27 C
Padang
Senin, Maret 4, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Keperawatan Unand Edukasi Masyarakat Tengan Penanganan Diare Menggunakan Metoda BRAT
T

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Ns. Muthmainnah, M.Kep

Diare masuk kedalam 10 penyakit paling mematikan di dunia dari semua umur dengan menduduki peringkat ke-8 dan diare menjadi penyebab menurunkan usia harapan hidup sebesar 1,97 tahun pada penderitanya. Pada negara berkembang termasuk Indonesia, anak-anak usia di bawah 3 tahun rata-rata mengalami 3 episode diare pertahun. Setiap episodenya, diare akan menyebabkan anak kehilangan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh, sehingga diare merupakan penyebab utama malnutrisi pada anak dan menjadi penyebab kematian kedua pada anak.

Peningkatan kasus diare akut sebesar 138 kasus di akhir tahun 2022, dimana salah satunya berada pada wilayah kerja Puskesmas Pauh yang melaporkan kasus diare sebanyak 11 kasus dalam satu minggu terakhir. Puskesmas Pauh masuk ke dalam lima wilayah tertinggi yang mengalami peningkatan kasus diare di Kota Padang. Saat terjadi diare, kemampuan tubuh dalam mencerna makanan menjadi lebih terbatas. Salah satunya terjadinya penurunan fungsi usus dalam penyerapan nutrisi dan pembentukan tinja, sehingga diperlukan pola makan khusus yang sesuai dan direkomendasikan untuk mengurangi gejala diare itu sendiri. Pola makan yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diare adalah makanan yang memiliki rendah serat, tetapi mudah dihaluskan sehingga tidak memberatkan kerja organ pencernaan namun tetap dapat memadatkan tinja.

Salah satu metode diet makanan rendah serat yang dianjurkan untuk menangani diare akut adalah Diet BRAT. BRAT merupakan akronim dari Banana, Rice, Applesauce, dan Toast. Keempat jenis makanan ini mudah untuk dicerna dan dikonsumsi dan serat yang terkandung di dalamnya dapat membantu mengeraskan feses saat terjadi diare. Roti dan nasi pada diet BRAT sebagai sumber karbohidrat sederhana. yang mudah dicerna dan sebagai sumber energi. Sedangkan pada pisang dan apel merupakan buah yang kaya akan potassium dan berkhasiat untuk membantu penyerapan air pada feses, sehingga feses yang keluar semakin padat dan tidak terlalu encer. Selain itu apel juga mengandung senyawa pectin yang dapat membantu meringankan diare.

Tim Pengabdian Masyarakat FKep Unand menggelar edukasi terkait penanganan diare pada anak menggunakan metode BRAT. TPM memberikan edukasi kepada ibu-ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh (Paud Semai Benih Bangsa Palimo). Untuk mendukung penanggulangan diare, dosen Fakultas Keperawatan Unand bersama mahasiswa bergerak mengedukasi Masyarakat agar mengetahui penanganan diare di rumah melalui power point, leaflet dan tanya jawab. Dalam program tersebut hadir di Paud Semai Benih Bangsa Palimo sekitar 30 orang Masyarakat. Respon Masyarakat sangat positif dan bertanya tentang penanganan diare.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img