29 C
Padang
Minggu, April 11, 2021
Beritasumbar.com

Rani Fitriana Jambak Lauching Karya Seni Suara Minangkabau
R

Kategori -

Mari hadiri, dukung, apresiasi dan sebarluaskan diskusi dan peluncuran karya dunsanak kita Rani Fitriana Jambak @Rani Fitriana Jambak (Seniman, musisi dan penggerak lingkungan) generasi keturunan ke 3 Minangkabau di Kota Medan beserta karya soundscape tentang kampung asal leluhurnya “SUARA MINANGKABAU” tentang darek, pasisia dan rantau (yang diterjemahkan pengkarya beliau sebagai anak rantau) serta minangkabau urban. Setelah sebelumnya telah juga menghasilkan karya “SOUND OF MEDAN” tentang suara urban kota Medan kerjasama bersama GOETHE Institut – Singapura

.
Perilisan karya diselenggarakan oleh Medan Creative Hub, sebuah lembaga kolektif non profit dari Medan, berlokasi di d’Caldera Coffee, Medan, yang dilaksanakan secara terbatas dan sesuai dengan protokol kesehatan, mulai jam 19.30. Acara rilis ini dapat disimak secara live streaming di channel YouTube: RKI Project (Rumah Karya Indonesia).

Link streaming diskusi karya dan peluncuran Suara Minangkabau oleh Rani Jambak :
YouTube : RKI Project
Zoom : ZOOM Suara Minangkabau

Rani Jambak
Email : ranijambakmusic@gmail.com
Facebook : Rani Fitriana Jambak
Instagram: ranijambak
YouTube : Rani Jambak
WhatsApp : +61 416 241 949
Phone : 085 953 249 295

LAUNCHING SUARA MINANGKABAU, KARYA RANI JAMBAK

Peluncuran Karya Komposisi Kreatif, Racikan Suara-Suara Khas Daerah, dari Gadis Pemburu Bebunyian

Bunyi itu penting. Dan setiap tempat memiliki bebunyian khasnya masing-masing. Bunyi-bunyian khas di suatu tempat akan menghasilkan relasi antara memori, imajinasi, persepsi, pengertian, perasaan tertentu, dan interaksi individu terhadap lingkungan soniknya. Itulah konsep dasar karya kreatif terbaru yang disuguhkan seorang Rani Jambak.

Rani Jambak, komposer muda kreatif dari Medan, akan merilis sebuah komposisi kreatif bertajuk SUARA MINANGKABAU. Karya ini merupakan sebuah komposisi inovatif, berupa rajutan dari berbagai bunyi-bunyian khas di daerah Minangkabau, yang direkam Rani Jambak sebagai sampling suara, dan kemudian diolahnya serta di-aransemen menjadi sajian komposisi musik yang indah, unik, dan artistik.

Bagi seorang Rani Jambak, bunyi adalah media ampuh yang membantu manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui bunyi-bunyian yang khas, maka akan terangkai gambar dalam persepsi dan imajinasi pendengarnya mengenai sebuah lanskap (pemandangan) suara, di mana lanskap suara di suatu tempat akan berbeda dengan tempat yang lain, yang dibedakan dengan adanya penanda-penanda suara yang khas.

Misalnya, lanskap suara di kota metropolitan biasa ditandai dengan bunyi-bunyian bising deru mesin mobil, suara klakson, teriakan dan peluit tukang parkir, dll, yang menghasilkan perasaan dan persepsi tentang kehidupan yang diburu-buru, dinamis, bergairah, kerja keras, gelisah, individual, dan penguasaan.

Sementara lanskap suara di desa biasa ditandai dengan bunyi suara ayam berkokok, kicau burung, bunyi jangkrik, suara orang mencangkul, bunyi batang bambu bergesekan ditiup angin, suara obrolan dan gelak tawa di kedai kopi, dll, yang menghasilkan persepsi dan perasaan damai, tentram, teduh, sejuk, kekeluargaan, akrab, dan gotong-royong.

