26.2 C
Padang
Wednesday, September 23, 2020

WAKAF PRODUKTIF SOLUSI ATASI KEMISKINAN

Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau sekelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau kepentingan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam. Dalam hal ini, permasalahan wakaf merupakan masalah yang sampai saat ini kurang dibahas secara intensif. Hal ini disebabkan karena umat Islam hampir melupakan kegiatan-kegiatan yang berasal dari lembaga perwakafan. Wakaf mempunyai peran penting sebagai salah satu instrumen dalam memberdayakan ekonomi umat. Dalam sejarah, wakaf telah memerankan peran penting dalam pengembangan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Hal-hal yang paling menonjol dari lembaga wakaf adalah peranannya dalam membiayai berbagai pendidikan Islam dan kesehatan.
Dalam hal ini umat Islam memiliki kebebasan untuk mengelola kekayaan yang dimiliki sesuai dengan sistem keuangan syari’ah. Sistem ini tidak hanya menguntungkan masyarakat akan tetapi hal ini mendukung program pemerintah. Dengan keadaan seperti ini akan membuka peluang bagi pemberdayaan wakaf produktif sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Demi terwujudnya tujuan utama wakaf yaitu untuk mengoptimalkan fungsi harta wakaf sebagai prasarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan sumber daya insani, maka perlu dilakukan perubahan terhadap pemahaman umat Islam yang menganggap harta wakaf hanya sebatas harta tidak bergerak yang tidak dapat diproduktifkan seperti kuburan, masjid, yayasan, pesantren dan sebagainya.
Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibada dan umtuk memajukan kesejahraan umum. Wakaf juga bertujuan memanfaatkan harta benda wakaf sesuai dengan fungsinya.
Wakaf produktif memiliki jangka profit yang lebih panjang dan luas sehingga wakaf produktif mampu digunakan untuk kepentingan sarana pembangunan umat di berbagai bidang, seperti jaminan sosial, pendidikan, kebudayaan, ekonomi masyarakat, kesehatan dan lainnya. Dalam pasal 16 ayat 3 UU No. 41 Tahun 2004, Benda bergerak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b adalah harta benda yang tidak bisa habis karena dikonsumsi, meliputi:
uang,logam mulia, surat berharga, kendaraan, hak atas kekayaan intelektual, hak sewa dan benda bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang undangan yang berlaku. Dari wakaf benda bergerak di atas dapat di jelaskan beberapa benda wakaf bergerak sebagai berikut:
Wakaf Uang
Wakaf tunai adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, dan lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Imam Bukhri mengungkap kan bahwa Iman Az- zuhri berpendapat dinar dan dirham (keduanya mata uang yang berlaku ditimur tengah) boleh untuk diwakafkan. Caranya ialah dengan menjadikan dinar dan dirham itu sebagai modal usaha (dagang), kemudian menyalurkan keuntungannya sebagai wakaf.
Wahbah Az- Zuhaili juga mengungkapkan bahwa madzhab hanafi membolehkan wakaf tunai karena sudah banyak dilakukan dikalangan masyarakat. Madzhab hanafi memang berpendapat bahwa hukum yang ditetapkan berdasarkan adat kebiasaan mempunyai kekuatan yang sama dengan hukum yang ditetapkan berdasarkan nash(teks). Dasar argumentasi madzhab hanafi adalah hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, r.a yang artinya:
“apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin, maka dalam pandangan Allah adalah baik, dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah pun buruk”
Cara melakukan wakaf tunai menurut madzhan hanafi ialah dengan menjadikannya modal usaha dengan cara mudharabah. Sedangkan keuntungannya disedekahkan kepada pihak wakaf.
Uang, sebagai nilai harga sebuah komoditas, tidak lagi dipandang semata mata sebagai alat tukar, melainkan juga komoditas yang siap dijadikan alat produksi. Ini dapat diwujudkan dengan misalnya, memberlakukan sertifikat wakaf uang yang siap disebarkan ke masyarakat. Model ini memberikan keuntungan bahwa wakif dapat secara fleksibel mengalokasikan (tasharufkan) hartanya dalam bentuk wakaf. Demikian ini karena wakif tidak memerlukan jumlah uang yang besar untuk selanjutnya dibelikan barang produktif. Juga, wakaf seperti ini dapat diberikan dalam satuan satuan yang lebih kecil.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam wakaf uang, maka umat akan lebih mudah memberikan kontribusi mereka dalam wakaf tanpa harus menunggu kapital dalam jumlah yang sangat besar. Karena, meskipun sangat kecil jumlahnya, wakaf dalam bentuk uang ini masih saja dapat menerimanya, disesuaikan dengan tingkat kesejahteraan wakif. Model wakaf semacam ini akan memudahkan masyarakat kecil untuk ikut menikmati pahala abadi wakaf. Mereka tidak harus menunggu menjadi ‘tuan tanah’ untuk menjadi wakif. Selain itu, tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia cukup tinggi, sehingga kita dapat optimis mengharapkan partisipasi masyarakat dalam gerakan wakaf tunai.
