28.9 C
Padang
Monday, October 26, 2020

Kelola LKMA, Pemprov Kaltim Belajar ke Payakumbuh

Gubernur Kalimantan Timur perintahkan kepala-kepala   Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD kota dan kabupaten provinsi setempat,  berkunjung ke Payakumbuh, Kamis (25/9). Di Kota Batiah ini, 40 rombongan pejabat dan pengurus keltan   tersebut  belajar cara pengelolaan LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis). Tamu yang datang direkomendasi Kementerian Pertanian, bahwa untuk  pengelolaan LKMA  Payakumbuh lebih maju dari kota dan kabupaten lainnya di Tanah Air.

 

 

Demikian dikemukakan ketua rombongan Moh. Jauhar Ependi, M.Si, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kaltim,   saat menyampaikan  maksud dan tujuannya datang ke Payakumbuh, dalam acara petemuan dengan Sekdako Payakumbuh H. Benni Warlis.

 

 

Dalam pertemuan di aula Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh itu,  juga hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh, Iqbal Bermawi dan sejumlah pengurus beberapa LKMA serta  sejumlah pejabat terkait lainnya.

 

 

Sekdako Payakumbuh Benni Warlis, saat memberi sambutannya, menyampaikan apresiasinya terhadap kepercayaan rombongan dari Kaltim datang ke Payakumbuh. “Kita sangat senang dan menghormati tamu yang datang. Apalagi untuk belajar dalam soal LKMA,” sebut Sekdako.

 

 

Sekilas Sekdako Benni Warlis menuturkan, untuk mendukung permodalan petani di Payakumbuh, Pemko mendorong tumbuhnya LKMA disetiap kecamatan. Sekarang, katanya, di lima kecamatan Payakumbuh sudah berdiri   33 LKMA dengan total modal usaha lebih kurang  Rp20 Miliyar.

 

 

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh, Iqbal Bermawi,  dalam paparannya juga menyampaikan dampak positif dengan hadirnya LKMA, untuk membantu penguatan modal petani. Ia mencontohkan LKMA Pincuran Bonjo di Kelurahan Padang Alai, Kecamatan Payakumbuh Timur, salah satu LKMA terkuat di kota ini.

 

 

“Bapak dan ibu dari Kaltim, akan kami bawa ke LKMA Pincuran Bonjo. Dan  silahkan lihat langsung di lapangan, bagaimana kesibukan pengurus LKMA melayani petani dalam mendapatkan modal usaha,” katanya.

 

 

Di lapangan, rombongan tamu dari Kaltim sangat senang diterima pengurus LKMA Pincuran Bonjo.  Ketua LKMA Afrizal, A.md dan Manager LKMA Pincuran Bonjo Fairizal Ilyas, S.Sos, bahu membahu melayani para pejabat dari BPMPD Kaltim. Menurutnya, lembaga keuangan mikro ini mampu memberikan pinjaman modal usaha, minimal  total Rp300 juta  per bulan. Sepanjang tahun 2013, LKMA  Pincuran Bonjo  mencatat SHU (sisa hasil usaha) sebesar Rp34.963.733.

 

Modal usaha LKMA ini, per 31 Desember 2013, berjumlah sebesar Rp776.317.564,  meningkat dibanding modal usaha 2012 yang hanya berjumlah Rp613.158.024, atau naik 38%. Sementara, SHU yang diperoleh juga mengalami peningkatan mencapai Rp34.963.733, dibanding SHU 2012 yang hanya berjumlah  Rp30.162.500. Sejak LKMA ini berdiri 2008, hingga sekarang nilai putaran usaha LKMA sudah mencapai Rp2.571.667.000571.667.000. Dengan total pengembalian Rp2.067.349.500, dengan sisa pinjaman atau piutang pada anggota Rp504.317.500.

 

Cerita pengurus, LKMA Pincuran Bonjo lahirnya dibidani  Ir. H. Benni Warlis, MM, yang kini menjabat Sekdako Payakumbuh. LKMA benar-benar menjadi tulang punggung petani dalam mendapatkan modal usaha. Setiap petani yang ingin mengembangkan lahan pertanian tak perlu khawatir dalam mendapatkan modal. LKMA siap memberikan dan melayani petani bersangkutan.  Total petani yang datang meminjam sudah mencapai 1.500 orang lebih, berdatangan dari berbagai kelurahan terdekat.

 

Dikatakan, pengurus LKMA Pincuran Bonjo  tidak hanya memberikan pinjaman kepada  petani, tapi juga ikut membina petani dalam mengembangkan usaha pertanian mereka. Mulai dari hilir sampai ke hulu, dari proses produksi hingga pemasaran hasil difasilitasi oleh LKMA dan STA Baliak Mayang di bawah binaan Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh. Hasil pertanian yang dikelola  petani, meliputi tanaman holtikultura, total produksi 2 ton per hari, berupa mentimun, buncis, terung, kacang panjang, pare, putulo dan cabe.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi

Kedai kopi asal Bandung, Noka Coffee, meluncurkan outlet kedua mereka di kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 9 Oktober 2020. Sebagai brand yang...

Wako Riza Harapkan ASN Berikan Pelayanan Bersih. Tolak Pungli Dan Gratifikasi

Payakumbuh --- Wali Kota Riza Falepi berharap setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Payakumbuh dapat menjunjung tinggi nilai-nilai dalam pelayanan yang...

Sultani : Petani Itu Adalah Kita

Tanah Datar,- Sultani, calon wakil bupati tanah datar mengatakan bahwa kita harus memperhatikan petani dengan memunculkan berbagai program yang menguntungkan dan membantu...

Tanpa Besi Pengaman, Jembatan Penghubung Kampung Tangah – Kapuah Pagaruyung Bahayakan Pengendara

Tanah Datar, - Jembatan penghubung antara jorong kampuang tangah dengan kapuah Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar mengalami kerusakan pada...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Keripik Karamunting Cemilan Kaya Antioksidan

Padang,- Pandemi Covid-19 tak hanya menghentikan kegiatan perkuliahan mahasiswa secara tatap muka di kampus. Pandemi ini juga memaksa program kreativitas mahasiswa (PKM)...

Polling Pilkada Kota Bukittinggi 2020

Mari semangati calon Walikota - Wakil Walikota Bukittinggi pilihan pembaca dengan klik dukungan di polling di bawah ini.

Polling Pilgub Sumbar 2020

Mari dukung dan semangati kandidat calon Gubernur Sumbar di Pilkada serentak 2020 pilihan pembaca dengan klik polling berikut ini.

Sabar AS, Kearifan Lokal Harus Terus Dijaga

Pasaman,-Bakal calon Wakil Bupati Pasaman SABAR AS beserta rombongan hadiri tradisi buka ikan larangan di Jorong 5 Pertemuan Pasaman, Minggu, 30/8/2020
- Advertisement -