Lanskap suara juga bisa dibedakah berdasarkan perspektif wilayah, terkait ada budaya lokal yang melekat dalam suatu komunal yang berada dalam suatu wilayah. Bagaimana lanskap suara di wilayah Bali tentu akan berbeda dengan di Jawa Tengah, dan tentu berbeda pula dengan di Minangkabau, ada penanda-penanda lokal, yang sangat terkait dengan aktivitas budaya entitas setempat. Dan bunyi-bunyian khas suatu daerah, sangat mungkin akan hilang ataupun berubah, seiring dengan dinamika perubahan aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di suatu daerah.

Karena itulah, maka bunyi-bunyian yang khas menjadi “target koleksi” bagi Rani Jambak. Komposer lulusan S-2 di Macquarie University, Sydney, Australia ini, terdorong untuk menjadi seorang pemburu suara. Dikumpulkannya bebunyian khas dalam rekaman audio digital, sebagai koleksi bahan baku untuk karya-karyanya, dikurasi, untuk kemudian diolah kembali dengan teknologi musik digital, menjadi sebuah komposisi.

Darek, Pasisia, dan Rantau
Rani Jambak lahir di Medan, namun leluhurnya berasal dari suku Jambak, etnis Minangkabau. Dalam capaian titik tertentu perjalanan berkaryanya, Rani tegerak untuk menciptakan karya yang terkait langsung dengan keterikatannya pada jejak-jejak leluhurnya. Maka, lahirlah karya “Suara Minangkabau”, yang sebetulnya banyak bersumber dari perasaan dan alasan yang sangat personal.

Dalam sudut pandang yang lebih luas, “Suara Minangkabau” menjadi sebuah project musik kreatif dalam menikmati suara yang dihasilkan oleh alam dan budaya Minangkabau dari perspektif wilayah. Adapun wilayah Minangkabau yang dimaksud adalah dalam kesatuan geografis, politik, sejarah, ekonomi dan sosial, adalah “Dare” (darat), “Pasisia” (pesisir), dan Rantau.

Dalam buku “Sedjarah Minangkabau” karya MD Mansoer (penerbit Bhtratara Jakarta, 1970), disebutkan bahwa wilayah “Dare’ atau daratan, terletak di tengah-tengah, daerah pegunungan Bukit Barisan atau terletak di wilayah daratan tinggi. Dare diyakini sebagai daerah asli Minangkabau yang juga sering disebut sebagai “Alam Minangkabau”.

Sementara “Pasisia” atau pesisir adalah wilayah kesatuan politik-ekonomis yang menurut sejarah dikenal sebagai kota dagang. Dataran rendah yang berbatasan dengan Samudera Indonesia dan berada di sebelah barat Bukit Barisan.

Sedangkan “Rantau” merupakan lembah sungai atau anak-anak sungai yang bermuara di Selat Sumatera (Malaka) maupun di Laut Cina Selatan. Namun dalam kebudayaan Minangkabau, Rantau memiliki arti yang lebih luas. Tidak hanya berarti sebagai daerah yang berada di luar Minangkabau, “Pergi Merantau” juga merupakan sebuah tradisi yang telah mendarah daging bagi orang Minangkabau yang pada akhirnya membuat kata Rantau memiliki dua makna. Sebagai sebuah batasan wilayah, dan juga sebagai kata kerja yang membuat semakin besarnya wilayah rantau itu sendiri.

Dalam project “Suara Minangkabau”, Rani Jambak membagi komposisi dalam tiga wilayah karya. Yaitu Dare, Pasisia, dan Rantau. Keseluruhan wilayah Dare dalam project ini diwakilkan oleh daerah Payakumbuh, Padang Panjang, dan Bukit Tinggi. Untuk Pasisia akan diwakilkan oleh wilayah Pariaman dan Kota Padang. Sedangkan Rantau, Rani memakai makna kata kerja dari “Pergi Merantau” di mana ia memakai perspektif asal-usulnya sebagai anak Rantau yang tinggal di Medan dan menginterpretasi suara-suara di Rantau dan Minangkabau menjadi sebuah hibridasi.

Bagi Rani Jambak, memahami ruang akustik di Minangkabau bukan hanya mengenai alam dan tradisi, tapi juga tentang masyarakat urban yang membentuk Minangkabau modern saat ini. Mendengar kembali suara-suara atau soundscapes yang tercipta atas aktivitas budaya, ekonomi, alam, dan lainnya, dapat memberikan pengalaman yang berbeda dalam memahami lingkungan sonik Minangkabau.