Dalam rangka pergerakan dana masyarakat dan optimalisasi potensi financial umat untuk kemaslahatan perekonomian, gagasan wakaf tunai akan dapat melengkapi UU No 17 tahun 2000 tentang perubahan ketiga atas Undang-undang No 7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan, dimana zakat dimasukkan sebagai faktor pengurang pajak. Disamping itu juga dapat mendukung lembaga- lembaga pengelola zakat dengan diberlakukannya UU pengelola zakat No 38 tahun 1999. Departemen Agama sebagai pemegang otoritas keagamaan dan saat ini juga otoritas administrasi wakaf secara pro-aktif memintakan fatwa kepada Majlis Ulama Indonesia (MUI) mengenai status hukum wakaf uang guna penyempurnaan PP No 28 tahun 1977 agar lebih akomodatif dan ekstensifdan sekarang telah diakomodir dalam Undang-undang NO 41 tahun 2004 tentang wakaf.
Wakaf logam mulia
Bagi lembaga wakaf, keberadaan dari wakaf emas bisa membantu untuk menjadikan solusi terhadap pendayagunaan wakaf harta tak bergerak yang banyak selama ini. Bahkan, wakaf emas yang terkumpul di masyarakat, bisa dijadikan agunan di pegadaian syariah atau bank syariah untuk memperoleh pembiayaan yang fungsinya untuk membangun infrastruktur wakaf tanah. Dengan wakaf emas, sekaligus sebagai strategi media inklusif dalam crowd funding membangun infrastruktur.
Wakaf emas memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan wakaf uang, pertama, karena wujudnya adalah emas maka nilai dari emas sangat stabil dan tidak tergerus dalam inflasi, sehingga aman dan menentramkan sebagai media transaksi. Kedua, bisa diagunkan dalam pembiayaan dan tak akan hilang wujudnya ketika disimpan di lembaga keuangan sesuai dengan akad yang disepakati. Ketiga, dengan wakaf emas akan mendorong budaya masyarakat dalam menggunakan emas sebagai alternatif alat bertransaksi dalam kehidupan, sekaligus membantu pemerintah dalam menurunkan inflasi. Maka berwakaf emas adalah life stile wakaf modern dalam partisipasi publik pembangunan. Sekaligus juga sebagai bagian dalam mengaktualisasikan agama, dimana dalam agama memunculkan kesalihan ritual dan kesalihan sosial.
Wakaf surat berharga
Surat berharga merupakan surat yang digunakan sebagai pengganti uang yang sekarang telah digunakan sebgai alah tukar dalam industri perdangangan. Pengelolaan wakaf surat berharga yang berbentuk saham dan obligasi terbuka ditujukan untuk memaksimalkan perolehan deviden (bagi hasil), serta pengembangan portofolio untuk menghindari terjadinya aset yang default. Deviden atau bagi hasil yang diperoleh menjadi surplus yang akan didayagunakan untuk program-program sosial sesuai peruntukannya (pendidikan, kesehatan, pemberdayaan).
Adapun Surat-surat berharga yang dapat diwakafkan yaitu:
Sukuk (obligasi) syariah
Deposito syariah
Reksadana syariah
Wasiat wakaf dalam polis asuransi
Wasiat wakaf dalam surat wasiat
Saham perusahaan syariah terbuka (terdaftar di bursa efek)
Hak Atas Kekayaan Intelektual
Istilah HAKI juga merupakan terjemahan dari Property Rights yang berarti suatu hak atas milik yang berada dalam ruang lingkup kehidupan teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Kepemilikannya adalah terhadap hasil kemampuan intelektual penciptanya, diantaranya berupa idea, bukan terhadap barangnya. HAKI dalam ilmu hukum merupakan bagian dari hak atas benda yang bersumber dari hasil kerja otak atau rasio manusia yang memiliki nalar. Hasil kerja tersebut berupa benda immateriil (benda tidak berwujud), yang dirumuskan sebagai hasil kerja intelektualitas dengan menggunakan logika atau metode berfikir yang merupakan cabang filsafat. Hasil pemikiran logika atau rasio tersebut kemudian disebut pemikiran rasional atau logis. Tidak semua orang mampu menggunakan otaknya secara maksimal untuk menghasilkan sebuah karya.
HAKI pada dasarnya merupakan hak atas kekayaan yang lahir dari intelektualitas manusia. Hak tersebut lahir melalui daya cipta, rasa maupun karsanya, baik di bidang teknologi, sastra, seni, ilmu pengetahuan dan lain-lain, perlu dihargai secara maksimal. Penciptaan hasil karya tersebut membutuhkan suatu pengorbanan berupa tenaga, waktu, pikiran, bahkan biaya yang tidak sedikit. Pengorbanan tersebut menjadikan karya yang dihasilkan memiliki nilai yang pantas diapresiasi, disamping adanya manfaat yang dapat dinikmati sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Adapun hasil kemampuan intelektual seseorang dalam sebuah karya dapat digolongkan menjadi tiga macam:
