KERINCI,— Upaya menjaga kebersihan kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas pihak. Tidak hanya mengandalkan aksi bersih-bersih, gerakan tersebut mulai menggabungkan edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, produk kopi lokal, dan konservasi.
Salah satu bentuknya diwujudkan melalui program One KG One Pack, yakni penukaran 1 kilogram sampah anorganik dengan 1 bungkus kopi Kerinci.
Program ini menjadi bagian dari gerakan Bersama Petani Lindungi Gunung Kerinci yang digerakkan bersama oleh ALKO, Uminomuko Coffee, Resona Bank, komunitas, masyarakat, serta pihak pengelola kawasan konservasi.
Perwakilan Uminomuko Coffee, Mizuhu Sigemuro, menyampaikan apresiasi kepada ALKO dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami dari Uminomuko Coffee dan Resona Bank sangat mengapresiasi karena kegiatan ini dapat terlaksana melalui kolaborasi dengan masyarakat,” ujar Mizuhu.
Menurut Mizuhu, program tersebut bukan kegiatan yang berhenti setelah aksi bersih selesai. Kerja sama telah dimulai sejak 2024 dan diharapkan terus berlanjut dengan cakupan kegiatan yang semakin luas.
“Ini bukan akhir. Kami ingin terus mendukung ALKO dan komunitas di Kayu Aro, bukan hanya dalam kegiatan bersih-bersih, tetapi juga pendidikan dan pengembangan masyarakat,” katanya.
Sasar Anak Sekolah
Mizuhu mengatakan, edukasi menjadi salah satu fokus pengembangan program ke depan.
Pihaknya berencana melibatkan lebih banyak siswa sekolah dasar di kawasan Kayu Aro. Anak-anak dinilai penting dilibatkan karena kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun sejak dini.
“Tahun depan kami ingin memperluas program ini dengan melibatkan lebih banyak anak-anak sekolah dasar di kawasan Kayu Aro,” ujarnya.
Selain edukasi, Uminomuko Coffee juga tengah menjajaki kerja sama dengan seniman Jepang untuk mengembangkan proyek seni bersama masyarakat.
Menurut Mizuhu, kegiatan kreatif tersebut dapat menjadi cara untuk memperkuat interaksi masyarakat sekaligus menyampaikan pesan mengenai lingkungan.
Tak Hanya Sampah
Mizuhu juga berharap kerja sama Indonesia-Jepang tersebut tidak berhenti pada persoalan sampah.
Ke depan, kolaborasi dapat diperluas ke berbagai kegiatan yang berkaitan dengan hutan dan konservasi, termasuk perlindungan satwa liar.
“Kami berharap semakin banyak komunitas yang terlibat, bukan hanya untuk persoalan sampah, tetapi juga program kehutanan, konservasi, dan dukungan terhadap konservasi harimau,” katanya.
Harapan tersebut sejalan dengan upaya Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dalam menjaga kawasan Gunung Kerinci.
Perwakilan Resort TNKS, Eko, sebelumnya menyampaikan bahwa aksi bersih perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, persoalan sampah tidak selesai hanya dengan mengumpulkan sampah dari gunung.
Sampah yang telah diturunkan harus dipilah dan dikelola agar memiliki nilai atau tidak kembali menjadi persoalan baru.
Dalam aksi bersih jalur Gunung Kerinci sebelumnya, sekitar 409 kilogram sampah berhasil diturunkan dari kawasan pendakian.
Sampah tersebut kemudian dipilah. Material yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, disalurkan kepada pemulung atau pihak yang dapat memanfaatkannya.
Eko mengatakan, sebagian sampah juga telah diolah sehingga menghasilkan kompos.
Menghubungkan Lingkungan dan Kopi
Program One KG One Pack menjadi menarik karena menghubungkan persoalan sampah dengan produk petani lokal.
Masyarakat yang mengumpulkan sampah mendapatkan apresiasi berupa kopi Kerinci. Di sisi lain, kopi menjadi sarana untuk memperkenalkan produk petani sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa gerakan lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gunung Kerinci tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan potensi wisata Kayu Aro.
Karena itu, menjaga kebersihan kawasan menjadi tanggung jawab bersama.
Pendaki diharapkan membawa kembali sampah yang mereka bawa ke gunung. Wisatawan diminta menjaga kawasan yang dikunjungi. Masyarakat sekitar juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan, sementara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan mitra pembangunan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah.
Gerakan yang melibatkan ALKO, Uminomuko Coffee, Resona Bank, TNKS, komunitas, sekolah, dan masyarakat tersebut diharapkan terus berkembang.
Dari sampah yang dikumpulkan, kopi yang ditukar, hingga edukasi kepada anak-anak, gerakan ini membawa satu pesan: menjaga Kayu Aro dan Gunung Kerinci bukan tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama.
