Menyikapi masa tanggap darurat yang terjadi saat ini, Pemerintah Nagari Baruah Gunuang, Kecamatan Bukit Barisan, mengambil langkah cepat dengan menginisiasi pembentukan Komunitas Siaga Bencana Nagari (KSBN). Upaya ini mendapat dukungan penuh dari BAZNAS Kabupaten Limapuluh Kota, yang melihat pentingnya penguatan kapasitas respon bencana di tingkat nagari demi memastikan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penanganan bencana.
Bencana yang melanda wilayah setempat beberapa waktu terakhir mengungkap banyak persoalan krusial, mulai dari belum terorganisasinya relawan, kurangnya sistem manajemen posko, hingga lemahnya koordinasi mobilisasi logistik dan informasi. Kondisi ini mendorong Wali Nagari Baruah Gunuang untuk segera menggelar rapat khusus dengan berbagai unsur guna memperkuat kesiapsiagaan komunitas.
Rapat yang diselenggarakan di Kantor Wali Nagari pada Jumat (12/12) tersebut dihadiri 20 peserta dari berbagai elemen, termasuk relawan lokal, tokoh masyarakat, serta perwakilan BAZNAS. Kegiatan difasilitasi oleh Mulia Eko Putra dan menghadirkan narasumber Gusri Efendi, S.Pd., M.A., CTI selaku WK.2 BAZNAS Limapuluh Kota yang memberikan pemaparan mengenai eksistensi tanggap bencana dan kebutuhan penguatan kelembagaan respon cepat.
Sejumlah poin strategis dibahas dalam forum tersebut, meliputi: informasi tantangan proses siap siaga bencana yang telah terjadi dan dimassa depan, pentingnya mendorong kesiapan SDM, transparansi dan akuntabilitas bencana serta yang terpenting mengambil pelajaran dari berbagai masalah yang telah dihadapi saat ini dan massa recovery yang segera akan dilalui.
Rapat tersebut menghasilkan keputusan penting sebagai langkah awal memperkuat kesiapsiagaan bencana di Nagari Baruah Gunuang dalam sebuah komunitas aksi dan berharap bisa menjadi “role model” untuk Kampung Siaga Bencana.
“Kita harus segera membetuk komunitas dan mempersiapkan sistem kesiap siagaan bencana, kondisi saat ini kita harus segera bangkit sambil berlari sembari hadapi situasi saat ini, insya Alloh kita siap berdikari dan kerjasama dengan pihak manapun” ujar Aprional selalu Wali Nagari Baruah Gunung.
Rapat akhirnya menetapkan SK struktur KSBN secara formal. Menyusunan Rencana Aksi Transisi Emergency selama tiga bulan ke depan. Penguatan manajemen respon, termasuk penyempurnaan SOP tim dan penataan alur komando relawan. Pendataan serta survei mendalam mengenai dampak dan kebutuhan untuk mendukung tahapan pemulihan (recovery). Penguatan sistem komunikasi dan informasi, terutama melalui optimalisasi posko bencana sebagai pusat data, koordinasi, dan transparansi distribusi logistik.
Kehadiran dan dukungan BAZNAS Limapuluh Kota juga menjadi salah satu kunci penggerak penting dalam inisiatif ini. Gusri selaku salah seorang pimpinan menegaskan akan memperjuangkan dalam sidang Peleno pimpinan BAZNAS Limapuluh Kota untuk penguatan transportasi logistik, koordinasi lapangan, serta akuntabilitas pengelolaan bantuan.
Langkah cepat Wali Nagari Baruah Gunuang ini diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas yang lebih profesional, terstruktur, dan mampu merespon bencana secara efektif. Dengan terbentuknya KSBN, nagari memiliki fondasi kuat untuk menghadapi berbagai potensi risiko bencana di masa mendatang.