Ciptaan, yakni hasil karya cipta seseorang dalam bentuk khas di bidang apa pun baik ilmu, seni ataupun sastra. Selanjutnya hak yang melekat pada ciptaan tersebut dinamakan hak cipta.
Penemuan, yaitu kegiatan pemecahan suatu masalah di bidang teknologi yang dapat berupa proses atau hasil produksi atau pengembangan dan penyempurnaan suatu proses atau hasil produksi. Hak yang melekat pada penemuan disebut hak paten.
Merek, yaitu tanda yang berupa gambar, kata, nama, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut, yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan atau jasa. Hak yang melekat pada merek disebut hak atas merek.
Wakaf kendaraan
Wakaf kendaraan merupakan wakaf yang diberikan/dilakukan sesoarang, suatu kelompok, lembaga atau badan hukum dalam bentuk kendaraan. Kendaraan tergolong dalam wakaf benda bergerak untuk diambil manfaatnya, yang dapat meringankan suatu pekerjaan masyarakat, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam pengelolaan wakaf kendaraan, yang peru dimaksimal kan yaitu bentuk perawatan kendaraan tersebut, agar kendaraan tersebut dapat di manfaatkan lebih lama, karena wkaf bentuk kendaraan tergolong dalam wakaf benda bergerak yang diambil manfaatnya saja. Penerima manfaat dari wakaf kendaraan tersebut sebagai alat transportasi kegiatan sehingga bisa membantu kelancaran program- program dan kegiatan-kegitan  ( Mauquf ‘alaih ) contohnya sebagai alat transortasi antar-jemput zanajah, sama untuk anak sekolah, dan lain sebagainya .
Hak Sewa
Harta benda wakaf berupa hak sewa merupakan hal yang baru dalam perkembangan perwakafan di Indonesia. Karena selama ini masyarakat dalam memahami harta benda wakaf hanya terfokus harta tidak bergerak atau lebih menekankan pentingnya keabadian benda wakaf walaupun benda wakaf itu tidak memberikan manfaat apa-apa kepada masyarakat.
Wakaf hak adalah apabila yang diwakafkan berupa hak bernilai materi atau manfaat yang dimiliki oleh selain pemilik barang, seperti dalam penyewaan. Wakaf hak atau manfaat adalah harta yang akan diwakafkan berupa hak bernilai materi maupun manfaat yang dimiliki oleh selain pemilik barang tersebut. Karena Manfaat barang yang dimiliki penyewa tidak selamanya dimiliki, jadi apabila seseorang memiliki manfaat suatu barang dalam jangka waktu tertentu, baik melalui sewa atau karena diberikan manfaatnya oleh pemilik barang, maka ia boleh mewakafkan manfaat barang selama masa menggunakannya masih ada.
Dalam wakaf, hak sewa berupa benda bergerak dapat dijadikan wakaf yang produktif, sebab benda wakaf tersebut dapat dimanfaatkan sebagai wakaf dengan cara disewakan. Hal tersebut sangat berpotensi untuk lebih meningkatkan pemanfaatan benda wakaf dan lebih produktif dalam pola pengembangan benda wakaf tersebut.
Sebagai contoh orang menyewa bangunan selama 10 Tahun, kemudian bangunan tersebut dijadikan masjid untuk shalat, atau memiliki manfaat rumah selama setahun kemudian dijadikan untuk tempat penginapan orang yang sedang dalam perjalanan dan lain sebagainya. Dari beberapa wakaf produktif di atas, dapat dismpulkan bawah jika wakaf tersebut di kelola oleh Nadzir yang handal dan profesional, maka hasil dari wakaf produktif tersebut dapat membantu perekonomian ummat Islam. Sebab dari wakaf produktif tersebut sangat besar potensinya untuk pengembangan perekonomian masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Direkturat pemberdayaan wakaf, 2007.  pedoman pengelolaan wakaf tunai, Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Qahaf, Munzir, 2005, Manajemen Wakaf Produktif, terjemahan Muhyidin Mas Ridha, Jakarta : Khalifa
Syarifin, Pipin dan Dedah Jubaedah, 2000, Peraturan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia, Bandung : Pustaka Bani Quraisy
Richard Burton Simatupang, 2003, Aspek Hukum dalam Bisnis, Jakarta: Rineka Cipta
Abdulkadir Muhammad, 1994, Hukum Harta Kekayaan, Bandung: Citra Aditya Bakti
Intruksi Presiden Nomor 1 tahun 1991 tentang Penyebarluasan Komplikasi Hukum Islam (KHI)
Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf
Oleh Nursoyba Harahap_( Mahasiwi IAIN Batusangkar, Sumatera Barat) Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf
Editor : Rezki Aryendi SH
Email: nursoyba36@gmail.com

