spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

KEJADIAN BULLYING PADA PERAWAT DI TEMPAT KERJA
K

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Dr. Ns. Zifriyanthi Minanda Putri, M.Kep
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Padang,BeritaSumbar.com,- Bullying adalah perilaku negatif yang dilakukan oleh satu orang atau lebih secara berulang dari waktu ke waktu yang diarahkan pada seseorang yang mengalami kesulitan untuk membela dirinya sendiri yang ditandai dengan ketidakseimbangan kekuasaan (Strauss, 2012). Sementara itu, menurut Murray (2009), bullying di tempat kerja adalah jenis pelecehan berulang yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok, dimana korban bullying menderita pelecehan verbal, ancaman, perilaku memalukan, dan menakutkan yang mengganggu kinerja pekerjaannya dan berisiko mengganggu kesehatan dan keselamatan korban.

Hasil penelitian Vessey et al. (2009) didapatkan lebih dari 70% perawat dengan jumlah responden 303 orang telah dibully. Penelitian Berry et al (2012) menemukan 72,6% dari 147 perawat junior melaporkan peristiwa bullying di tempat kerja. Sebanyak 57,9% menjadi target langsung dan 14,7% menjadi saksi perilaku bullying di tempat kerja. Sebanyak 21,3% perawat junior dibully setiap hari selama 6 bulan, dilakukan oleh rekan keperawatan yang lebih berpengalaman sebanyak 63%.

Bullying yang dialami perawat akan memberikan berbagai dampak negatif terhadap dirinya dan organisasi. Bullying akan mengakibatkan kelelahan emosional dan ketidakpuasan kerja yang menyebabkan hilangnya produktivitas, meningkatkan absen kerja dan pengundutan diri dari pekerjaan serta memberikan kontribusi terhadap ketidakpuasan pasien (Broome et al, 2011). Sebanyak 40% korban bullying keluar dari pekerjaan mereka yang menyebabkan hilangnya 21 juta pekerja di Amerika Serikat. Rumah sakit saat ini menghadapi kekurangan pekerja terampil sehingga diperlukannya perekrutan perawat baru yang mengakibatkan tingginya biaya yang dikeluarkan (Stagg & Sheridan, 2010).

Penelitian ini dilakukan di RS X Kota Padang dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Pemilihan sampel dalam penelitian ini secara non probability dengan metoda purposive sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran bullying pada perawat di RS X Kota Padang.

Studi ini menemukan bahwa dari 96 perawat RS X Kota Padang yang menjadi responden penelitian, 43 orang (44,8%) menyatakan mendapatkan perlakuan perilaku bullying tergolong pada kategori tinggi di tempat kerja. Jika dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Handika pada tahun 2016 di rumah sakit yang sama, didapatkan hasil 51,2% perawat mengalami bullying. Dari hasil ini tampak bahwa masih ditemukan kejadian bullying di tempat penelitian dengan perawat sebagai korban.

Peneliti melakukan analisis terhadap kejadian bullying di tempat penelitian berdasarkan klasifikasinya. Didapatkan hasil yakni bentuk perilaku bullying yang paling sering diterima perawat berupa bullying verbal, seperti dilaporkan oleh hampir seluruh (49%) perawat yang menjadi responden penelitian. Angka kejadian berikutnya diikuti oleh bullying psikologis (33,3%) dan terakhir oleh bullying fisik (12,5%).

Bullying verbal merupakan jenis bullying yang dilakukan seseorang secara langsung dan melalui ucapan. Contohnya: membentak, meledek, mencela, memaki, menghina, meneriaki, menyoraki, menebar gosip, memberi julukan yang tidak menyenangkan, dan kritikan tajam). Setelah analisis yang peneliti lakukan terhadap jawaban responden per item pertanyaan yang diberikan, sebanyak 8,3% perawat mengaku rekan/ atasan di tempat mereka bekerja sering membicarakan kinerjanya yang menyudutkannya di mata sesama rekan kerja yang lain. Selain itu, sebanyak 8,3% perawat juga menyatakan sering dipanggil menggunakan nama panggilan yang tidak ia sukai oleh rekan kerja/ atasannya. Terdapat pula sebanyak 37,5% perawat yang mengaku pernah mendapati rekan/atasan membicarakan hal yang tidak benar tentang dirinya.

Kejadian bullying bentuk lain yang terjadi di tempat penelitian yang ditemukan peneliti adalah bullying psikologis dan bullying fisik. Bullying psikologis merupakan jenis bullying yang dilakukan secara tidak langsung dan menyakiti seseorang secara psikologis. Sebanyak 8,3% perawat menyatakan bahwa ketika mereka dekat dengan atasan, kadang sesama rekan perawat yang lain mempermasalahkan hal itu. Selain itu, sebanyak 37,5% perawat mengaku rekan/kerja mendiamkan mereka saat marah/ tidak senang pada perawat.

Perilaku bullying telah diteliti dapat menimbulkan banyak kerugian. Kerugian tersebut tidak hanya dirasakan oleh individu namun terkadang juga menimbulkan kerugian pada pihak lain ataupun organisasi. Bullying yang dialami individu akan memberikan dampak negatif pada psikologis, fisik maupun kehidupan sosial individu. Beberapa hasil negatif yang paling umum pada individu adalah sakit kepala, gangguan tidur, konsep diri korban bullying menjadi negatif, stress, depresi, benci terhadap pelaku, dendam, malu, tertekan, terancam, mudah marah, kecemasan, khawatir yang berlebihan, gangguan keterampilan sosial, depresi, kelelahan, kehilangan konsentrasi, tidak berdaya, keluhan psikosomatik, dan gangguan stress pasca trauma, penggunaan obat-obatan atau alkohol, perasaan rendah diri dan tidak berharga pada korban, keinginan bunuh diri dan lain-lain.

Selain berdampak pada individu, bullying juga berdampak pada kinerja individu. Bullying pada kehidupan kerja akan menurunkan motivasi kerja dan kualitas kerja individu dimana individu cenderung untuk jarang masuk kerja dan tidak mengerjakan tanggung jawabnya. Korban bullying mengalami ketakutan untuk bekerja dan menjadi tidak percaya diri, merasa tidak nyaman dan tidak bahagia. Aksi bullying mengakibatkan seseorang terisolasi dari kelompok sebayanya.

Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa saat seorang perawat mengalami perlakuan bullying di tempat kerja, hal ini akan memberikan dampak negatif pada diri individu sendiri, bagi kehidupan sosialnya, dan bagi organisasi tempat ia bekerja. Dibutuhkan suatu strategi dalam menyelesaikan permasalahan bullying di tempat kerja agar dapat menjaga kualitas pelayanan perawatan di rumah sakit.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img