26 C
Padang
Selasa, Juli 16, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Mengolah Limbah Menjadi Pupuk Organik
M

Kategori -
- Advertisement -

Oleh:Dr. Silvia Permata Sari, SP., MP.
Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Jangan sepelekan urusan limbah. Asal buang bikin masalah. Sebaiknya diolah atau daur ulang lagi menjadi bahan yang berguna. Seperti menjadikan limbah pupuk organik dan dapat dimanfaatkan buat bercocok tanam.

Selama ini kita kalau urusan limbah hanya berkata buang saja. Begitulah sekiranya kebanyakan masyarakat memperlakukan limbah, karena dianggap dapat menyebabkan bau dan menganggu, terlebih apabila limbah dibuang secara sembarangan. Namun, tidak semua limbah yang tak memiliki manfaat, limbah organic dari sampah dapur berupa sayur-sayuran misalnya, atau limbah pertanian seperti tongkol jagung, pelepah sawit, serta bagian-bagian tanaman lainnya.

Limbah dapat bermanfaat apabila ditangani dengan orang yang tepat untuk menjaga kelestarian, lingkungan dan bahkan bisa menambah pundi-pundi keunagan. Pak Suyono Namanya, beliau merupakan ketua alah sati poktan di Kabupaten Pasaman Barat, beliau hanya lulusan sekolah dasar (SD) yang berhasil membawa Namanya dan juga usaha yang diritisnya ke Tingkat nasinal. Lalu apa yang dilakukan pak Suyono? Sederhana saja, berawal melihat limbah pertanian yang sangat banyak dan dibiarkan setelah panen atau hanya dibakar saja, beliau memiliki ide cemerlang untuk memanfaatkannya.

Limbah pertanian berupa tongkol jagung dan pelepah sawit yang didapatkannya dari petani yang selesai panen kemdian di letakkan di kandang ternak sapinya, Ajaib! Aroma busuk dari kotoran sapi berkurang. Setelah di rasa cukup perbandingan limbah dengan kotoran sapi pak Suyono kemudian memprosesnya. Tak hanya itu, untuk campuran beliau juga memanfaatkan sabut kelapa dan airnya, gula, kulit buah, dan limbah pertanian untuk dijadikan POC dan EM4 yang kemudian diaduk rata dengan tongkol jagung atau pelepah sawit yang telah dipenuhi kotoran ternak, setelah tercampur kemudian dilakukan penggilingan agar halus atau terkadang tidak, dan voila! Pupuk kompos yang kaya akan nutrisinya dan hara untuk tanaman pun jadi.

Awalnya petani tidak ada yang berminat untuk mencoba pupuk kompod yang di produksi pak Suyono, dan memilih menggunakan pupuk kimia. Dan pak Suyono memberanikan diri untuk memberikan pupuk kompos buatannya kepada petani dengan Cuma-Cuma untuk membuktikan bahwa kompos yang dibuatnya sangat bermanfaat dan mempengaruhi pertumbuhan serta hasil tanaman budidaya. Singkat cerita ternyata para petani ketagihan untuk menggunakan kompos Pak Suyono karena merasakan manfaatnya yaitu tanamannya menjadi lebih subur dan bagus, serta ramah lingkungan. Setelah itu, tak jarang para petani yang bahkan membli kompos berkarung-karung atau bahkan menggunakan mobil truk. Karena para petani sangat mendukung dan selalu memberikan limbahnya secara gratis kepada pak Suyono, tak jarang pak Suyono juga membayar limbah-limbah tersebut supaya saling menguntungkan.

Nah menarik bukan? Tidak hanya hasil panen dari tanaman budidaya yang bermanfaat namun, sampai ke laimbahnya segala! Dari alam dan Kembali ke alam bermanfaat, memertebal dompet, serta manusia dan lingkungan pun sehat.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img