spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Rico Alviano Dorong Pancasila Menjadi Pedoman Hidup, Nilai Adat Minangkabau Dinilai Sejalan
R

Kategori -
- Advertisement -

SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Anggota DPR RI Komisi XIII Rico Alviano mendorong agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai dasar negara, tetapi menjadi pedoman yang hidup dalam keseharian masyarakat.

Hal itu disampaikan Rico saat sosialisasi Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang di ikuti 200 peserta di Hotel Saka Ombilin Heritage, Sawahlunto, Sumatera Barat, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut dia, tantangan zaman yang terus berubah membutuhkan penguatan karakter dan cara berpikir masyarakat yang tetap berlandaskan nilai Pancasila.

“Gerakan Kebajikan Pancasila bukan sekadar program, melainkan sebuah komitmen berkelanjutan untuk membumikan nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rico.

Ia mengatakan Pancasila harus tetap menjadi kompas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran masyarakat, termasuk para relawan, diperlukan agar nilai tersebut tidak berhenti pada hafalan atau simbol kenegaraan.

Rico berharap gerakan itu dapat mendorong lahirnya generasi yang memiliki karakter kuat, mampu berpikir rasional dan dinamis, serta tetap memiliki pijakan nilai ketika menghadapi perubahan zaman.

Ia juga mengajak masyarakat Sawahlunto dan Sumatera Barat memperkuat penerapan nilai Pancasila melalui kehidupan sosial yang harmonis dan berintegritas.

Direktur Hubungan Antar-Lembaga dan Kerja Sama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Muhammad Fahrurozi mengatakan posisi Pancasila tidak hanya berkaitan dengan identitas bangsa, tetapi juga menjadi dasar dalam penyelenggaraan negara.

Menurut dia, gagasan tersebut sejalan dengan pemikiran Soekarno pada 1 Juni 1945 yang menempatkan Pancasila sebagai filosofische grondslag atau landasan filosofis bagi Indonesia merdeka.

“Pancasila menjadi norma dasar bagi penyelenggaraan negara dan sumber dari segala sumber hukum negara,” ujar Fahrurozi.

Ia merujuk Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 yang menempatkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara.

Fahrurozi mengatakan Pancasila baru dapat menjadi living ideology apabila masyarakat meyakini kebenarannya, mempelajarinya, memahaminya, lalu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai Pancasila dan Adat Minangkabau

Di Sawahlunto, gagasan mengenai Pancasila sebagai nilai yang hidup mendapat titik temu dengan adat Minangkabau.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto H. Dahler Dt. Pangulu Sati mengatakan sejumlah nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki kesesuaian dengan prinsip adat Minangkabau.

Menurut dia, Pancasila lahir dengan tujuan mempersatukan masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu pijakan dalam kehidupan demokratis. Dalam adat Minangkabau, prinsip musyawarah dan mufakat juga menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan.

“Mufakat harus berdasarkan alua jo patuik, kejernihan batin dan hati nurani atas nilai-nilai ketuhanan dan hikmat kebijaksanaan,” katanya.

Dahler mengatakan seorang penghulu dalam tradisi Minangkabau tidak semestinya mengambil keputusan secara otoriter. Keputusan harus dibangun melalui musyawarah sehingga kepentingan bersama menjadi pertimbangan utama.

“Penghulu tidak boleh otoriter dan memaksakan kehendak, tetapi berdasarkan asas mufakat yang melahirkan sebuah kebijakan,” ujarnya.

Menurut Dahler, prinsip tersebut menunjukkan bahwa nilai kebersamaan, musyawarah, ketuhanan dan kepentingan masyarakat yang terdapat dalam Pancasila bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Minangkabau.

Pertemuan mengenai Gerakan Kebajikan Pancasila di Sawahlunto itu pada akhirnya tidak sekadar berbicara mengenai ideologi dalam ruang kenegaraan. Ia juga membuka kembali hubungan antara Pancasila dan nilai-nilai lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat Minangkabau, salah satu contohnya adalah tradisi mengambil keputusan melalui mufakat bukan berdasarkan kehendak satu orang.***

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img