spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kompetisi STEM di Universiti Terengganu Malaysia Berakhir, Indonesia Pengumpul Medali Terbanyak
K

Kategori -
- Advertisement -

TERENGGANU, Beritasumbar.com – Indonesia menutup perjalanan di Southeast Asia Olympiad Championship (SAOC) 2026 dengan pesta medali. Dari panggung kompetisi STEM yang mempertemukan pelajar empat negara ASEAN di Terengganu, Malaysia, delegasi Indonesia memborong 238 medali, termasuk 57 emas.

Sorak para pelajar 4 negara pecah ketika nama-nama peraih medali dipanggil ke panggung penutupan Southeast Asia Olympiad Championship (SAOC) and Sustainable Tourism Workshop 2026 di Dewan Jubli Perak, Kuala Nerus, Terengganu, Malaysia, Kamis, 10 September 2026.

Kompetisi akademik Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika/STEM) yang diselenggarakan Universiti Malaysia Terengganu (UTM) dan di ikuti lebih sekitar 500 pelajar serta pendamping dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Kamboja itu berakhir kemarin petang.

Mereka mengikuti 4 katagori kompetisi yakni Arab Speech dengan peserta 6 Kamboja, 15 Indonesia, 13 Malaysia, dan 5 Thailand. Kemudian  Biologi Test diikuti peserta Kamboja 0, 129 dari Indonesia, 43 Malaysia, dan 16 Thailand, Hafazan Alquran 1 peserta Kamboja, 6 Indonesia, 18 Malaysia, dan 1 Thailand.

Untuk peserta katagori Public Speaking peserta 7 dari Kamboja, 113 dari Indonesia, 33 dari Malaysia dan 24 dari Thailand. Secara keseluruhan perolehan medali dari jumlah peserta 431 pelajar antar bangsa tercatat Indonesia paling banyak dalam perolehan medali dan jumlah delegasi. Mereka berasal dari Provinsi Jawa Timur, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, dan Jakarta.

Berdasarkan data Dr.Mohamed Shahrir bin Mohamed Zahari, unsur  penyelenggara kompetisi akademik STEM UTM yang disampaikan ke Beritasumbar.com tercatat Kamboja mengirimkan delegasi 14 pelajar, Indonesia 263 pelajar, Malaysia 107 pelajar, dan Thailand 46 pelajar. Indonesia merupakan pengirim terbanyak mengikuti ajang kompetisi internasional tingkat Senior High School (SMA sederajat) tersebut.

Perolehan Medali

Indonesia sebagai negara paling banyak mengirimkan delegasi dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat  berbagai provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Sumatera Barat, dan Jakarta, layak mendapatkan perolehan medali terbanyak seperti 57 emas (gold), 70 perak (silver), dan 111 perunggu (bronze).

Sementara tuan rumah Malaysia memperoleh 23 medali emas, 33 medali perak, dan 25 medali perunggu.  Disusul Thailand dengan 4 emas, 14 perak, dan 16 perunggu, serta Kamboja 5 emas, 6 perak, dan 4 perunggu.

Kompetisi Berlangsung Lancar

“Alhamdulillah, kompetisi berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti sehingga. Kami dari Universiti Malaysia Terengganu UTM mengucapkan apresiasi kepada seluruh peserta dan pendamping telah mengikuti STEM penuh semangat” ucapnya.

Terpisah, Dr. H.Dedi Wandra selaku pimpinan delegasi dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat memberi masukan terkait kompetisi yang diselenggarakan UTM. Dikatakan, pihak rektorat perlu memperluas jaringan dengan mempertimbangkan dibentuknya program bea siswa atau mahasiswa undangan bagi peserta SAOC untuk kuliah di UTM.

“Kami berharap pihak UTM bisa memberikan bea siswa sebagai pancingan untuk menerima calon mahasiswa dari negara-negara peserta” harapnya.

Pelajar Kamboja Harap SAOC Dipertahankan

Penyelenggaraan SAOC mendapat respon positif dari pelajar empat negara seperti disampaikan Mahmuba Habiba Hossain dan Mahmuda Noor Hossain dari Pondok Pasantren Norol Iman Kamboja. Pelajar berprestasi peraih beberapa medali ini berharap SAOC jadi agenda akademik tahunan bagi para pelajar negara ASEAN.

“Kami berharap kompetisi lebih dikembangkan lagi agar memiliki daya tarik bagi para pelajar-pelajar dari negara-negara ASEAN” tutur Mahbuba,
dari lembaga pendidikan Islam yang dipimpin Dr.Faridah, terletak di Chroy Metrey, Provinsi Kandal, Kamboja itu.

Presiden Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Terengganu, Hj.Azmi bin Abd.Aziz, salahsatu event organizer mengatakan, secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar meski ada beberapa kelemahan dan kekurangan yang jadi evaluasi kedepannya.

“”Alhamdulillah semua berjalan lancar dan hari ini semua delegasi sudah kembali ke negaranya masing-masing. Insyaallah semua kekurangan dan kelemahan penyelenggaraan akan jadi evaluasi kami kedepan” ucapnya.***

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img