Terlebih-lebih khususnya bagi masyarakat Minangkabau yang tinggal di wilayah Minangkabau itu sendiri, maupun bagi mereka yang tinggal di luar daerah atau Rantau. Suara dapat membangkitkan indra dan imajinasi. Selain itu, suara juga bisa menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini.

Maka, “Suara Minangkabau” menjadi sebuah alternatif dalam mempelajari sejarah dan budaya Minangkabau. Melalui pemahaman wilayah tersebut, generasi tua akan mengingat kembali memori mereka tentang Minangkabau, dan bagi generasi muda, akan menjadi sebuah pengetahuan yang mungkin belum pernah mereka ketahui. Pengenalan sejarah dan budaya Minangkabau bagi generasi muda, tentu saja sejalan dengan tujuan Pemajuan Budaya dalam penguatan karifan lokal yang tidak hanya mengangkat nilai sejarah, namun juga berelaborasi dengan modernisasi.

Proses Produksi
Proses berburu bunyi field recording (perekaman di lapangan) dilakukan Rani Jambak pada bulan November 2020 di Sumatera Barat, selama 12 hari. Sedangkan proses perburuan suara dalam perekaman untuk Rantau (Medan) dilakukannya pada bulan Februari 2021.

Rani Jambak (sound recordist) dan Evi Ovtiana (videografer) merekam berbagai aktivitas sosial budaya di Sumatera Barat, meliputi aktivitas di pasar, berkebun, berburu babi, melaut, rumah gadang, pemain musik tradisi, makanan tradisional, randai, sawah, perbukitan, transportasi, pembuatan sampan, lembah, air terjun, danau, mesjid, hewan, alat musik talempong batu, dll.

Beberapa wilayah yang dieksplorasi Rani dan Evi adalah kota Padang, Pariaman, Ampek Angkek, Payakumbuh, Bukit Tinggi, Tabek Patah, kota Medan, dan Kisaran.

Setelah tuntas berburu bunyi merekam di lapangan, proses selanjutnya dilakukan Rani dan Evi di studio, untuk mengaransemen komposisi musik dan video editing. Proses komposisi menggunakan teknik sampling, eksplorasi bunyi dan soundscapes, yang diolahnya menjadi sebuah suguhan karya inovatif.

Campaign Material : #futureancestor
Pada karya Suara Minangkabau, Rani Jambak mengusung tema #futureancestor pada kampanye sosial media. #futureancestor secara harafiah berarti leluhur masa depan. Bagi Rani, semua manusia yang hidup masa kini akan menjadi leluhur di masa yang akan datang.

Apapun buah pikir dan yang kita lakukan saat ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. “Kita sedang menulis sejarah dan tradisi yang baru”. Namun, bagaimana kita menyikapi warisan dari leluhur masa lalu kita?

Perkembangan globalisasi dan modernisasi memaksa kita terus berbenturan dengan nilai-nilai yang ditawarkan oleh leluhur kita pada masa lalu. Bagi Rani, benturan dalam prosesnya tidak harus selalu dihadapi dengan sikap penolakan atau antikritik. Selayaknya warisan, kita dapat memahaminya terlebih dahulu kemudian mempertimbangkan apakah nilai-nilai ini masih relevan atau tidak untuk diteruskan.

Namun, kita patut mengapresiasi buah pikir para leluhur dan menganalisis nilai-nilai tersebut, yang bisa saja sangat futuristic. Sehingga kita masih bisa mengaplikasikannya dengan sentuhan modernitas. Sejalan dengan karya Suara Minangkabau yang berupaya untuk membongkar kembali pemahaman terhadap nilai-nilai dan sejarah Minangkabau pada masa lalu, yang kemudian “warisan” tersebut diadaptasi dengan perkembangan yang kekinian di era digital ini.

futureancestor secara simbolik mengajak para pemuda untuk berpikir dan bertindak selayaknya kita yang akan menjadi pewaris pemikir di masa depan. Dalam pergerakan pemajuan budaya dan pertahanan alam yang menjadi kekayaan nusantara.

Profil Rani Jambak
Rani Jambak lahir di Medan, namun leluhurnya berasal dari suku Jambak, etnis Minangkabau. Dalam capaian titik tertentu perjalanan berkaryanya, Rani tegerak untuk menciptakan karya yang terkait langsung dengan keterikatannya pada jejak-jejak leluhurnya. Maka, lahirlah karya “Suara Minangkabau”, yang sebetulnya banyak bersumber dari perasaan dan alasan yang sangat personal.

