25.2 C
Padang
Selasa, Juli 27, 2021
Beritasumbar.com

‘Palai Bada’ Pilkada

Kategori -

Oleh: Eddi Rusydi Arrasyidi*
[dropcap color=”#000000″ font=”0″]S[/dropcap]ebelum Pilkada serentak digelar pada 9 Desember 2015 kemarin, beredar sebuah opini yang cukup hangat di kalangan netizen atau pelaku media sosial. Provokasi ajakan untuk golput dari sebuah ormas Islam melalui media cetak yang diterbitkannya di setiap hari jum’at dan disebarkan di masjid-masjid di pelosok Nusantara.

Ormas ini memang sepengetahuan penulis, selalu bermain di tataran retorika. Opini yang disebarkan tidak jauh dari ranah anti demokrasi dan berujung pada penegakan Khilafah. Namun, ketika ditanya bagaimana prosesnya, jawabannya entah kemana.

Ibarat mau naik di balkon rumah untuk melihat ke seluruh sisi di bawah, tentunya kita harus naik ke atas memakai tangga atau bisa juga menggunakan tali untuk bergantung dan kemudian kita panjat sampai ke atas. Tapi kalau tidak tahu cara, tahunya cuma berteriak tentang kerja yang akan dilakukan jika sudah sampai ke atas balkon rumah, sama saja dengan bermimpi. Atau mengharap keajaiban langit agar dengan sekejap mata saat berdiri di bawah, tiba-tiba langsung berada di atas balkon rumah.

Kembali kepada ke topik opininya, tulisan dengan judul “Pepesan Kosong Pilkada Serentak” memang sangat tendensius, judulnya pun menyentak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ‘Pepesan’ adalah lauk yang dibuat dari ikan yang dirempahi dan dibungkus dengan daun pisang, kemudian dipanggang atau dikukus. Kalau bahasa Minangnya biasa kita namakan dengan ‘Palai’.

Pepesan kosong boleh diartikan sebagai pepes yang tidak berisi. Pemahamannya hanya menjadi sebuah onggokan daun pisang yang dipanggang atau dikukus hingga hangus. Tidak bisa dimakan justeru hanya menjadi sampah.

Bagi penulis dan tentunya kita sebagian besar masyarakat Minang, Palai Bada adalah sebuah pilihan makanan dalam rangka melepas selera tentang sesuatu yang memiliki citarasa berbeda. Meski proses pembuatannya di panggang yang membuat daunnya hitam dan berarang, tapi isinya tetap nikmat dengan ikan ‘bada’ yang dirempahi dengan rempah khas Minangkabu dan dilumuri dengan kelapa yang sudah diparut.

Bagi yang tidak suka dengan parutan kelapa yang dibumbui rempah, kita bisa memakan ikannya saja. Atau sebaliknya, tidak suka ikannya kita bisa memakan parutan kelapa yang dibumbui rempah. Enaknya tetap menggugah selera. Lalu apa kaitannya dengan Pilkada?

Pasca Pilkada serentak 9 Desember 2015 kemaren, kita bisa melihat bahwa masyarakat masih punya atensi untuk memberikan hak suara mereka kepada calon pemimpin yang bertarung dalam helat Pilkada 5 tahunan ini. Khususnya kita yang berada di provinsi Sumatera Barat, meski angka partisipasi masih di kisaran seperti pemilu ataupun pilkada sebelumnya, itu bisa saja disebabkan oleh aturan-aturan KPU yang tidak lagi memberikan ruang gerak dan sosialisasi kepada pasangan calon seperti Pilkada-Pilkada sebelumnya.

Namun, satu hal yang pastinya menjadi kebanggaan kita semuanya adalah bahwa pelaksanaan Pilkada bisa berjalan lancar, kecuali di beberapa daerah yang diputuskan untuk ditunda pelaksanaannya oleh KPU. Karena keputusan hukum terkait peserta Pilkada yang diputuskan oleh pengadilan.

Bagi sebagian besar kita, berarti sudah tidak lagi terbawa opini dan menganggap Pilkada hanyalah pepesan kosong belaka. Kita memahaminya sebagai sebuah esensi kebersamaan dalam membangun bangsa. Sebab, sebuah negeri tanpa pemimpin justru akan menjadi hampa.

Pemimpin yang kita pilih sesungguhnya adalah perwajahan rakyat atau masyarakat yang dipimpinnya. Kalau kita ingin memilih pemimpin yang baik, tentunya kita harus berpartisipasi dalam memberikan suara dan kemudian memilih dengan pertimbangan akal sehat kita berdasarkan sisi-sisi kebaikan calon yang ada. Dan, Alhamdulillah kita sudah membuktikannya.

