Lima Puluh Kota, BeritaSumbar,com– Pembangunan akses jalan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, perlahan mulai mengubah wajah akses transportasi masyarakat setempat.
Tak hanya mengejar capaian pekerjaan fisik, pembangunan jalan tersebut diarahkan untuk membuka konektivitas yang lebih baik bagi warga, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian dan mobilitas sehari-hari.
Hingga Minggu (9/8/2026), pengerasan menggunakan material sirtu pada ruas sepanjang 2.550 meter telah mencapai 20 persen. Pekerjaan ini merupakan bagian dari pembangunan jalan sepanjang 2,7 kilometer dengan lebar tujuh meter.
Sebelumnya, penyiapan badan jalan telah mencapai 92 persen. Capaian tersebut menjadi tahapan penting sebelum seluruh ruas dapat diperkuat dan nantinya digunakan masyarakat secara lebih optimal.
Komandan Kodim 0306/50 Kota sekaligus Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Inf Adi Novriadi Nata, mengatakan pembangunan infrastruktur dalam TMMD harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik akan memberikan dampak berantai, mulai dari memperlancar mobilitas hingga membantu masyarakat membawa hasil pertanian menuju lokasi pemasaran.
“Jalan ini bukan hanya hamparan batu dan tanah yang kita kerjakan. Di balik jalan ini ada aktivitas masyarakat, ada hasil pertanian yang harus dibawa keluar, ada anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan, dan ada harapan masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari persentase pekerjaan yang telah diselesaikan. Lebih penting dari itu adalah memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting dari TMMD bukan hanya berapa persen pekerjaan yang sudah selesai, tetapi bagaimana kita membangun sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Semangat kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan. Pada Minggu tersebut, pekerjaan melibatkan 110 personel TNI, lima personel Polri serta enam masyarakat.
Kolaborasi tersebut, kata Dandim, menunjukkan bahwa pembangunan di daerah tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan penting agar program yang dilaksanakan dapat berjalan secara maksimal.
“TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat berada dalam satu tujuan. Kita bekerja bersama, bahu-membahu. Inilah kekuatan TMMD, karena pembangunan akan menjadi lebih bermakna ketika masyarakat ikut terlibat di dalamnya,” ungkapnya.
Selain pengerasan jalan, sejumlah sasaran fisik TMMD ke-129 juga telah menunjukkan capaian tinggi. Penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter, pemasangan lima titik gorong-gorong, pemasangan batu sepanjang 100 meter serta pembangunan tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah rampung 100 persen.
Pembangunan Tugu TMMD tercatat mencapai 75 persen.
Di sektor pemberdayaan dan pelayanan masyarakat, program ketahanan pangan pada lahan seluas satu hektare telah mencapai 100 persen. Sementara program TNI Manunggal Air Bersih mencapai 89 persen.
Sejumlah kegiatan sosial seperti pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, bazar murah, penanaman pohon dan pembersihan lingkungan juga telah diselesaikan.
Dengan berbagai capaian tersebut, TMMD ke-129 di Buluh Kasok tidak hanya meninggalkan hasil berupa infrastruktur. Program tersebut juga memperkuat hubungan antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat dalam membangun wilayah secara bersama-sama.
Dandim berharap jalan yang sedang dikerjakan nantinya dapat menjadi akses penting bagi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Semoga jalan ini kelak menjadi jalan yang membawa manfaat, bukan hanya untuk perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