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Bangun Komunikasi, Dandim 0311 Pessel gelar Coffee Morning dengan Media

Pesisir Selatan,-Bersama awak media di Kabupaten Pesisir Selatan, Dandim 0311/Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakti, Jumat (18/9) pukul 08.30 Wib menggelar acara "...

Satpol PP Payakumbuh Dan Tim Gabungan Disiplinkan Masyarakat

Payakumbuh --- Pada hari Rabu (16/9), puluhan petugas yang terdiri dari TNI-POLRI dan Satpol PP Payakumbuh melakukan sidak ke beberapa tempat di...

Usung Tema ” TMMD ke -109 tahun 2020 Pengabdian Untuk Negeri ” Resmi di Tabuh

Pesisir Selatan,-Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni memukul gong pertanda resmi pembukaan Tentara Manunggal Masuk Desa ( TMMD) ke -109 tahun 2020, pembukaan TMMD...

Bangun Komunikasi, Dandim 0311 Pessel gelar Coffee Morning dengan Media

Pesisir Selatan,-Bersama awak media di Kabupaten Pesisir Selatan, Dandim 0311/Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakti, Jumat (18/9) pukul 08.30 Wib menggelar acara "...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Ajaran Minangkabau: Sumber, Pewarisan, dan Pemahamannya

Minangkabau yang hingga saat ini masih mempraktekan matrilineal dianggap etnis yang menarik untuk dicermati. Kenyataan ini juga dijadikan asumsi bagi para pengkaji...

Balitbangtan Siap Lepas Kacang Hijau Tahan Salin

Indonesia diperkirakan memiliki lahan salin seluas 0,4 juta hektare (ha) yang membentang sepanjang pantai utara dan selatan Pulau Jawa, Aceh, Nias, Sulawesi...

Jakob Oetama; Tokoh Wartawan Legendaris

Di tahun 2018 dalam Rangkaian Acara Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas ketika itu, salah satu narasumber kunci Usman Kansong Direktur...

Riwayat Pemilu 1955

Pesta Demokrasi yang diadakan pada Tahun 1955 merupakan Pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10...
- Advertisement -