spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Anak Muhammadiyah Batusangkar: Jadilah Pelita di Luhak Nan Tuo
A

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: [M. Rafi ]

Adek-adekku di SMA Muhammadiyah Batusangkar yang Aku banggakan,

Hari ini kalian duduk di bangku sekolah yang namanya besar: Muhammadiyah. Nama itu bukan sekadar papan nama. Ia adalah amanah. Muhammadiyah artinya “pengikut Nabi Muhammad”. Artinya kalian dituntut bukan hanya pintar, tapi juga berakhlak, berilmu, dan bermanfaat.

Batusangkar ini tanahnya para ulama, para pejuang, para cadiak pandai. Dari Luhak Nan Tuo ini lahir orang-orang hebat yang mengharumkan Sumatera Barat bahkan Indonesia. Pertanyaannya sekarang: 20 tahun lagi, siapa yang akan mengharumkan nama Batusangkar? Jawabannya ada di ruangan ini. Jawabannya adalah kalian.

Saya tahu, belajar itu capek. Kadang bosen dengan rumus, dengan tugas, dengan ujian. Kadang lihat teman main HP, main game, sementara kalian harus ke sekolah jam 7 pagi. Tapi ingat 3 hal ini:

  1. Masa Depan Ditentukan dari Jam 06.00 – 14.00 Hari Ini

Ilmu yang kalian pelajari sekarang, entah Matematika, Bahasa Inggris, Agama, atau IPA, itu bukan untuk guru. Itu untuk masa depan kalian sendiri.

Anak Muhammadiyah tidak boleh jadi penonton. Kita harus jadi pemain utama. Mau jadi dokter? Hafalkan sekarang. Mau jadi insinyur? Pahami rumusnya sekarang. Mau jadi ulama? Kuatkan agamanya dari sekarang.

  1. Akhlak Dulu, Baru Prestasi
    Muhammadiyah mengajarkan “Islam Berkemajuan”. Artinya maju di ilmu, maju juga di akhlak.

Pintar tapi sombong, tidak ada gunanya. Juara kelas tapi durhaka ke orang tua, tidak berkah.
Jadilah anak yang kalau guru lewat disalami, kalau teman jatuh ditolong, kalau adik kelas butuh bantuan dibimbing. Itu baru ciri anak Muhammadiyah.

  1. Jangan Takut Gagal, Takutlah Jika Tidak Mencoba
    Thomas Edison gagal 1000 kali sebelum menemukan lampu. Kalian gagal sekali ulangan langsung menyerah? Rugi.
    Ikut lomba, ikut OSIS, ikut rohis, ikut ekstrakurikuler. Kalah tidak apa-apa. Yang penting kalian berani mencoba. Karena dari sanalah mental juara ditempa.

Anak-anakku, HP boleh canggih, tapi jangan sampai cita-cita kalian lebih kecil dari layar HP.
Dunia sekarang butuh orang muda Tanah Datar yang cerdas, beriman, dan berani. Yang bisa menjaga adat basandi syarak, tapi juga menguasai teknologi. Yang bisa baca Al-Qur’an, tapi juga bisa baca peluang dunia.

Guru-guru kalian di SMA Muhammadiyah Batusangkar sudah berjuang. Orang tua kalian sudah berkorban. Kini giliran kalian yang membuktikan.

Ingat: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” kata Rasulullah. Hari ini “negeri Cina” itu ada di internet, ada di perpustakaan, ada di kelas ini.

Jangan tanya “kapan saya sukses?”. Tapi tanya “apa yang sudah saya lakukan hari ini untuk sukses?”

Batusangkar menunggu karya kalian. Muhammadiyah menunggu kebanggaan dari kalian. Indonesia menunggu pemimpin dari kalian.

Selamat belajar, selamat berjuang. Jadilah pelita, jangan jadi penonton. Karna saya berasal dari SMA Muhammadiyah, Tamatan 1991.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img