Sikabaulan – Jalan dari Dusun Terekanhulu menuju Sirilanggai Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara akan dibuka melalui pembangunan jalan rabat beton melalui program P2D Mandiri Kecamatan Siberut Utara. Anggaran pembangunan jalan rabat beton tersebut lebih kurang Rp. 1,5 miliar yang terbagi dalam 30 paket pekerjaan oleh Organisasi Masyarakat Setempat (OMS).
“Kita berharap pembangunan jalan ini berjalan dengan baik sehingga untuk wilayah Malancan dapat diakses dengan jalur darat yang sudah dirabat beton,” kata Barnabas Saerejen, kepala Desa Malancan pada Puailiggoubat, Kamis, 7 Agustus lalu.
Lebih lanjut dikatakan Barnabas, pembangunan jalan dari Terekanhulu ke Sirilanggai ini dijanjikan Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet dan Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori Satoko saat berkunjung ke Terekan Hulu pada 2012 lalu.
“Karena jalur Terekanhulu ini masuk dalam program trans Mentawai dimana nantinya jalan dari wilayah Siberut Barat akan melewati jalur Terekanhulu,” katanya.
Pengurus OMS telah melaksanakan penandatangan kontrak kerja dengan PPTK P2D Mandiri dan kecamatan Siberut Utara pada Juli lalu dan sedang menunggu pencairan dana tahap pertama.
Dana P2D Sikakap Dicairkan
Sementara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mencairkan dana Proyek Pembangunan Desa (P2D) Kecamatan Sikakap termin pertama sebesar Rp 19.996.000 atau 40 persen dari total dana Rp 50 juta per paket pada 4 Agustus lalu.
Tahun ini, Kecamatan Sikakap mendapat jatah 30 paket pengerjaan P2D masing-masing Desa Matobe 10 paket, Desa Sikakap 10 paket, dan Desa Taikako 10 paket.
Frans Karel, PPTK Proyek P2D Kecamatan Sikakap, mengatakan P2D diluncurkan untuk mempercepat pembangunan yang ada di dusun, desa, dan kecamatan seperti membangun jalan dusun ke desa, jalan desa ke kecamatan, jalan evakuasi, tambatan perahu, drainase, jalan usaha tani. Kegiatan berskala kecil ini dananya tidak boleh melebihi Rp50 juta yang pengerjaannya dilakukan Organisasi Masyarakat Setempat (OMS).
Tahun ini, percairan dana P2D harus disertai rincian penggunaan dana. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dana tahap pertama ini akan digunakan membeli material proyek seperti semen, pasir, kerikil dan peralatan bekerja.
Menurut Frans, penerimaan dana termin pertama itu telah dipotong pajak 11,5 persen, pembelian ATK, papan proyek, dokumentasi, pembuatan SP3 dan fotokopi laporan. Dana bersih yang diterima untuk termin pertama tiap OMS adalah Rp16.286.000. (puailigoubat)