Musisi dan komposer kelahiran tahun 1992 ini memiliki nama lengkap dan gelar akademis: Rani Fitriana, S.Pd.,M.Cr.Ind. Gadis berdarah Minangkabau ini mengenyam pendidikan S-1-nya di Program Studi Seni Musik, Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Musik, Universitas Negeri Medan, sejak 2010-2015. Rani melanjutkan pendidikan S-2 di Jurusan Creative Industry, Department of Media, Music, Communication and Cultural Studies, Faculty of Art, Macquarie University, Sydney, Australia, melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan Indonesia, gelar master diperolehnya pada tahun 2018.

Sepulangya dari pendidikan di Australia, Rani mulai totalitas terjun berkarir dan berkarya di jalur musik. Rani tampil dalam berbagai event budaya dan event musik seperti Tao Silalahi Arts Festival 2018 di Danau Toba, Mini Concert and Discusion di Yogyakarta, International Seminar Australia, France & Japan AR Education, Celeb Nature Festival di Makassar, Medan Most Inspiring Award 2018 & Medan Kover Face IV, Festival Musik Dalam Layar (Episode 3) Live streaming concert (disponsori OneBeat Accelerator & @america), 24 Hours Medan – Ekseperimental film bisu dengan live music sebagai soundtrack (disponsori oleh Robert Bosch Stiftung, MitOst, Embassy of the Federal Republic of Germany in Jakarta), dan masih banyak lainnya.

Rani Jambak menjadi project manager pada sebuah event Medan Soundspectives – sebuah festival budaya dengan fokus pada seni mendengar dan keberagaman akustik kota Medan (disponsori oleh Robert Bosch Stiftung, MitOst, Embassy of the Federal Republic of Germany in Jakarta). Di akhir tahun 2020, ia menjadi komposer serta sound designer dalam instalasi audio visual (directed by Evi Ovtiana) bertajuk: Bétel: Keeping Tradition dan Bétel: Embracing Questions, yang mengupas tentang tradisi sirih, pada rangkaian Novembré Numerique 2020 (peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Perancis – Indonesia, yang disponsori oleh Institut Français d’Indonésie Jakarta).

Dalam hal karya, melalui Nature Creative Lab, studio dan laboratorium musik kreatif yg dikembangkan Rani Jambak untuk eksplorasi musik dan desain suara, Rani telah melahirkan beberapa karya kreatif yang dibaginya dalam beberapa kategori: “Hybrid of Sumatra”, yaitu lagu-lagu tradisional Sumatera yang di-aransemen ulang dengan kemasan musik elektronik, “#formynature” lagu untuk kampanye pelestarian lingkungan, “Contemporary Soundscapes” yaitu komposisi musik yang mengeksplorasi keberagaman bebunyian khas, dan “Comercial” yaitu musik-musik untuk kepentingan komersial.

Dalam “Hybrid of Sumatra”, Rani telah melahirkan karya-karya aransemen musik elektronik untuk lagu-lagu etnik: Piso Surit (Karo) pada tahun 2018, Pak Ketipak Ketipung (Melayu) pada tahun 2018, Hybrid of Serampang 12 (Melayu) pada tahun 2019, Serma Dengan Dengan (Simalungun) pada tahun 2020.

Sedangkan dalam “#formynature”, Rani telah melahirkan karya-karya kampanye penyelamatan lingkungan hidup yaitu: Nature (2018), Smoke Blanket (2019), The Eyes (2020, berkolaborasi dengan Orangutan Haven). Sebagai salah satu rangkaian (alternatif produk kampanye) dari rilisan lagu The Eyes, Rani Jambak juga membuat beberapa seri episode podcast berjudul Pongo, dalam channel-nya Spotify-nya, yaitu Cuap-Cuap Rani Jambak.

Untuk kategori “Contemporary Soundscapes”, Rani telah menghasilkan komposisi-komposisi musik yang mengeksplorasi keberagaman bebunyian khas dalam karya-karya Sound of Medan (2020, disponsori Goethe Institut Singapore, dalam project Sound of X, yang melibatkan 8 negara), Harmoni Sumatera Utara (2020, disponsori HUMAS Provinsi Sumatera Utara), dan Suara Minangkabau yang disponsori oleh Dirjen Kebudayaan Republik Indonesia).

