25.9 C
Padang
Rabu, Januari 26, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sebungkus ES Cindua “Merubah Tangis Menjadi Senyum” Pada Program Jumat Barokah.
S

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, BeritaSumbar.com,–Apapun bisa dilakukan seseorang, yang penting ada kemauan dan usaha yang maksimal. Seperti yang dikerjakan oleh seorang Bapak yang bernama Fadhlur Rahman Ahsas, yang hari ini menjadi penggerak UMKM dengan melakukan berdagang ES Cindua Sagu Abak dengan berkeliling memakai motor buntutnya.

Melihat kesungguhan dan keuletan sosok tokoh muda ini, dengan langsung terjun kejalan untuk mencari rezeki demi menafkahi anak istri. Mendapat banyak perhatian semua kalangan.

Fadhlur Rahaman Ahsas yang acap disapa Gus Lur, menjelaskan dimasa pandemi ini membawa keterbatasan ruang gerak dan juga perekonomian, maka pengaruh besar pandemi terhadap ekonomi ini, membuat kita lebih kreatif, inovatif dan tak ada yang harus kita batasi untuk sebuah nilai perjuangan. Nah, dimasa pandemi ini hanya UMKM lah sebuah pertahanan ekonomi kerakyatan menjadi solusi dalam perekonomian.

“Dimasa pandemi ini membawa kita harus berani bertindak yang mungkin mustahil bagi kita. Namun disanalah jalan untuk kita meraih rezeki demi sesuap nasi. Dengan itu saya memberanikan untuk berdagang keliling pakai motor ES Cindua Sagu Abak alias jemput bola. Berkat dukungan penuh kawan kawan, dari banyak kalangan menjadikan kita kuat dan berani untuk bergerak dalam dunia UMKM ini, jelas Gus Lur.
Dalam waktu dua minggu ES Cindua Sagu Abak disentero dunia maya menjadi viral dan melahirkan banyak tokoh nasional peduli terhadap kondisinya. Alhasil 250 Cup/porsi ES Cindua Sagu Abak diborong dengan syarat dibagikan ke anak yatim, fakir miskin serta kaum duafa serta sekaligus pembagian masker gratis.
Maka berawal dari itu, Fadhlur Rahman Ahsas melahirkan program UMKM dengan tema “Sebungkus ES Cindua Merubah Tangis Menjadi Senyum” pada setiap hari jumat dengan penuh keberkahan.

Dengan terkumpulnya donasi, tepat pada hari Jumat pada tanggal 23 Juli 2021 gerakan kemanusian itu langsung disalurkan ke anak yatim di Panti Asuhan Nagari Tanjung. Tak kalah pentingnya gerakan kemanusian ini didampingi dua Organisasi Pemuda terbesar di negara ini yakni PC GP Ansor Sijunjung dan PD Pemuda Muhammadiyah Sijunjung serta Ormas Intelktual PC ISNU Kabupaten Sijunjung.

Yose Rizal sebagai wakil ketua PC GP Ansor Sijunjung yang mendampingi langsung gerakan Jumat Barokah, menjelaskan bahwa gerakan kemanusian yang dimulai Gus Lur ini adalah hal yang amat sederhana tapi sulit untuk dilakukan karena ini perlu mental dan kretaifitas yang hebat.

“Saya selaku kader GP Ansor Sijunjung sampai hari ini mendampingi sosok panutan kami dan sang penggerak serta penuh dedikasi. Hingga melihat Gus Lur hari ini mengajarkan kami tentang sebuah pembelajaran kader harus mempunyai mental kuat dan tangguh walaupun kondisi pahit dan kejam” jelasnya.

Sementara itu, Aldo Yendi Coal Wakil Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Sijunjung dan pengurus PC ISNU Kabupaten Sijunjung Pri Menix Dey saat mendampingi gerakan itu, berbicara lain bahwa ES Cindua Sagu Abak sosok anti-tesis yang tidak bisa ditebak setiap langkah perjuangannya. Namun selalu memiliki nilai perjuangan dan kemanusian kendatipun ia dengan kondisi sangat terpuruk.

“Kami mengapresiasi gerakan beliau yang sangat anti tesis, alias susah ditebak dan butuh mental kuat. Dengan kondisi real, beliau menghidupi anak dan istri tapi tak lupa saling peduli pada nilai perjuangan dan kemanusian ditambah dukungan para senior hingga ES Cindua Abak menjadi pemersatu bangsa. Nah, ini jelas sebuah kepdulian terhadap aktivis yang panutan” paparnya dengan serius

Dengan demikian Primenix Dey menambahkan gerakan “Merubah Tangis Menjadi Senyum” yang dipelopori para donatur melalui ES Cindua Abak, sangat berpengaruh nyata terhadap sikologi masyarakat pada masa wabah pandemi yang menghujam perih. Ucapan terima kasih kepada donatur yang selalu perhatian terhadap nilai kemanusian wabilkusus peduli terhadap aktivis mempunyai dedikasi tinggi.

“Alhamdulillah, 50 Cup/porsi sekaligus pemberian masker gratis yang telah diberikan kepada anak yatim dan kaum duahafa, ini sungguh realita mulai dari yang sederhana, namun hasil saya menilai sangat luar biasa. Terima kasih donatur, peduli terhadap kemanusian apalagi peduli terhadap perjuangan sosok aktivis panutan ini” pungkas sosok aktivis nasional yang pernah menjadi Ketua PB HMI.( Alim)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img