spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sonsong Harau to the World,Masyarakat Harau minta percepatan pembangunan
S

- Advertisement -
Wali Nagari Harau, Syukri Andi dalam sambutannya berharap, Pemkab bisa mendorong percepatan pengembangan kawasan pariwisata, mengingat bakal dijadikannya kawasan Nagari Harau sebagai salah satu destinasi wisata Sumatera Barat. “Kita bercita-cita, bagaimana Harau nanti benar-benar bisa menjadi daerah tujuan kunjungan wisata di Limapuluh Kota,” ungkap Wali Nagari Harau, Syukri Andi.
Selain puluhan tokoh masyarakat, pisah sambut antara Pjs Wali Nagari yang lama, Firdaus, dengan Wali Nagari yang terpilih, Syukri Andi, turut dihadiri oleh wali nagari se Kecamatan Harau. Tak ketinggalan tokoh masyarakat Kecamatan Harau yang juga sekretaris Partai PKB, Mai Nanda.
Mendengar harapan para tokoh masyarakat, Wakil Bupati Ferizal Ridwan, mengaku akan menindaklanjutinya. Pemkab, katanya, serius ingin melakukan pengembangan kawasan destinasi wisata Harau sebagai salah satu tujuan kunjungan wisata ke Limapuluh Kota. “Bahkan di dalam visi-misi dan RPJMD kita ke depan, sudah dimasukkan, program Harau Menuju Dunia,” sebut Ferizal.
Sebab, menurut Ferizal, selama ini orang-orang dari daerah lain di tingkat nasional hingga ke mancanegara, lebih mengenal nama Harau ketimbang nama Limapuluh Kota. Harau, sebutnya, juga sudah dicantumkan ke dalam Perda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah, guna mengakomodir setiap program yang bersumber dari APBD daerah Limapuluh Kota, provinsi atau APBN di pusat.
Wabup Ferizal juga mengaku, sudah melakukan beberapa kali pembahasan dengan stake holder terkait hingga pihak provinsi terhadap rencana program pengembangan pariwisata. Dia berharap, masyarakat Harau nantinya juga bisa mendukung penuh, setiap program wisata yang akan berjalan.
“Termasuk kompetensi seni-budaya yang akan kita gerakkan melalui program kegiatan pendidikan. Seperti gerakan bahasa inggris gratis untuk semua. Bagaimana pun, nilai jual pariwisata di suatu daerah tentunya harus dimulai dari masyarakat, bagaimana potensi seperti seni-budayanya, kuliner atau obyek lain yang menjadi minat kunjungan wisatawan,” tutur Ferizal.
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img