SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin di Desa Sijantang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, tak hanya berkaitan dengan pasokan listrik.
Bagi desa-desa di sekitarnya, keberadaan pembangkit berkapasitas 2 x 100 megawatt itu juga bersinggungan langsung dengan kebutuhan pembangunan masyarakat.
Sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Ombilin dirasakan masyarakat, terutama desa yang berada di sekitar pembangkit.
Kepala Desa Sijantang Koto, Rendi Setiawan, mengatakan bantuan perusahaan selama ini menyasar berbagai kebutuhan masyarakat. Pada 2026, misalnya, bantuan diarahkan untuk pembangunan panggung pentas seni, rumah tahfiz, pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar, hingga dukungan bagi warga miskin berprestasi.
Selain PLN Indonesia Power UBP Ombilin dalam waktu dekat juga akan memberikan pelatihan menjahit bagi kaum ibu di desa tersebut untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya dan ekonomi mereka
“Alhamdulillah, seluruh proposal yang kami ajukan untuk kepentingan masyarakat Desa Sijantang Koto tak pernah mereka tolak. Mereka sangat memperhatikan kami dan inilah yang membuat silaturahmi terjalin,” kata Rendi.
Menurut dia, perhatian perusahaan tidak berhenti pada bantuan sosial. PLN Indonesia Power UBP Ombilin juga membantu aspek keselamatan warga karena jalur utama yang melintasi Desa Sijantang Koto digunakan kendaraan berat pengangkut batu bara.
Rendi mengatakan perusahaan turut memasang rambu-rambu di sejumlah titik yang dilalui kendaraan berat tersebut untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang tak di inginkan.
Desa Lain Juga Dapat Perhatian
Di Desa Talawi Hilir, manfaat serupa juga dirasakan masyarakat. Kepala Desa Talawi Hilir Pausil Misbah menyebut bantuan perusahaan setiap tahun menyentuh sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari pelaksanaan sunat massal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok tani, hingga program beasiswa di dalam dan luar negeri.
Bantuan juga diberikan untuk mendukung kegiatan pemerintahan desa, salah satunya berupa kendaraan roda tiga (bentor).
“Bagi kami keberadaan PLTU itu cukup besar manfaatnya. Harapan kami pembangkit tersebut selalu eksis dan PT PLN Indonesia Power sebagai operator diberi kemudahan dalam menjalankan misi utamanya dalam pembangunan Indonesia,” ujar Pausil.
Desa Salak, yang berada paling dekat dengan kawasan PLTU, juga menjadi salah satu penerima manfaat program sosial perusahaan.
Kepala Desa Salak Jeri Rizal mengatakan manajemen PLN Indonesia Power UBP Ombilin cukup responsif terhadap kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Bantuan tidak hanya menyasar kegiatan sosial, tetapi juga pelaku UMKM dan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian serta usaha produktif lainnya.
Camat Apresiasi CSR PLN Indonesia Power
Dampak keberadaan perusahaan juga dirasakan Pemerintah Kecamatan Talawi. Camat Talawi Ucak Hardian mengatakan PLN Indonesia Power tidak hanya memberikan perhatian kepada desa-desa yang berada di ring satu pembangkit, tetapi juga merespons desa-desa lainnya termasuk pemerintah kecamatan di luar kawasan tersebut.
Salah satunya ketika pemerintah kecamatan mengajukan permohonan bantuan kipas angin untuk melengkapi renovasi aula kantor kecamatan. Permohonan itu, kata Ucak, mendapat respons dari perusahaan.
“Kami atas nama pemerintah kecamatan tentu mengapresiasi kepekaan BUMN ini. Mereka tidak hanya membantu desa-desa yang berada di ring satu saja, tapi desa lain di luar itu juga mereka perhatikan,” kata Ucak.
Menurut dia, pola penyaluran bantuan semacam itu penting karena manfaat keberadaan perusahaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Tanggungjawab Terhadap Lingkungan
Manager PT PLN Indonesia Power UBP Ombilin Andi Setiawan mengatakan program CSR merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Bantuan, kata dia, tidak semata-mata dilihat dari nilai yang disalurkan, tetapi dari manfaat yang dapat diterima masyarakat.
“Yang kami harapkan dari berbagai bentuk penyaluran bantuan tersebut tentu asas manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara luas. Kami tetap peduli dan mari membangun mulai dari desa,” ujar Andi.
Keberadaan PLTU Ombilin dengan demikian tidak hanya menyisakan persoalan tentang energi dan operasional pembangkit.
Di tengah masyarakat Talawi, perusahaan juga dituntut hadir melalui program yang menyentuh kebutuhan sehari-hari, mulai dari pendidikan, UMKM, pertanian, fasilitas publik hingga kegiatan sosial.***
