SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Kepengurusan baru Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Sawahlunto mulai menatap Pemilu 2029. I Made Safari Oktaria dipercaya memimpin partai itu untuk periode 2026–2031, menggantikan Adi Ikhtibar.
Pergantian kepemimpinan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP PPP Nomor 0514/SK/DPP/C/VI/2026. Bagi PPP Sawahlunto, perubahan kepengurusan bukan sekadar pergantian posisi.
Partai harus menyiapkan struktur hingga tingkat kecamatan dan ranting untuk menghadapi tahapan Pemilu 2029, termasuk verifikasi faktual sebagai salah satu syarat menjadi peserta pemilu.
Mantan Ketua DPC PPP Sawahlunto yang kini menjabat Ketua Majelis Pakar DPW PPP Sumatera Barat, Adi Ikhtibar, meminta kader tidak menjadikan pergantian kepemimpinan sebagai sumber perpecahan.
Menurut dia, PPP harus tetap menjadi ruang perjuangan untuk kebaikan sekaligus sarana bagi kader memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
“I Made Safari merupakan Ketua DPC yang baru. Untuk itu, setiap kader harus menghormatinya dan saling menjaga kebersamaan untuk meraih kesuksesan di masa datang,” ujar Adi.
Ia mengatakan tantangan PPP menuju Pemilu 2029 tidak ringan. Partai perlu memastikan kelengkapan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan agar dapat memenuhi persyaratan sebagai peserta pemilu.
Ketua DPC PPP Sawahlunto I Made Safari mengatakan dirinya tidak ingin perubahan kepengurusan memutus program-program lama yang masih relevan. Ia memilih melanjutkan hal-hal baik sembari melakukan penyesuaian dengan kebutuhan organisasi.
“Saya ingin menyatukan kekuatan, soliditas, dan kebersamaan demi membangun partai agar bisa lebih berdaya guna dalam membangun Sawahlunto lebih baik dan maju melalui perjuangan PPP,” kata I Made.
Ia menilai kerja bersama menjadi kunci agar PPP mampu memperkuat posisi politik sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat Sawahlunto.
Wakil Ketua Korwil Sumbar VI PPP, H. H.Jaswandi, meminta konsolidasi tidak berhenti di tingkat DPC. Struktur partai, kata dia, harus diperkuat hingga tingkat ranting sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Ia juga meminta setiap persoalan internal diselesaikan melalui forum partai, bukan dibawa keluar.
“Kita harus bersatu. Setiap persoalan yang muncul mari kita selesaikan dalam satu meja,” ujarnya.
Menurut Jaswandi, PPP juga harus lebih aktif menyerap aspirasi masyarakat. Ia meminta DPC menggelar rapat secara berkala, setidaknya sekali dalam tiga bulan, untuk menghimpun berbagai persoalan yang kemudian dapat diperjuangkan melalui jalur politik.
Salah satu ruang perjuangan itu, kata dia, berada dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di DPRD Sawahlunto. “Serap dan sampaikanlah aspirasi rakyat tersebut masuk dalam KUA -PPS,” ucapnya
Di DPRD Sawahlunto, PPP masih memiliki modal politik yang cukup kuat. Ketua Fraksi PPP DPRD Sawahlunto, Nurilman, mengatakan partainya telah mempertahankan kursi pimpinan legislatif selama beberapa dekade.
“Kita ini partai besar dan berpengalaman. Saat ini ada empat kursi yang berhasil kami raih berkat perjuangan dan kebersamaan,” ujar Nurilman.
Ia meminta capaian tersebut tidak membuat kader berpuas diri. Konsolidasi harus terus dilakukan agar perolehan kursi PPP pada Pemilu 2029 dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
Susunan DPC PPP Sawahlunto 2026–2031
Dalam kepengurusan baru, I Made Safari Oktaria, S.H. menjadi ketua dan Yulius Marcos, S.AP. sebagai sekretaris. Posisi wakil sekretaris ditempati Muthia Annisa Putri dan Laily Alvionita.
Erlia Devita menjadi bendahara, dengan Revanda Utami Vininta dan Ermalia sebagai wakil bendahara. Untuk bidang fungsional, Wakil Ketua Bidang OKK I dijabat Normansyah Dharma Harsyam, S.Sos., sedangkan OKK II dijabat Rizaldi. Bidang Informasi, Komunikasi dan Media Sosial dipercayakan kepada Webdi Indra, A.Md.
Pada bidang isu strategis, Nurjamal, S.HI. menangani Pendidikan, Dakwah dan Pesantren; Dr. dr. Ambun Kadri, M.KN. menangani Kesehatan dan Sosial; Hj. Anidar Yusuf menangani Perempuan dan Anak; sementara Nurilman menangani Ketenagakerjaan dan UMKM.
Untuk bidang pemenangan daerah pemilihan, Siadi ditugaskan di Dapil I, Efriyanto di Dapil II, dan Soneri di Dapil III.
Dengan kepengurusan baru tersebut, PPP Sawahlunto memasuki periode konsolidasi yang tidak hanya berorientasi pada pergantian struktur, tetapi juga persiapan menghadapi pertarungan politik 2029.***
Beritasumbar.com
I Made Safari Pimpin PPP Sawahlunto, Tantangan Pemilu 2029 MenantiI
Kategori -
Nasional
- Advertisement -
- Advertisement -
