Pariaman,BeritaSumbar.com, – Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) sukses melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di [Desa Pauh Barat, Kota Pariaman]
Dipimpin oleh Ns. Mike Asmaria, S.Kep., M.Kep., program jangka panjang ini dijalankan melalui skema PPUB (Program Pengabdian UNP Berdampak) dengan mengusung Paradigma Multidisiplin Komunitas.
Kegiatan ini mengangkat judul resmi: “Pengembangan Desa Wisata Melalui Program CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) serta BASIC First Aid di Desa Pauh Barat Kota Pariaman.”
Di bawah arahan Ns. Mike Asmaria, S.Kep., M.Kep., tim pengabdi diperkuat oleh para anggota lintas disiplin ilmu, yaitu Kurnia Illahi Manvi, SST.Par., M.Par. (Pakar Pariwisata), Nursito Zalins Adekory, SST., M.Ds. (Pakar Desain Animasi), dan Ns. Hilma Yessi, S.Kep., M.Kep. (Pakar Keperawatan).
Gandeng Pakar Pro Emergency untuk Pelatihan Medis
Guna memberikan materi yang teruji secara nasional, Tim Keperawatan UNP menghadirkan narasumber ahli di bidang kegawatdaruratan pada agenda pelatihan awal. Pada 25 Agustus 2026, pelatihan Basic First Aid (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) sukses digelar dengan mendatangkan Ns. Bowo Ciptaningtyas, S.Kep. dan Alex Nasri, SKM. dari lembaga profesional Pro Emergency.
Kehadiran instruktur dari Pro Emergency ini memberikan pembekalan standar tinggi bagi warga desa dan pengelola wisata. Peserta dilatih secara intensif mengenai simulasi resusitasi jantung paru (RJP) dasar, penanganan cedera alat gerak, korban tersedak, hingga manajemen evakuasi mandiri saat terjadi situasi darurat di kawasan wisata.
Didukung Penuh Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Bapak Ferialdi
Aksi nyata tim pengabdi UNP mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah setempat bapak kepala desa Defrianto dan Sekretaris desa Rudi Setiawan. Pada 30 Agustus 2026, kegiatan implementasi CHSE dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Bapak Ferialdi, S.Pi., M.Si..

Kehadiran Bapak Ferialdi menegaskan bahwa program yang diinisiasi oleh UNP sangat sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memajukan sektor pariwisata yang aman, bersih, dan berstandar internasional. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan sosialisasi penerapan tata kelola kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan yang dipimpin oleh Tim Pariwisata (Kurnia Illahi Manvi). Langkah ini diperkuat oleh Tim Desain Animasi (Nursito Zalins Adekory) melalui penyerahan media edukasi visual dan infografis protokol CHSE yang interaktif untuk dipasang di area wisata.
Inovasi Fasilitas Wisata hingga Akhir September
Program PPUB ini tidak berhenti pada pelatihan saja, melainkan terus berlanjut hingga akhir September 2026 melalui penguatan infrastruktur komunitas. Tim UNP bersama warga bergotong royong merEnovasi posko kesehatan wisata, menata area kesehatan seperti sarana joging, trapy pasi untuk sektor wisata kebugaran (wellness tourism).
Sinergi multidisiplin ini melahirkan solusi komprehensif bagi Desa Pauh Barat. Kehadiran posko kesehatan terpadu menjamin aspek keselamatan (Safety), standarisasi CHSE menjaga higienitas kawasan (Cleanliness & Health), sementara inovasi pnguatan Basic First Aid sertA CHSE menciptakan diversifikasi produk wisata baru.
Ketua Tim Pengabdi, Ns. Mike Asmaria, S.Kep., M.Kep., menegaskan bahwa luaran dari program PPUB ini ditargetkan mampu menciptakan kemandirian bagi Komunitas Sadar Wisata (Pokdarwis) da masyarakat desa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Melalui pembekalan medis profesional, dukungan regulasi dari Dinas Pariwisata, dan pengembangan fasilitas kebugaran ini, Desa Pauh Barat kini dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi role model desa wisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism) yang aman, sehat, dan berdaya saing tinggi di Sumatera Barat.
