Dari dinosaurus hingga robotik, Pusat Sains dan Kreativiti Terengganu menawarkan pengalaman wisata yang memadukan pengetahuan, teknologi, dan rekreasi keluarga. Hanya 20 menit dari pusat Kota Kuala Terengganu.
TERENGGANU, Beritasumbar.com — Bagaimana rasanya menjelajahi dunia sains tanpa harus duduk berjam-jam di ruang kelas? Di Pusat Sains dan Kreativiti Terengganu (PSKT), rasa ingin tahu justru menjadi tiket untuk memulai petualangan.
Sebagai pusat sains pertama di Timur Semenanjung Malaysia sekaligus pusat sains ketiga di Malaysia setelah Pusat Sains Negara Kuala Lumpur dan pusat sains di Kedah, PSKT memiliki posisi tersendiri dalam pengembangan pendidikan sains di negara tersebut.
Di tempat ini, sains tidak hanya dipajang di balik kaca. Pengunjung diajak menyentuh, mencoba, mengamati, bahkan bereksperimen melalui berbagai wahana interaktif. Anak-anak dapat mengenal teknologi, menjelajahi dunia biologi dan fisika, hingga menyaksikan pertunjukan sains yang mengubah konsep rumit menjadi pengalaman menyenangkan.
Berada di Kampung Laut, Chendering, sekitar 15–20 menit berkendara dari pusat Kota Kuala Terengganu, Malaysia, PSKT menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang layak masuk dalam daftar perjalanan keluarga maupun rombongan sekolah.
Kali ini yang datang puluhan delegasi dari beberapa negara ASEAN seperti Indonesia, Thailand, Singapura, dan Malaysia sendiri dalam program FAM Trips Terengganu Darul Iman 2026 yang menyiapkan diri sebagai destinasi wisata Truly Terengganu 2027.
Dalam perjalanan menuju PSKT mereka didampingi Farid Abdullah dari manajemen Taman Tamadun Islam
Pusat sains ini memiliki sembilan galeri yang dirancang untuk memperkenalkan beragam bidang ilmu pengetahuan. Mulai dari teknologi, matematika, teknik, biologi, hingga fisika. Konsep pembelajarannya mengedepankan pengalaman langsung atau hands-on experience, sehingga pengunjung tidak sekadar melihat, tetapi juga terlibat dalam proses mengenal sains.
Public Relations PSKT, Fina, didampingi rekannya, Yana, menjelaskan kepada Beritasumbar.com, bahwa pusat sains tersebut dikembangkan sebagai ruang pendidikan informal yang menggabungkan sains, teknologi, inovasi, kreativitas, dan astronomi.
Menurut dia, PSKT bukan museum konvensional yang hanya menyimpan koleksi benda-benda pengetahuan. Tempat ini dirancang sebagai wahana edutainment, perpaduan pendidikan dan hiburan yang memungkinkan anak-anak maupun orang dewasa belajar melalui pengalaman.
Aktivitasnya pun tidak berhenti pada galeri pameran. Pengunjung dapat mengikuti Science Show, menyaksikan pertunjukan melalui Portable Dome atau 3D Dome Show, serta menjajal berbagai program pengembangan keterampilan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Ada pula lokakarya robotik dan coding, demonstrasi sains secara langsung, serta kegiatan astronomi dan kreativitas. Program-program tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal perkembangan teknologi sekaligus merangsang daya imajinasi.
Bagi anak-anak, pengalaman seperti ini tentu berbeda dengan pembelajaran di sekolah. Mereka dapat memahami prinsip-prinsip ilmu pengetahuan melalui permainan dan percobaan. Sementara orang tua bisa mendampingi anak-anak menikmati perjalanan yang sekaligus menambah wawasan.
Destinasi Ramah Keluarga
PSKT tampaknya memahami bahwa kenyamanan menjadi bagian penting dalam perjalanan wisata. Karena itu, fasilitas pendukung pengunjung disiapkan cukup lengkap.
Di dalam kawasan pusat sains tersedia Galaxy Cafetarium, area istirahat, toilet, ruang ibadah, toko suvenir, dan eskalator. Area parkirnya juga cukup luas untuk menampung kendaraan pengunjung.
Fasilitas aksesibilitas turut menjadi perhatian. Pengunjung pengguna kursi roda dapat memanfaatkan akses masuk dan area yang dirancang lebih ramah bagi penyandang disabilitas. Toilet aksesibel serta fasilitas changing table untuk kebutuhan balita juga tersedia.
Kelengkapan tersebut membuat PSKT tidak hanya cocok untuk anak usia sekolah, tetapi juga menjadi pilihan rekreasi keluarga dengan kebutuhan pengunjung yang beragam.
Salah satu daya tarik yang dapat dijelajahi adalah wahana Dinosaur Encounter. Kehadiran tema dinosaurus memberikan pengalaman tersendiri bagi anak-anak yang tertarik pada kehidupan prasejarah.
Pengelola juga menyediakan paket Scientist Junior untuk kelompok taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama. Paket ini menjadi alternatif bagi lembaga pendidikan yang ingin membawa kegiatan belajar ke luar kelas.
Mengejar 200 Ribu Pengunjung
Jumlah kunjungan menjadi salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata edukasi. Fina menyebutkan, PSKT mencatat sekitar 120.000 kunjungan dalam setahun.
Pengelola kini membidik lebih dari 200.000 pengunjung pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan sains, teknologi, dan kreativitas di Terengganu.
Bagi wisatawan dari luar kota, menjangkau PSKT juga relatif mudah. Lokasinya sekitar enam kilometer dari pusat Kota Kuala Terengganu. Pengunjung dapat menggunakan mobil pribadi, taksi, maupun layanan transportasi daring seperti Grab.
Perjalanan dari pusat kota diperkirakan memerlukan waktu 15–20 menit, bergantung pada kondisi lalu lintas.
Jam operasional yang tercantum untuk Senin hingga Kamis adalah pukul 08.30–14.00, sedangkan Sabtu dan Ahad pukul 08.00–17.00. Pengunjung sebaiknya memastikan kembali jadwal operasional sebelum datang, terutama jika berencana berkunjung pada Jumat.
Untuk tiket, sejumlah informasi mencantumkan tarif berbeda menurut jenis wahana, kelompok usia, dan paket kunjungan. Wahana Dinosaur Encounter, misalnya, mencantumkan harga RM 25 untuk dewasa dan RM 23 untuk pelajar usia 3–17 tahun. Paket keluarga untuk dua orang dewasa dan dua pelajar ditawarkan RM 80. Sementara itu, tarif bagi warga emas dan penyandang disabilitas tercantum RM 15.
Harga dan ketersediaan paket sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pengelola karena dapat berubah sesuai ketentuan dan program yang berlaku.
Pada akhirnya, PSKT menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar tempat singgah dalam perjalanan ke Kuala Terengganu. Di sini, wisatawan dapat membawa pulang pengalaman belajar, bukan hanya foto perjalanan.
Sembilan galeri, pertunjukan sains, teknologi robotik, hingga astronomi memperlihatkan bahwa liburan dan pengetahuan tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya bisa bertemu dalam satu perjalanan yang menyenangkan.***