KUALA LUMPUR, Beritasumbar.com — Terengganu, Malaysia, menjadi tujuan puluhan delegasi pariwisata dari Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara. Mereka datang bukan sekadar berwisata, melainkan memburu pengalaman dan mempelajari pengelolaan bisnis homestay yang berkembang di negeri jiran itu.
Sebanyak 47 delegasi dari kalangan media, perguruan tinggi, agen perjalanan, hingga kreator konten mulai berdatangan melalui Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Terminal 1 dan 2, Senin, 26 Oktober 2026. Mereka akan mengikuti FAM Trip Darul Iman dan ASEAN Youth Forum 2026 yang digelar Koperasi Homestay Teluk Ketapang Berhad di Bandar Raya Terengganu, Malaysia, pada 26–29 Oktober 2026.
Presiden Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Mohd. Azmi bin Abdul Aziz, mengatakan para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Aceh Barat, Sumatera Barat, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Makassar.
Delegasi tersebut melibatkan Perhimpunan Homestay Sumatera Barat (PHSB), Indonesia Homestay Association (IHSA), serta perwakilan Universitas Trisakti Jakarta. Peserta dari Thailand Selatan, Timor-Leste, dan Singapura juga turut ambil bagian.
“Sebagian besar peserta sudah mendarat di KLIA Terminal 1 dan 2. Selanjutnya, mereka berangkat bersama-sama menuju Terengganu untuk mengikuti rangkaian kegiatan,” kata Azmi kepada Beritasumbar.com di Kuala Lumpur, Senin, 26 Oktober 2026.
Hanya Biaya Tiket Akomodasi Gratis
Azmi menambahkan, para delegasi selama kegiatan diberikan akomodasi penginapan di berbagai homestay Teluk Ketapang dan makan siang serta malam. “Delegasi hanya dibebankan biaya tiket perjalanan pulang pergi. Untuk transportasi dan akomodasi selama di Malaysia ditanggung penyelenggara.” Ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya promosi pariwisata Malaysia melalui kampanye Visit Malaysia 2027 (VM2027) dan Visit Truly Terengganu 2027. Selain memperkenalkan destinasi, kegiatan tersebut membuka ruang pertemuan bisnis antarpelaku industri pariwisata lintas negara.
FAM Trip dan ASEAN Youth Forum 2026 dijadwalkan dibuka secara resmi pada Selasa, 27 Oktober 2026, oleh Pejabat Kepala Kepariwisataan Bandar Raya Terengganu, YM Dato Tengku Mohd. Arifin bin Tengku A. Rahman. Sejumlah pemangku kepentingan pariwisata juga dijadwalkan menghadiri acara tersebut.
Melihat Langsung Terengganu Kembangkan Pariwisata
Bagi peserta dari Indonesia, agenda ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana pariwisata Terengganu dikembangkan dan dipasarkan.
Dewi Sartika dan Dewi Sakira, peserta dari biro perjalanan di Padang, mengatakan ketertarikan mereka berangkat ke Terengganu berangkat dari keinginan mempelajari perkembangan industri pariwisata daerah tersebut. Mereka menilai promosi pariwisata Terengganu semakin gencar dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Ketua PHSB, Desmi Irianti, berharap kegiatan tersebut memberi dampak nyata bagi pertumbuhan usaha homestay di Sumatera Barat. Keikutsertaan PHSB, menurut dia, sekaligus menjadi langkah untuk melanjutkan kerja sama dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang.
“Kami tertarik mengetahui bagaimana pengelolaan bisnis homestay dilihat dari berbagai aspek ekonominya,” ujar Desmi.
Ketua IHSA Sumatera Barat, Rukmawati, juga menyatakan ketertarikannya mendalami keberhasilan Koperasi Homestay Teluk Ketapang dalam membangun bisnis homestay melalui skema business to business (B2B).
Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk dikaji dan menjadi referensi bagi pengembangan usaha homestay di Sumatera Barat, terutama dalam memperluas jaringan pasar dan membangun kemitraan bisnis.
