (NSAID) yang terus menerus dalam jangka lama bisa merusak ginjal (nephrotoksik). Sebaiknya penggunaan NSAID yang lama harus berkonsultasi dengan dokter.
- Jika menderita hipertensi atau kencing manis (Diabetes Melitus), maka harus dipantau fungsi ginjalnya secara berkala. Biasanya dokter yang merawat akan memantau fungsi ginjal (Renal Function Test) secara berkala. Perlu diketahui bahwa salah satu komplikasi kencing manis adalah diabetic nephropathy (kerusakan ginjal akibat diabetes).
Dibawah ini beberapa informasi “Mitos” dan “Fakta” yang beredar dimasyarakat terkait dengan kesehatan ginjal:
Mitos:
- Kebiasaan duduk menimbulkan sakit ginjal
- Olahraga berlebihan berbahaya untuk ginjal
- Diet rendah karboberbahaya untuk kesehatan ginjal
- Kebiasaan minum berdiri dapat membahayan ginjal
Fakta:
- Minum kopi atau the berlebihan menyebabkan sakit ginjal
- Kurang minum air putih mengganggu kesehatan ginjal
- Penyebab umum sakit ginjal adalah diabetes atau tekanan darah tinggi
- Gejala sakit ginjal jarang disadari