Sementara untuk kategori “Comercial”, beberapa karya musik Rani antara lain yaitu iklan komersil Go Food (2020), beberapa musik untuk penelitian dosen Universitas Bina Guna dan mahasiswa S-2 Universitas Negeri Medan mengenai senam dengan teknik pencak silat Minangkabau dan senam aerobik Sumut (2021), musik untuk tari etnik modern Aceh untuk komunitas tari GM Medan (2019), mengaransemen ulang lagu anak Medan menjadi lagu anak Medan lawan corona (2020).

Saat ini Rani Jambak tengah mempersiapkan karya barunya yang disponsori Goethe Institut Germany, yaitu Virtual Partner Residency, berupa program berkolaborasi secara virtual bersama Lyra Pramuk, seniman dari Jerman, membuat karya bersama, saling bertukar referensi dan perspektif, hingga menghasilkan karya kolaborasi, yang akan segera dilaunching dalam beberapa waktu ke depan.

MMJ is MSJ
My Musical Journey is My Spiritual Journey, itulah sebuah pola besar proses perjalanan pengkaryaan dan perjalanan kehidupan seorang Rani Jambak. Bagaimana musik menjadi medium bagi Rani Jambak untuk membantunya menemukan makna kehidupan dalam konteks kesadaran dirinya sebagai bagian dari “skenario besar semesta”.

Rani merasakan bagaimana ia terpanggil untuk makin “tercebur” dalam proses-proses pengkaryaan yang masuk pada ranah idealis dengan membawa pesan-pesan semesta, seperti melestarikan alam dan lingkungan hidup, menyelamatkan satwa liar, menelusuri jejak leluhur, serta melestarikan budaya. Ia tak bisa menghindari itu. Rani merasa bahwa semesta telah memanggilnya untuk berbuat sesuatu melalui karya musiknya.

Termasuk dalam Suara Minangkabau. Proses dan karya ini menjadi sebuah perjalanan personal Rani Jambak untuk memasuki “penjelajahan ke dalam” untuk makin mengenal diri dan leluhurnya, yang sekaligus juga merepresentasikan perjalanan banyak orang lain yang juga memiliki proses internalisasi sejenis.

Karya Suara Minangkabau sepenuhnya didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalu program Fasilitasi Bidang Kebudayaan tahun 2020. Dan akan dirilis pada hari Senin 29 Maret 2021, tepat di hari ulang tahun Rani Jambak ke-29.(AS)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Atlit Tenis Meja Limapuluh Kota Lolos Ke Tingkat Nasional di Ajang Pekan Olahraga Pelajar

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, - Atlit tenis meja putri asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Ulfah Septy Annisa, dipastikan lolos ke tingkat nasional dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang digelar di Kota Padang sejak 6-8 April 2021 kemarin.
- Advertisement -

BPBD Kota Payakumbuh Berangkatkan KSB Pelatihan Di Padang

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Bencana dapat terjadi kapan saja, dan masyarakat harus selalu siap dan siaga terhadap segala kemungkinan. Kelompok Siaga Bencana (KSB) merupakan organisasi masyarakat di kelurahan yang dibentuk pemerintah agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan penanggulangan bencana.

Saat Rampungkam RPJMD, Bupati Minta OPD Sijunjung Himpun Data Ril Ke Lapangan

Sijunjung, beritasumbar.com - Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sijunjung diberi waktu selama dua minggu untuk turun ke lapangan dan menyusun langkah strategis untuk...
- Advertisement -

BNPT: Perkuat Sinergi Antar Lembaga Untuk Cegah Terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Rapat Koordinasi dalam Rangka Penandatanganan Dokumen Kesepakatan Rencana Aksi Kementerian/Lembaga Dalam Program Penanggulangan Terorisme di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 pada Kamis, 8 April 2021 di Hotel Pullman, Jakarta.

