spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pengerjaan Proyek Pengendalian Banjir Batang Suliti Capai 61 Persen, Diharap Selesai Sesuai Jangka Waktu Kontrak
P

Kategori -
- Advertisement -

Solok Selatan, BeritaSumbar.com,- Pembangunan pengendalian banjir Batang Suliti di Kabupaten Solok Selatan dikebut untuk mengejar progres positif. Progres fisik pengendali banjir tersebut kini telah mencapai 61,23 persen dengan nilai kontrak Rp.11.534.000.000.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai SNVT PJSA WS. Batanghari, Kementerian Pekerjaan Umum Rifki mengatakan, pembangunan Pengendalian Banjir Batang Suliti di Solok Selatan merupakan salah satu proyek yang masuk dalam kontrak tahun 2026 atau singel-years contract (SYC).

Dalam paparannya saat di temui awak media di lokasi Kegiatan , Solok Selatan pada Sabtu (26/9/2026), Rifki mengatakan progres pembangunan sudah mencapai 61,23 persen. “Ini realisasinya sudah melebihi 50%, sekarang fisiknya 61,23 persen positif hampir 10% dari progres rencana 51,42%. Jadi, Insya Allah dilapangan tidak ada permasalahan, masyarakat dan tokoh masyarakat semua mendukung” ujar Rifki.

Pemanfaatan material

Beberapa target dari kegiatan pengendalian banjir ini berdasarkan Rencana Penanganan (DD) Pengendalian Banjir Batang Suliti Tahun 2019 adalah untuk mengurangi genangan banjir pada areal pertanian masyarakat dan kawasan pemukiman serta meningkatkan kapasitas batang suliti dan juga untuk mengurangi sedimentasi yang tinggi di aliran Batang Suliti agar dapat meningkatkan daya tampung sungai.

Berdasarkan hasil Laporan Pengujian uji material dan Job Mix Design (JMD) pada pekerjaan pengendalian banjir Batang Suliti: material sedimen bekas galian dapat dimanfaatkan sebagai material rancangan campuran untuk beton, sesuai kesimpulan dan saran dari uji laboratorium. Hal tersebut juga menjadi dasar Justifikasi Teknis PPK untuk melakukan adendum kontrak terhadap material yang diambil dari material bekas galian menjadi tidak dilakukan pembayaran, sehingga pemanfaatan material bekas galian tersebut secara tidak langsung bisa menjadi langkah melakukan efisiensi anggaran sehingga bisa dimanfaatkan untuk volume pekerjaan yang lainnya, Imbuh PPK Batanghari tersebut.

Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup kegiatan pengendalian banjir ini diharapkan mendapatkan output pekerjaan konstruksi dinding penahan tanah (DPT) sepanjang 0,4 Km dan dampak atau outcome seluas 2 Hectare.

Papan proyek Batang Suliti TA 2026

Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di Lokasi Kegiatan , pekerjaan dilaksanakan oleh Kontraktor pelaksana CV. Anugrah Abadi, dengan Konsultan Supervisi: PT. Ika Adya Perkasa KSO CV. Dharmas Mitra Consultant dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender dan sumber dana APBN 2026.

Berdasarkan pantauan dan wawancara dilapangan oleh awak media, warga yang terdampak terutama pemilik lahan persawahan sangat mendukung adanya kegiatan yang dilakukan oleh PPK Sungai pantai, PJSA WS. Batanghari ini, hal ini tampak dari dukungan nyata masyarakat langsung dengan memberikan izin dan hibah lahan untuk dibangun dinding penahan tanah (DPT) di bekas aliran Batang Suliti yang hilang terkena gerusan air.

Donny mengatakan, masyarakat selama ini berharap dibangun konstruksi yang bisa menyelamatkan lahan sawah mereka. “Alhamdulillah akhirnyo lai dilanjutkan juo proyek sungai batang suliti iko, jadi bisa baliak liak lahan sawah nan ilang karno banjir (Alhamdulillah, ada keberlanjutan proyek sungai Batang Suliti, sehingga bisa menyelamatkan lahan pertanian yang tergerus banjir),” ujarnya.

Dukungan terhadap kelancaran jalannya proyek pengendali sungai Batang Suliti dan penyemangat Tim Penyedia Jasa, Konsultan Supervisi yang bekerja dilapangan siang dan malam. Pemerintah dalam hal ini PPK Sungai Pantai dan jajaran direksi pekerjaan pun terus memantau progres pembangunan proyek agar penyelesaiannya dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, ujar Rifki PPK Batanghari dalam wawancaranya dengan awak media ini.

PPK Sungai Pantai, beserta Direksi Pekerjaan dan Penyedia jasa Kegiatan Pengendali Banjir Batang Suliti. — dok 2026

Dengan capaian deviasi fisik yang surplus 9,81 persen, pemerintah menilai proyek tersebut berada dalam kondisi yang baik dan tidak menghadapi kendala berarti.

Penyelesaian kegiatan ini menjadi bagian dari penyediaan Prasarana Pengendalian Banjir di Kawasan Strategis Ekonomi, Kawasan Perkotaan, 3T, dan Daerah Berisiko Tinggi dari Daya Rusak Air di Sumatera barat Khususnya di kabupaten Solok Selatan.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img