29 C
Padang
Selasa, Juni 18, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Halal Bihalal Guru PAI se-Kab. Solok Bersama Ka. Kankemenag dan Eks. Ka. Kanwil
H

- Advertisement -

Kabupaten Solok, beritasumbar.com – Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama Kabupaten Solok mengadakan acara halal bihalal guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Solok dengan tema “Kembali Suci, Pererat Silaturrahmi dan Tingkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam yang Unggul”.

Acara halal bihalal kali ini bertepatan juga dengan wirid rutin Pemda Kab. Solok. Tausiyah dan pembinaan disampaikan oleh Eks. Ka. Kanwil Kemenag Sumbar dan Sumut, Buya Drs. H. Syahrul Wirda, M.M di Islamic Centre Darussalam Koto Baru. Jum’at (26/04/2024)

Dalam tausiyahnya, H. Syahrul Wirda menyampaikan bahwa setiap orang yang masuk ke dalam masjid akan merasakan ketenangan dalam jiwanya, jika ada yang merasa gelisah, pertanda ada yang bermasalah dalam diri orang tersebut.

“Dalam masjid kita akan memperoleh 4 hal, yaitu ketenangan, dipayungi para Malaikat, Rahmat Allah menyebar dalam masjid, dan kita akan dibanggakan oleh Allah terhadap penduduk langit,” ujar Buya Syahrul Wirda

Dalam pembinaan kepada guru PAI, eks. Ka. Kanwil Kemenag Sumatra Barat dan Sumatra Utara itu berpesan 5 hal

“Pertama, perlu untuk memperbaharui niat. Secara keilmuan, guru saat ini sudah hebat di bidangnya karena wajib memiliki pendidikan minimal S1, maka yang perlu dipahami ialah guru bukan sekadar pengajar tetapi juga pendidik. Guru adalah orang yang sangat terhormat dan mulia. Sampaikan ilmu dan mendidiklah dari hati, bukan sekadar melepas tanggung jawab,” pesannya

“Kedua, guru PAI perlu untuk update ilmu, ikuti perkembangan dan kemajuan zaman guna menunjang fasilitas dalam mencapai tujuan pembelajaran, tanpa meninggalkan dasar-dasar. Guru PAI harus memiliki kemampuan secara ilmu juga praktik agar maksimal dalam mengajar, sehingga guru harus update ilmu,” lanjutnya

“Ketiga, Harus menampilkan Islam yg rahmatan lil ‘alamiin. Keempat, segera antisipasi jika ada penyimpangan-penyimpangan terjadi pada siswa. Kelima, jaga profesionalitas,” ujar H. Syahrul

Pada kesempatan itu, eks. Ka. Kankemenag Kab. Solok tersebut juga berpesan agar guru dapat meninggalkan aktivitas yang lain ketika mnghadapi anak didik

“Serius dan fokuslah ketika mengajar dan mendidik siswa, jangan sampai ada guru yang sibuk main HP dalam waktu mengajar,” tegasnya

Ia berharap agar guru PAI Kab. Solok dapat menjaga komitmen bersama untuk melahirkan anak didik yang berakhlakul karimah, menjadi generasi emas di masa yang akan datang.

Pada kesempatan yang sama, staff ahli mewakili Bupati Solok mengucapkan selamat hari raya ‘idl fitri 1445 H. mohon maaf lahir dan bathin,

Senada dengan pesan apa yang disampaikan Buya Syahrul Wirda, Bupati juga berpesan agar guru PAI Kab. Solok dapat menjadi penerang bagi generasi masyarakat Kab. Solok

Ka. Kankemenag Kab. Solok, H. Zulkifli, S.Ag., M.M dalam arahannya menyampaikan 3 langkah yang harus disiapkan oleh guru PAI dalam mengemban amanah sebagai guru agama,

“Guru agama harus mempunyai strategi dengan membangun jejaring kerja antar sesama guru, dengan waka kesiswaan, dengan Kepala KUA dan penyuluh agama. Kedua, melakukan pendekatan dan kerja sama dengan pihak ketiga, misalnya dengan BAZNAS, BPD Syari’ah, dan lainnya. Ketiga, guru PAI harus bisa menjadi Agen of change, king of king dalam pembinaan keagamaan dalam masyarakat, guru PAI  harus bisa tampil,” terang H. Zulkifli

Ka. Kankemenag tersebut juga menaruh harapan penuh kepada para guru PAI Kab. Solok. Ada 5 yang diharapkan Kemenag terhadap guru PAI

Pertama, memastikan aqidah anak didik kuat, imannya kokoh, dan tauhidnya mntap. Kedua, ibadah mereka tertuntun dengan baik dan rapi agar anak punya dasar yang kuat dan bacaan serta pemahaman yang baik dalam beribadah

Ketiga, akhlak terbangun dengan baik, pemahaman agama anak-anak diluruskan dengan benar. Keempat, guru PAI harus memiliki public speaking yang bagus, dan kelima ialah membangun public relation, hubungan baik dengan masyarakat, sejawat, dan wali murid atau orang tua siswa. Sehingga pengawalan anak bisa dilakukan semua pihak.

“InsyaAllah dengan menerapkan 5 hal tersebut maka pendidikan agama di Kab. Solok akan melahirkan generasi Qur’ani menuju masyarakat madani dan bermuara pada Negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ujar Ka. Kankemenag menutup arahannya.

Mewakili Ketua panitia kegiatan halal bihalal guru PAI Kab. Solok 1445 H, Bukhari, S.Ag., M.A mengucapkan terima kasih atas kehadiran Buya Drs. H. Syahrul Wirda, M.M, staff ahli Bupati, Ka. Kankemenag, Ketua Baznas, dan seluruh jajaran pegawai struktural dan fungsional Pemda juga Kemenag Kab. Solok serta guru PAI se Kab. Solok.

“Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu, Ustadz/Ustadzah dalam pelaksanaan acara kita ini,” ujarnya.

Acara halal bihalal kali ini bertepatan juga dengan wirid rutin Pemda Kab. Solok. Acara ini dihadiri oleh staff ahli Bupati Solok, Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok, Ketua Baznas Kab. Solok, Kasi Pendidikan Madrasah, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kab. Solok, Pegawai struktural dan fungsional di lingkungan Pemda dan Kemenag Kab. Solok.

Tampak hadir juga dalam kesempatan tersebut para ketua dan pengurus forum-forum guru PAI sekolah dan madrasah tingkat SD/MI hingga SMA/MA se Kab. Solok, serta diikuti oleh seluruh guru PAI tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dari 14 Kecamatan di Kabupaten Solok. (Fitria)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img