31 C
Padang
Selasa, Desember 7, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Walikota Ali Yusuf Ajak Warga Maknai Pancasila
W

Kategori -
- Advertisement -

Sawahlunto – Wali Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Ali Yusuf mengimbau warga masyarakatnya memaknai Pancasila secara menyeluruh, serta mengamalkan nilai-nilai luhurnya sebagai dasar pengabdian untuk negara.

“Penerapannya juga harus diiringi semangat cinta tanah air dan memiliki rasa kebanggaan menjadi bagian dari bangsa yang besar ini,” kata dia di Sawahlunto, Senin.

Menurut dia, perilaku hidup bergotong royong, saling hormat menghormati serta sikap tegas dalam menjaga keutuhan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adalah modal utama yang harus dijaga keberlangsungannya di setiap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia mengatakan, pada era pemerintahannya berbagai upaya terus dilakukan dalam membangkitkan kembali rasa cinta tanah air, salah satunya dengan mewajibkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya, di setiap awal kegiatan oleh jajaran Pemerintah Kota Sawahlunto.

“Tujuannya adalah untuk mengingatkan keberadaan kita semua sebagai rakyat dari sebuah negara yang merdeka, dan harus dibela kehormatannya melalui karya-karya yang dilahirkan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat luas,” kata dia.

Kemudian, lanjutnya, pembangunan mental yang berkarakter Pancasila juga dituangkan dalam program Magrib Mengaji, serta imbauan untuk berprilaku hidup bersih dan bergotong royong membersihkan lingkungan.

Khusus bagi unsur di Pemkot Sawahlunto, pihaknya juga membentuk tim khusus untuk memantau bagaimana prilaku hidup bersih dan program magrib mengaji itu, juga dilaksanakan secara rutin oleh seluruh aparatur sipil negara di kota itu.

“Bagi yang kedapatan tidak melaksanakan, akan diberi teguran dan sanksi lainnya karena mustahil mengharapkan kepatuhan dari masyarakat kalau aparaturnya tidak memberikan contoh yang baik,” tegasnya.

Menurut dia, ketika semangat cinta tanah air sudah melekat kuat sebagai karakter bangsa, ditambah dengan keberanian dan semangat untuk melahirkan karya-karya besar dalam mengisi pembangunan oleh seluruh pihak, tentu akan menjadikan negara Indonesia semakin jaya dan berwibawa sebagai negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Tujuan itulah yang terkandung dalam Pancasila dalam kedudukannya sebagai falsafah hidup bangsa serta sumber dari segala sumber hukum,” kata dia.

Tepat hari ini, 1 Juni, Negara Republik Indonesia memperingatinya sebagai hari kelahiran dasar negara, Pancasila, yang merupakan rumusan dari nilai-nilai kehidupan rakyat Indonesia, sejak dahulunya.

Pancasila diperkenalkan pertama kalinya melalui pidato Ir Soekarno, pada rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” oleh mantan Ketua BPUPKI, Dr Radjiman Wedyodiningrat, dalam kata pengantar buku berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.

Waktu itu, Pancasila yang diperkenalkan terdiri dari lima pokok pikiran, yakni berketuhanan yang maha esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, bersatu dan teguh menjaga persatuan sebagai bangsa Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam kehidupan demokrasi, serta tekad mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia yang merdeka dan bebas dari pejajahan bangsa lain.

 

Sumber: Antara/Oleh Eko Fajri
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img