Untuk saudara-saudaraku yang tergabung dalam ormas yang menyuarakan anti demokrasi dan anti Pilkada, penulis do’akan agar terbuka mata dan hatinya terhadap kondisi bangsa kita. Jangan anggap perhelatan demokrasi ini sebagai pepesan kosong dan kemudian menyerukan untuk menjauh dari sistem yang telah dibuat oleh para pemimpin-pemimpin dan para cendikia negeri ini.

Lihatlah Pilkada ini sebagai sebuah ‘Palai Bada’, meski hangus dan hancur kelihatan dari luarnya, tapi sungguh didalamnya ada pilihan citarasa yang bisa kita makan sebagai penggugah selera. Kalaupun tidak mau memakannya, tetaplah kita duduk bersama. Janganlah menjelek-jelekkan apa yang sedang ada dihadapan kami dan siap untuk kami santap bersama. Toh, tujuan kita kan tetap sama, setelah menikamati ‘Palai Bada’ kita akan kembali bekerja.

Kalaupun dari Pilkada terpilih pemimpin yang tidak pro terhadap Islam (agama mayoritas kita di ranah Minang ini), kami sudah berikhtiar untuk memilih pemimpin yang baik dalam pandangan kacamata kami. Namun perlu diingat, itu juga karena peran kalian yang tidak mau memberikan hak suara dalam memilih kepala daerah.

Mengutip perkataan Dr. Adhyaksa Dault, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga 2004-2009, “Khilafah pasti ada tanpa atau peran kalian. Dan, bukan hanya kalian yang mengklaim berjuang untuk tegaknya Khilafah. Maka biarkan mereka yang berjuang dengan caranya sendiri baik dari dalam sistem atau di luar sistem saling bahu membahu!!! Bukan dengan cara melemahkan perjuangan mereka dengan brosur-brosur, selebaran-selebaran yang memprovokasi orang Islam untuk tidak memilih dengan menyebarkannya di masjid-masjid dan musholah-musholah seperti yang kalian lakukan”.

Akhir kata, marilah kita berdo’a atas ikhtiar yang telah kita lakukan bersama, agar pemimpi yang terpilih adalah pemimpin yang mampu menjaga amanah, cinta terhadap agama dan budaya, serta berkemampuan dalam merangkul segenap elemen bangsa untuk sama-sama bahu membahu membangun negeri yang kita cintai ini. Hilangkan gesekan-gesekan yang sempat terjadi antar pendukung, tinggalkan fitnah-fitnah dan isu-isu yang tidak berguna yang bertujuan memecah belah kita. Kita nikmati Pilkada ini sebagai sebuah hidangan ‘Palai Bada’ yang kalupun tidak cukup, esok masih bisa kita tambah. Dan semoga ‘Pepesan Kosong’ saudara-saudara di ormas HTI, segera bermetamorfosa menjadi ‘Palai Bada’.

(* Penulis adalah Mantan Presidium Jaringan Intelektual Mahasiswa (JIM) PTAI se-Indonesia, beraktivitas di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kapolres Sijunjung Pimpin Gelar Patroli Skala Besar Pembagian Bansos Malam Ini

Sijunjung, BeritaSumbar.com,--Dalam rangka menggelar Patroli Skala Besar Pembagian Bansos pada malam hari ini Kamis malam, sesuai dengan Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh Polda dan Polres se-Indonesia untuk menggelar Apel dengan dilanjutkan melakukan patroli skala besar pembagian bantuan sosial (bansos).
- Advertisement -

Paket Tender Solok Selatan Rp299,2 juta Tanpa Ada Penawar

Padang Aro, beritasumbar.com - Satu paket tender di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Pagu dan Rp299,2 juta dinyatakan gagal karena tidak ada penawaran...

Khutbah Arafah Di Masjid Namirah

Khutbah Arafah dari Masjid Namirah tanggal 9 Dzulhijjah 1442 Hijriyyah/19 Juli 2021 Masehi disampaikan oleh Fadhilatu Syaikh Dr. Bandar bin Abdul Aziz Balilah Hafizhahullah (semoga Allah menjaganya).
- Advertisement -

ACT Cabang Pasaman Barat Salurkan 10 Ekor Sapi Qurban

Pasaman Barat. BeritaSumbar.com,- Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) Cabang Pasaman Barat mendistribusikan 10 ekor sapi Qurban untuk masyarakat berbagai daerah di Pasaman Barat. Pendistribusian dilakukan dari tanggal 20 sampai 23 Juli 2021.

Kakankemenag Padang Panjang Lansung Menyembelih Hewan Qurban di Hari Tasyrik

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang H. Gusman Piliang bersama seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kankemenag Kota Padang Panjang melaksanakan Penyembelihan Hewan Qurban 1442 Hijriyyah / 2021 Masehi di Lapangan Parkir Kankemenag Kota Padang Panjang, Rabu (21/07/2021)
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.
- Advertisement -