Southeast Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop 2026 mempertemukan 500 pelajar dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Kamboja pada 7–10 September 2026.
TERENGGANU,Beritasumbar – Medali bukan satu-satunya yang diperebutkan 500 pelajar dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Kamboja di Terengganu. Di balik kompetisi akademik itu, mereka diajak melihat pendidikan dari ruang yang lebih luas, bertemu teman sebaya lintas negara, mengenal budaya, dan belajar bagaimana pariwisata bisa tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan serta warisan lokal.
Ajang Southeast Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop 2026 berlangsung 7–10 September 2026 itu tidak hanya mempertemukan pelajar dalam kompetisi akademik, tetapi juga memperkenalkan pendidikan, budaya, warisan, dan pariwisata berkelanjutan.
Program tersebut resmi dibuka pada Senin, 7 September 2026, dan diikuti pelajar, guru, pembimbing, institusi pendidikan, serta mitra strategis dari empat negara.
Hadir dalam acara tersebut Deputi Menteri Pelancongan Seni Budaya dan Warisan Malaysia Mazshida binti Ruslal, Pengarah Pusat Asasi STEM Universitas Malaysia Terengganu (UTM) Prof.Dr. Laili bt Haji Che Rose, Pengarah Pendidikan Terengganu Samsul Bahri bin Shafie, Manager Stakeholders and Scholarship Management EMGS
Fayzul Faeez bin Yaakob.
Kemudian Bupati Aceh Barat Tarmizi,
Pimpinan Homestay Teluk Ketapang Berhad M.Azmi bin A.Aziz, Ketua Delegasi Thailand Dr Husni, Ketua Delegasi Kamboja Dr.Faridah Yaakob, dan lainya.
Mazshida binti Ruslal, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pendidikan dan pariwisata dalam satu pengalaman bagi generasi muda Asia Tenggara.
Menurut dia, kehadiran peserta dari Indonesia, Thailand, Kamboja, serta berbagai daerah di Malaysia bukan sekadar memeriahkan kompetisi. Para peserta juga mendapat kesempatan mengenal budaya, sejarah, makanan, warisan, masyarakat, dan destinasi wisata Terengganu.
“Program ini bukan sekadar pertandingan akademik, tetapi platform yang menggabungkan pendidikan, pelancongan, kebudayaan dan persahabatan serantau,” ujarnya dalam pembukaan acara.
Ia mengatakan kompetisi olimpiade memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar perebutan juara dan medali. Peserta ditantang menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, mengelola tekanan, berkomunikasi, serta berkompetisi secara sehat.
Pertemuan dengan pelajar dari negara lain, kata dia, juga dapat memperluas perspektif peserta terhadap dunia pendidikan yang semakin terbuka dan terhubung lintas negara.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sejumlah kategori kompetisi, antara lain Hafazan, Public Speaking, Arabic Speech, Biologi, Matematika, dan English Proficiency.
Keragaman kategori itu dinilai mencerminkan bahwa prestasi pelajar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Penguasaan bahasa, komunikasi, kekuatan rohani, kreativitas, kepemimpinan, dan kepercayaan diri juga menjadi bagian penting dalam pembentukan generasi masa depan.
“Menang, kita bersyukur. Kalah, kita belajar. Tetapi dalam kedua-duanya, kita menjadi lebih baik,” katanya.
Pendidikan dan Pariwisata
Program ini juga diarahkan untuk mempertemukan pendidikan tingkat sekolah menengah dengan institusi pendidikan tinggi dan sektor pariwisata.
Pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut dipandang sebagai calon mahasiswa, profesional, peneliti, pengusaha, hingga pemimpin pada masa mendatang. Karena itu, jaringan yang terbentuk antara sekolah, guru, perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan industri diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.
Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui pertukaran pelajar, berbagi pengetahuan, penelitian, kepemimpinan, kegiatan kebudayaan, hingga pendidikan pariwisata.
Dalam konteks itu, Sustainable Tourism Workshop menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Generasi muda didorong memahami bahwa pengembangan pariwisata tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjaga lingkungan, budaya, warisan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pelancongan yang baik bukan sekadar datang, melihat dan pulang. Tetapi datang, belajar, menghargai dan turut menjaga destinasi yang dikunjungi,” ujarnya.
Menurut dia, konsep edu-tourism atau pariwisata pendidikan memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Perjalanan ke sebuah destinasi tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi, tetapi juga proses belajar secara langsung mengenai sejarah, budaya, lingkungan, kuliner, dan kehidupan masyarakat.
Peserta sebagai Duta Wisata
Terengganu dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan konsep tersebut karena memiliki pantai, pulau, kekayaan alam, budaya, makanan tradisional, sejarah, warisan, dan komunitas lokal yang khas.
Kehadiran institusi pendidikan di wilayah tersebut juga dinilai dapat memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pariwisata, komunitas, dan industri.
Para pelajar yang mengikuti olimpiade bahkan didorong menjadi “duta kecil” pariwisata. Setelah kembali ke negara masing-masing, mereka diharapkan membagikan pengalaman selama berada di Terengganu kepada lingkungan dan masyarakat di negaranya.
Promosi melalui pengalaman langsung dinilai menjadi cara yang dekat dengan generasi muda.
“Datang sebagai peserta, pulang sebagai sahabat,” katanya.
Lebih jauh, program ini diharapkan menjadi jembatan pendidikan antarnegara ASEAN. Persahabatan yang terbentuk di ruang kompetisi dapat berkembang menjadi jaringan kerja sama ketika para peserta kelak menjadi guru, dosen, ilmuwan, pengusaha, profesional, maupun pemimpin.
Penyelenggara juga berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi platform kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, pariwisata, kebudayaan, kepemudaan, dan kepemimpinan antara Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Kamboja.
Para peserta dari luar Terengganu juga diminta menjaga etika dan disiplin selama kegiatan, menghormati masyarakat setempat, menghargai budaya, serta ikut menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi wisata yang dikunjungi.
Hadir dalam acara pembukaan
Program Southeast Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop 2026 berlangsung hingga 10 September 2026.***
Beritasumbar.com
Terengganu Jadi Titik Temu 500 Pelajar ASEAN, Olimpiade STEM Dibuka Kementerian Pariwisata MalaysiaT
Kategori -
Nasional
- Advertisement -
- Advertisement -
