BNN Sawahlunto memperkuat pencegahan narkoba melalui edukasi sejak usia sekolah, sementara penindakan dibtiga wilayah masih menjadi kewenangan BNN Sumatera Barat.
SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Ancaman narkoba tidak mengenal batas wilayah. Di bawah koordinasi BNN Sawahlunto, tiga daerah memiliki tingkat kerawanan berbeda: Sawahlunto berada pada status siaga, sedangkan Sijunjung dan Dharmasraya masuk kategori rawan bahkan bahaya. BNN pun memilih memperkuat benteng pertama pemberantasan narkoba melalui sosialisasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
Kepala BNN Sawahlunto Bagus Wicaksono, didampingi Fahreza, kepada Beritasumbar.com di Sawahlunto, Jumat, 4 September 2026, mengatakan upaya pencegahan saat ini diarahkan kepada kelompok usia sekolah, mulai dari siswa SD hingga SMA. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian informasi dan edukasi secara langsung atau tatap muka.
Menurut Bagus, pendekatan tersebut penting karena pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba sekaligus diajak mengenali lingkungan dan kondisi sosial mereka melalui pengisian kuesioner.
“Tujuannya memberikan informasi dan edukasi kepada anak-anak sampai dewasa usia 20 tahun,” kata Bagus, Jumat, 4 September 2026.
Wilayah kerja BNN Sawahlunto mencakup Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya. Dari pemetaan tingkat kerawanan, Sawahlunto saat ini berada dalam kondisi siaga. Sementara Sijunjung dan Dharmasraya berada pada tingkat rawan hingga bahaya.
Kondisi tersebut membuat BNN Sawahlunto lebih banyak mengandalkan langkah pencegahan dan rehabilitasi. Untuk penindakan terhadap kasus narkoba, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala. Penindakan dilakukan oleh BNN Provinsi Sumatera Barat.
Dalam proses penindakan, penanganan perkara dilakukan secara terpadu dengan melibatkan tim asesmen terpadu, penyidik Polres, penyidik Kejaksaan, dokter, serta penyidik BNN organik.
Di sisi lain, layanan rehabilitasi tetap berjalan. Saat ini terdapat 13 orang yang menjalani rehabilitasi rawat jalan dari target 15 orang. Adapun besaran anggaran rehabilitasi tidak disebutkan oleh pihak BNN Sawahlunto.
“Anggarannya tidak usah disebut. Malu,” ujar Bagus.***
