spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

UNP Dukung Pencegahan Hipertensi pada Remaja melalui Edukasi Digital e-Adolescare”
U

Kategori -
- Advertisement -

Penulis: Dr. Ns. Aulia Asman, M.Kep., M.Biomed., AIFO
Dosen : Prodi DIII Keperawatan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UNP

Padang, BeritaSumbar.com,- Universitas Negeri Padang (UNP) turut mendorong upaya pencegahan hipertensi sejak usia remaja melalui program edukasi kesehatan berbasis digital e-Adolescare yang dilaksanakan di SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Program ini secara khusus menyasar remaja yang memiliki riwayat keluarga hipertensi sebagai kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya deteksi dan pencegahan dini.

Hipertensi selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Namun, perubahan pola hidup dan kebiasaan sehari-hari membuat risiko tekanan darah tinggi juga perlu diperhatikan sejak masa remaja. Faktor keturunan, pola makan, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan, serta kebiasaan hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi di kemudian hari.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Ns. Aulia Asman, M.Kep., M.Biomed dengan anggota tim yang terdiri atas Dr. Ilham Zamil, M.Pd., Dr. Elvi Rahmi, S.Pd., M.Pd dan Fadilaturahmah, M.Si. Dalam pelaksanaannya, program ini mendapatkan dukungan dari pihak sekolah melalui Kepala SMA Pembangunan Laboratorium UNPi, Afrizal, S.Si., M.Pd. 

Melalui e-Adolescare, UNP menghadirkan pendekatan edukasi yang memanfaatkan teknologi digital agar informasi mengenai pencegahan hipertensi lebih mudah dipahami dan diakses oleh remaja. Materi edukasi dikemas secara menarik dan disesuaikan dengan karakteristik generasi muda yang akrab dengan penggunaan perangkat digital.

Program tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai hipertensi, tetapi juga mendorong peserta untuk mengenali faktor risiko dan menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Remaja diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan garam dan makanan tinggi lemak, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Riwayat keluarga menjadi salah satu perhatian utama dalam program ini. Remaja yang memiliki anggota keluarga dengan hipertensi perlu lebih memahami kondisi tersebut karena faktor genetik dapat berkontribusi terhadap risiko hipertensi. Meski demikian, keberadaan riwayat keluarga tidak berarti seseorang pasti mengalami hipertensi. Risiko tersebut dapat ditekan melalui penerapan pola hidup sehat dan pemantauan kesehatan secara berkala.

Edukasi digital juga diharapkan dapat membuat remaja lebih aktif dalam menjaga kesehatannya sendiri. Dengan memperoleh informasi yang tepat sejak dini, siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu mengambil keputusan yang lebih baik terkait pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari.

SMA Pembangunan Laboratorium UNP menjadi salah satu lingkungan strategis untuk pelaksanaan edukasi kesehatan karena sekolah merupakan tempat pembentukan kebiasaan dan karakter remaja. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, pesan mengenai pentingnya pencegahan penyakit tidak menular dapat disampaikan secara lebih dekat kepada generasi muda.

Program e-Adolescare juga mencerminkan peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi. UNP tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi turut berkontribusi dalam membangun kesadaran kesehatan di kalangan peserta didik.

Ke depan, edukasi mengenai pencegahan hipertensi diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga terbentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Upaya tersebut penting untuk membangun generasi muda yang lebih sadar terhadap faktor risiko penyakit tidak menular dan mampu menjaga kesehatan sebelum munculnya masalah kesehatan di kemudian hari.

Melalui e-Adolescare, UNP menunjukkan bahwa pencegahan hipertensi dapat dimulai dari lingkungan sekolah dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja. Edukasi, kesadaran, dan perubahan perilaku sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang lebih sehat

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img