24.5 C
Padang
Tuesday, November 24, 2020
Beritasumbar.com

Pengamat: Pergeseran Pejabat Usai Pilkada Wajar
P

Kategori -

Padang – Pengamat pemerintahan yang merupakan pamong senior di Sumatera Barat (Sumbar), Rusdi Lubis menilai pergeseran pejabat setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah hal yang wajar, asal bukan karena kepentingan politik.

“Penggantian atau pergeseran pejabat itu adalah hak kepala daerah, karena itu wajar terjadi. Namun, ada aturan yang harus dipatuhi untuk melaksanakannya. Tidak bisa semena-mena,” katanya dihubungi di Padang, Kamis.

Menurutnya, sesuai Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala daerah terpilih tidak bisa segera melakukan pergantian pejabat, tetapi harus menunggu enam bulan setelah dilantik.

Selain itu, menurut dia, pergantian atau pergeseran pejabat itu harusnya dilakukan berdasar pemetaan potensi dan kinerja, bukan berdasar kepentingan politik.

Sementara itu, Irwan Prayitno calon Gubernur Sumbar yang sementara unggul dengan raihan suara 58,78 persen berdasarkan data C1 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan mutasi pejabat besar-besaran jika nanti ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub).

“Saya telah buktikan sewaktu menang dari petahana pada 2010 lalu. Semua pejabat yang telah ditunjuk sebelumnya, tidak pernah saya ganti, kecuali bermasalah baik secara kinerja maupun ada temuan inspektorat,” katanya.

Menurutnya, pejabat yang diganti karena bermasalah itu tidak banyak jumlahnya dan bisa dipertanggung jawabkan.
“Lima tahun ke depan, saya juga tidak akan melakukan mutasi pejabat besar-besaran seperti lima tahun lalu,” katanya.

Meski demikian, menurut Irwan, bukan berarti tidak akan ada mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar nantinya.

“Pejabat yang diganti, tentu yang bermasalah dan melanggar aturan. Terhadap yang melanggar tentu harus diambil tindakan. Saya juga sudah tahu siapa saja pejabat itu,” kata dia.

Namun, fokus utama untuk penggantian pejabat itu menurutnya adalah persoalan kinerja agar lebih objektif.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Sumbar Jayadisman mengatakan, untuk mengisi jabatan pejabat eselon II saat ini disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) Nomor 13 tahun 2014, yaitu melalui seleksi terbuka.

Saat ini menurut dia, ada sejumlah jabatan eselon II di Pemprov Sumbar yang sedang dalam proses seleksi terbuka tersebut. (Ant/Oleh Agung Pambudi)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Presiden Genpro : Program Wirausaha Trinda Farhan Paling Konkret

Agam,BeritaSumbar.com,- Debat putaran kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Agam sudah selesai dilaksanakan pada Jumat (20/11). Dengan mengusung temapembangunan ekonomi dan kesejahteraan...

Wawako Blak-Blakan Pengalaman Berwirausaha Di Radio Safasindo

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Menjadi sosok panutan oleh generasi muda masa kini, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz didaulat menjadi narasumber dalam program belajar bersama...

Atan, Anak Berkebutuhan Khusus Diajak Wawako Keliling Kota Payakumbuh Dengan BA 2 M

Payakumbuh --- Saat menyusuri jalanan indah yang dibuat melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) untuk Payakumbuh di Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Payakumbuh...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Atan, Anak Berkebutuhan Khusus Diajak Wawako Keliling Kota Payakumbuh Dengan BA 2 M

Payakumbuh --- Saat menyusuri jalanan indah yang dibuat melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) untuk Payakumbuh di Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Payakumbuh...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Dukung PBM Tatap Muka, DPRD Payakumbuh: Terapkan Prokes Secara Ketat

Payakumbuh, beritasumbar.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh, mendukung rencana pemerintah kota setempat yang akan melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM)...

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Sudah Zona kuning, Kegiatan PBM Tatap Muka Di Payakumbuh Mulai Rabu Ini

Payakumbuh, beritasumbar.com - Setelah ditetapkan kembali sebagai daerah zona kuning atau daerah dengan zona penyebaran rendah, Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat akan...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...

Ratna Dewi Pettalolo Resmikan Pusat Layanan Informasi Publik Bawaslu 50 Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengunjungi Luak Limopuluah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus meresmikan...
- Advertisement -