Tanah Datar,BeritaSumbar.com, –Berbagi pengalaman dan pengetahuan bersama petani adalah kebiasaan seorang Nurkhalis jika sudah berada di tengah tengah mereka. Seperti di Jorong Kinawai Kenagarian Balimbiang kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar pada Senin 12/2 kemaren. Calon anggota DPD RI nomor urut 38 ini juga melaksanakan penanaman jagung bersama di ladang masyarakat daerah iini

Kunjungan Nurkhalis yang dimulai pukul 10.00 WIB langsung disambut oleh Sekretaris Gerakan Pemuda Tani (Gempita) kabupaten Tanah Datar, Devit. Turut hadir juga Ketua Kelompok Usaha Bersama Pertanian kabuapaten Tanah Datar, Zamhar bersama pengurus KNPI setempat.

Dididik sebagai petani oleh orang tuanya, Nurkhalis tampak lincah dan lihai selama diskusi dengan petani di Kinawai. Pemahamannya disektor pertanian dan perkebunan cukup mapan. Pasalnya, lebih 23 tahun menjadi petani merupakan modal Nurkhalis untuk bisa memperjuangkan nasib para petani jika menjadi anggota DPD RI periode 2019-2024 nanti.

“Bapak ibu sekalian, yang duduk bersama bapak-ibu semua ini juga petani. Saya kesini untuk berbagi pengalaman saya yang dimulai memangku cangkul di pundak hingga bisa menjadi ketua Gempita Sumbar (Organisasi petani terbesar di Sumbar-red). Sampai memiliki mental untuk bisa bertarung di kancah politik dengan para elite-elite bangsawan dan negarawan untuk duduk di kursi DPD RI pada pemilu 2019 ini,” kata Nurkhalis saat duduk di tengah sawah bersama para petani.

Dirinya mengutarakan bagaimana belajar dari nol untuk menjadi petani yang sukses. Dimulai dari belajar cara bercocok tanam, mengolah lahan, memprediksi kesuburan tanah maupun cuaca, hingga kualitas hasil panen. Sampai pada akhirnya, ia berhasil menjadi salah seorang leader di Kabupaten Limapuluh Kota di tahun 2006 bagi petani muda.

Di usia yang masih muda saat itu, dirinya tidak hanya menggantungkan harapan pada hasil panen. Tetapi mencari cara bagaimana petani juga memiliki jenjang karir. Yakni dari petani di sawah, pemimpin organisasi petani, relawan petani, pejuang petani hingga menjadi penolong petani.

“Menjadi petani itu sebuah kemuliaan. Selain tonggak bagi kehidupan jutaan orang, petani juga memiliki masa depan yang cerah. Ini sebuah pekerjaan yang penuh berkah,” kata Nurkhalis.

Selama diskusi, banyak pertanyaan yang disampaikan kepada Nurkhalis, khususnya soal pengayaan Sumber Daya Manusia (SDM), Bibit, Asintan dan pupuk. Termasuk bagaimana memperjuangkan kesejahteraan petani.

Pilus, salah seorang petani di Kinawai menanya bagaimana cara Nurkhalis meningkatkan kesejahteraan petani ditengah banyaknya mafia pertanian dan persoalan lahan.
Mendengar hal itu, Nurkhalis menjawab sebagai ketua Gempita Sumbar, dirinya sudah memprogramkan rumah petani di setiap Kota dan Kabupaten. Disana menjadi sentral pemecahan seluruh persoalan bagi petani bersama para mahasiswa.

“Duduk atau tidaknya saya menjadi anggota DPD RI, program rumah petani ini akan tetap dijalankan. Namun, kecepatan dan keluwesan untuk bekerja pasti akan sangat berpengaruhi jika duduk di DPD RI, karena memiliki kekuasaan,” kata Nurkhalis.

Baginya rumah petani ini adalah rangkaian perjuangan yang sudah dimulai sejak 13 tahun silam. Di rumah petani ini akan ada wadah perjuangan dalam bentuk bantuan hukum untuk petani, memodernisasi alat pertanian dan penguatan lembaga petani.

“Sejak tahun 2006, saya sudah berjuang untuk petani. Hanya saja perjuangan saya waktu itu masih dalam ruang lingkup kecil, yaitu di Kabupaten Limapuluh Kota. Barulah pada 5 tahun terakhir bisa memperjuangkan petani Sumatera Barat melalui beberapa organisasi petani , termasuk Gempita Sumbar,” kata Nurkhalis.

Hanya saja selama berjuang untuk petani, Nurkhalis tidak sempat melakukan pencitraan seperti para negarawan maupun elite bangsawan. Faktor inilah yang membuat nama Nurkhalis hanya harum di kalangan petani, bukan di kalangan umum.

Buktinya, Nurkhalis beberapa kali mendapat penghargaan atas usaha dan perjuangannya di dunia pertanian. Mulai dari Pemuda Award dalam kategori Pegiat Petani dari Menteri Pemuda dan Olahraga pada Maret 2018, Piagam Penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat sebagai pemuda pegiat petani pada April 2018 dan prestasi pemuda tani terbaik se-Indonesia dari Kementerian Pertanian.

“Penghargaan ini didapat setelah saya berhasil membuat lahan tidur menjadi produktif dengan jagung,” ujarnya. Sampai pukul 13.00 WIB, diskusi diakhiri dengan pelukan dari para petani yang hadir mendengarkan semangat, inovasi dan obsesi Nurkhalis ini. kemudian Nurkhalis mengajak petani untuk melakukan penanaman bibit jagung di ladang masyarakat. (rel)