25.2 C
Padang
Sunday, October 25, 2020

Syahrul Yondri, Penemu Cabe Kopay Pelopor Ketahanan Pangan 2013

Ketua Kelompok Tani Tanjung Subur Kelurahan Kotopanjang Dalam, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), Syahrul Yondri, 45 tahun, terpilih sebagai Pelopor Ketahanan Pangan (PKP) 2013 Sumatera Barat. Petani penemu Cabe Kopay Payakumbuh itu, untuk selanjutnya mewakili Sumatera Barat dalam pemilihan PKP Tingkat Nasional tahun ini.

 

 

 

Sementara. Dalam lomba ketahanan pangan antar kelompok tani, Payakumbuh gagal mendulang prestasi terbaik. Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai dari Kelurahan Padang Datar, Kecamatan Payakumbuh Barat, yang mewakili Payakumbuh dalam lomba tersebut, hanya mampu merebut gelar juara ketiga. KWT Teratai gagal bertaung ke tingkat nasional.

 

 

 

 

 

Sekdako Payakumbuh Ir. H. Benni Warlis, MM didampingi Kepala Kantor Ketahanan Pangan Ir. Syahril, di Payakumbuh, Sabtu (7/9), menginformasikan, lomba PKP diawali dengan pengiriman profil dan data keltan ke Kementerian Pertanian di Jakarta. “Profil Syahrul Yondri berupan CD dan data Keltan Tanjung Subur dalam membudidayakan Cabe Kopay sudah dikirim ke Jakarta,” sebut Syahril.

 

 

 

Sesuai jadwal, 10 besar PKP 2013 akan diundang ke Jakarta, November mendatang. Setiap nominator akan mempresentasikan hasil pertanian keunggulannya di hadapan dewan juri nasional. “Untuk presentasi ini, kita optimis Syahrul Yondri punya kemampuan, karena ia sendirilah yang menemukan dan mengembangkan Cabe Kopay yang panjangnya mencapai40 Cm itu.

 

 

 

Cabe Kopay milik Syahrul Yondri itu, ungkap sekdako, sudah dipatenkan Kementerian Pertanian, 2011. Sejak itu, nama Syahrul Yondri dan Kota Payakumbuh semakin berkibar di tingkat nasional. Keltan Tanjung Subur pun sudah menjadi tujuan studi banding kelompok tani dari sejumlah provinsi di Tanah Air.

 

 

 

“Mudah-mudahan dalam Lomba PKP 2013 ini, Syahrul Yondri mempu mendulang prestasi nasional, sehingga nama Sumatera Barat dan Kota Payakumbuh makin berkibar di Tanah Air,” simpul Syahril.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

BPBD Kota Payakumbuh Serahkan Bantuan Untuk 2 Korban Kebakaran Di Parik Rantang

Payakumbuh — Dua pemilik rumah korban kebakaran hebat di Kelurahan Parik Rantang RT 05 RW 04, pada Minggu (18/10/2020) pagi langsung mendapat...

MTQ Ke XXXIX Tingkat Kota Payakumbuh Bakal Digelar Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Payakumbuh --- Sebelum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXXIX tingkat Kota Payakumbuh tahun 2020 digelar di Kecamatan Payakumbuh Selatan pada 24-25 Oktober...

Tim Saber Pungli Kota Payakumbuh Gelar Sosialisasi di Kantor Camat Payakumbuh Barat

Payakumbuh,- Ciptakan Kota Payakumbuh Bebas pungli dan gratifikasi, tim Saber Pungli Kota Randang turun ke kecamatan. Kamis 22/10 Tim Gabungan yang terdiri...

Pelantikan 3 Jabatan Eselon II Tunggu Persetujuan KASN

Payakumbuh - Setelah dilakukan beberapa tahapan seleksi untuk mengisi tiga jabatan eselon II yang lowong yakni Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pariwisata Pemuda...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi

Kedai kopi asal Bandung, Noka Coffee, meluncurkan outlet kedua mereka di kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 9 Oktober 2020. Sebagai brand yang...

Keripik Karamunting Cemilan Kaya Antioksidan

Padang,- Pandemi Covid-19 tak hanya menghentikan kegiatan perkuliahan mahasiswa secara tatap muka di kampus. Pandemi ini juga memaksa program kreativitas mahasiswa (PKM)...

Pertamina Mengkaji Penghapusan Premium dan Pertalite

PT Pertamina (Persero) kini tengah mengkaji penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan nilai oktan (Research Octane Number/ RON) di bawah...

Krisis Ekonomi Dampak Pandemi

Jakarta – Sampai kini, ekonomi Indonesia mulai dari makro sampai moneter terus terpuruk di tengah pandemi corona, melihat kondisi Political and Public Policy Studies...
- Advertisement -