Melalui pertemuan lintas negara ini, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman perjalanan, tetapi juga gagasan dan peluang kerja sama yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. Bagi pelaku homestay Indonesia, Terengganu menjadi ruang belajar untuk melihat bagaimana promosi destinasi, pengelolaan usaha, dan jejaring bisnis dapat berjalan beriringan dalam menggerakkan pariwisata.***
Sebanyak 47 delegasi dari kalangan media, perguruan tinggi, agen perjalanan, hingga kreator konten mulai berdatangan melalui Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Terminal 1 dan 2, Senin, 26 Oktober 2026. Mereka akan mengikuti FAM Trip Darul Iman dan ASEAN Youth Forum 2026 yang digelar Koperasi Homestay Teluk Ketapang Berhad di Bandar Raya Terengganu, Malaysia, pada 26–29 Oktober 2026.
Presiden Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Mohd. Azmi bin Abdul Aziz, mengatakan para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Aceh Barat, Sumatera Barat, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Makassar.
Delegasi tersebut melibatkan Perhimpunan Homestay Sumatera Barat (PHSB), Indonesia Homestay Association (IHSA), serta perwakilan Universitas Trisakti Jakarta. Peserta dari Thailand Selatan, Timor-Leste, dan Singapura juga turut ambil bagian.
“Sebagian besar peserta sudah mendarat di KLIA Terminal 1 dan 2. Selanjutnya, mereka berangkat bersama-sama menuju Terengganu untuk mengikuti rangkaian kegiatan,” kata Azmi kepada Beritasumbar.com di Kuala Lumpur, Senin, 26 Oktober 2026.
Hanya Biaya Tiket Akomodasi Gratis
Azmi menambahkan, para delegasi selama kegiatan diberikan akomodasi penginapan di berbagai homestay Teluk Ketapang dan makan siang serta malam. “Delegasi hanya dibebankan biaya tiket perjalanan pulang pergi. Untuk transportasi dan akomodasi selama di Malaysia ditanggung penyelenggara.” Ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya promosi pariwisata Malaysia melalui kampanye Visit Malaysia 2027 (VM2027) dan Visit Truly Terengganu 2027. Selain memperkenalkan destinasi, kegiatan tersebut membuka ruang pertemuan bisnis antarpelaku industri pariwisata lintas negara.
FAM Trip dan ASEAN Youth Forum 2026 dijadwalkan dibuka secara resmi pada Selasa, 27 Oktober 2026, oleh Pejabat Kepala Kepariwisataan Bandar Raya Terengganu, YM Dato Tengku Mohd. Arifin bin Tengku A. Rahman. Sejumlah pemangku kepentingan pariwisata juga dijadwalkan menghadiri acara tersebut.
Melihat Langsung Terengganu Kembangkan Pariwisata
Bagi peserta dari Indonesia, agenda ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana pariwisata Terengganu dikembangkan dan dipasarkan.
Dewi Sartika dan Dewi Sakira, peserta dari biro perjalanan di Padang, mengatakan ketertarikan mereka berangkat ke Terengganu berangkat dari keinginan mempelajari perkembangan industri pariwisata daerah tersebut. Mereka menilai promosi pariwisata Terengganu semakin gencar dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Ketua PHSB, Desmi Irianti, berharap kegiatan tersebut memberi dampak nyata bagi pertumbuhan usaha homestay di Sumatera Barat. Keikutsertaan PHSB, menurut dia, sekaligus menjadi langkah untuk melanjutkan kerja sama dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang.
“Kami tertarik mengetahui bagaimana pengelolaan bisnis homestay dilihat dari berbagai aspek ekonominya,” ujar Desmi.
Ketua IHSA Sumatera Barat, Rukmawati, juga menyatakan ketertarikannya mendalami keberhasilan Koperasi Homestay Teluk Ketapang dalam membangun bisnis homestay melalui skema business to business (B2B).
Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk dikaji dan menjadi referensi bagi pengembangan usaha homestay di Sumatera Barat, terutama dalam memperluas jaringan pasar dan membangun kemitraan bisnis.
Melalui pertemuan lintas negara ini, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman perjalanan, tetapi juga gagasan dan peluang kerja sama yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. Bagi pelaku homestay Indonesia, Terengganu menjadi ruang belajar untuk melihat bagaimana promosi destinasi, pengelolaan usaha, dan jejaring bisnis dapat berjalan beriringan dalam menggerakkan pariwisata.***
