spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Bukan Sekadar Sopir Bus, Halim dan Khir Menjadi Wajah Keramahan IKMa Malaysia
B

Kategori -
- Advertisement -

KUALA LUMPUR, Beritasumbar.com — Perjalanan darat sejauh 435 kilometer dari Kuala Lumpur menuju Terengganu bukan perkara ringan. Waktu tempuhnya bisa mencapai tujuh hingga delapan jam. Namun, bagi penumpang yang bepergian bersama rombongan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, perjalanan panjang itu terasa lebih nyaman berkat keramahan dua pengemudi bus milik Institut Koperasi Malaysia (IKMa), Mohammad Abdul Halim dan Mohd Khir.

Halim, 36 tahun, dan Khir, 58 tahun, bukan sekadar bertugas mengantarkan penumpang ke tempat tujuan. Keduanya menghadirkan suasana perjalanan yang menyenangkan melalui sikap ramah dan komunikasi yang terbuka. Pengalaman mereka sebagai pengemudi turut menjadi modal untuk menjaga kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Bus premium yang mereka kemudikan memang memberikan kenyamanan fisik. Namun, keramahan pengemudinya menjadi pengalaman tersendiri bagi para penumpang.

“Kami bekerja untuk Institut Koperasi Malaysia. Tentu kami berkewajiban menjaga nama baik perusahaan. Alhamdulillah, jika ada yang puas dengan pelayanan kami, itu adalah kewajiban dan kami tentu senang,” kata Halim. Khir mengangguk mengiyakan.

Perjalanan menuju Terengganu menuntut konsentrasi dan kondisi fisik yang prima. Jarak yang cukup jauh membuat keduanya harus mengatur tenaga dan waktu dengan baik. Karena itu, Halim dan Khir mengemudi secara bergantian agar perjalanan berlangsung aman dan penumpang tetap nyaman.

Bagi mereka, pelayanan bukan semata-mata soal mengemudikan kendaraan hingga tiba di tujuan. Sikap dan cara memperlakukan penumpang juga menjadi bagian dari tanggung jawab pekerjaan.

Lembaga Pendidikan Koperasi Sejak 1956

Bus yang digunakan untuk melayani rombongan tersebut merupakan milik Institut Koperasi Malaysia, lembaga pelatihan dan pendidikan koperasi milik pemerintah Malaysia yang berpusat di Petaling Jaya.

IKMa memiliki sejarah panjang dalam pengembangan gerakan koperasi di negeri jiran itu. Berdasarkan informasi pada situs resminya, lembaga ini didirikan pada 1956 dengan dukungan Colonial Welfare and Development Fund serta pemerintah.

Pada masa awal berdirinya, institusi tersebut dikenal sebagai Maktab Kerjasama Malaysia atau Maktab Koperasi Malaysia. Lembaga ini kemudian memperoleh status badan berkanun melalui Akta Maktab Kerjasama (Perbadanan) 1968, yang selanjutnya disempurnakan melalui pindaan pada 2011.

Di bawah ekosistem Kementerian Pembangunan Usahawan dan Koperasi Malaysia, IKMa berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di sektor koperasi.

Kegiatannya mencakup pendidikan, pelatihan, penelitian, konsultasi, serta kerja sama di tingkat domestik dan internasional.

Di balik tugas sederhana mengantarkan penumpang dari Kuala Lumpur ke Terengganu, Halim dan Khir turut memperlihatkan bagaimana pelayanan menjadi bagian dari citra sebuah institusi. Bagi penumpang, keramahan keduanya membuat perjalanan panjang terasa lebih bersahabat. Bagi IKMa, pelayanan itu menjadi salah satu cara menjaga kepercayaan publik.***

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img