Mahyeldi Dukung Pemajuan Kebudayaan Koto Gadang Koto Anau untuk Jadi Destinasi Wisata Dunia

Peninggalan sejarah memiliki potensi besar bagi kemakmuran masyarakatnya. Jika tidak dijadikan cagar budaya, keberadaannya akan mengalami kepunahan. Menyikapi hal tersebut, Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) memprakarsai Penyusunan Grand Design Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau yang digelar pada 3 - 4 April 2021 di Depan Balai Adat Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kabupaten Solok, Kecamatan Lembang Jaya, Provinsi Sumatera Barat.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

BNPT Gandeng Pemuka Agama untuk Cegah Pengaruh Radikal Terorisme pada Generasi Milenial

Generasi milenial sangat rentan terpengaruh pada paham radikal terorisme yang menjadi misi bagi organisasi terlarang dunia, seperti ISIS dan Wahabi. Guna mencegah hal tersebut, Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Yayasan Harmoni Pemersatu Bangsa menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema ‘Kebhinekaan Penyelamat Bangsa’, pada Jumat malam (9/4/2021) di Taman Miniatur 99 Masjid Dunia, Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Munas IV Akbarindo Canangkan Profesionalisme Masyarakat Jasa Konstruksi untuk Pembangunan Indonesia

Sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme masyarakat jasa konstruksi dalam mewujudkan pembangunan Indonesia, Asosiasi Kontraktor Bangunan Konstruksi Indonesia (Akbarindo) mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) IV pada Kamis, 8 April 2020 di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta.

BNPT: Perkuat Sinergi Antar Lembaga Untuk Cegah Terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Rapat Koordinasi dalam Rangka Penandatanganan Dokumen Kesepakatan Rencana Aksi Kementerian/Lembaga Dalam Program Penanggulangan Terorisme di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 pada Kamis, 8 April 2021 di Hotel Pullman, Jakarta.

Ridwan Kamil Tepati Janji, Hadiah Motor Buat THL Pemko Payakumbuh Akhirnya Datang

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menepati janjinya kepada salahsatu Tenaga Harian Lepas (THL) Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh, Adi Ironi.

Alodokter– Alomedika Berkalaborasi Dengan Dinkes, Puslatkesda, Dan IDI Dukung Percepatan Program Vaksinasi Dengan Pelatihan Vaksinator Terbesar Di Indonesia

Jakarta, - ALODOKTER, platform kesehatan digital no.1 di Indonesia, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah (Puslatkesda), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengadakan pelatihan vaksinator massal. Pelatihan ini menargetkan lebih dari 10.000 tenaga kesehatan untuk berpartisipasi dan mendapatkan sertifikasi vaksinator COVID 19.

TERKAIT INSIDEN MABES POLRI, Ketum PB Perbakin ; Pelaku Bukan Anggota dan KTA Tersebut Palsu !

JAKARTA | Ditemukan sejenis KTA Perbakin dari terduga pelaku penyerangan MABES POLRI pada Rabu 31/03 siang kemarin yang menjadi pemberitaan pada media massa mendapat klarifikasi dari Ketua Umum PB Perbakin Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto.

DPRD Lima Puluh Kota Dorong Pemda Tangkap Peluang Ekonomi Yang Ditawarkan Gubernur Jawa Barat

Lima Puluh Kota,  - Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Deni Asra mendorong pemerintah daerah setempat agar segera mengambil peluang ekonomi yang ditawarkan Gubernur...

Kunjungi Payakumbuh, Ridwan Kamil Buka Peluang Pemasaran Produk UMKM-Pertanian Luak Limopuluh Di Jabar

Payakumbuh, beritasumbar.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka peluang untuk pemasaran hasil produk Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) serta pertanian dari Kota...

Bea Serendy Garap Videoklip Lagu Romantis Karya AM. Kuncoro, Sampai Matahari Berhenti Bersinar

Bea Serendy akan meramaikan dunia musik Indonesia dengan single solo perdananya yang berjudul ‘Sampai Matahari Berhenti Bersinar’, setelah sukses merilis lagu duet bersama Alex Yunggun, kakak kandungnya. Penyanyi cantik tersebut menjalani syuting videoklipnya pada Jumat 26 Maret 2021 di Yogyakarta.

Terkait Bom Bunuh Diri Di Makassar, Ini Komentar Ketum PP Fatayat NU

Jakarta,- Ketum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) Anggia Erma Rini mengutuk keras bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makasar pada Minggu (28/3/2021) pagi. "Perbuatan itu sangat keji, tidak berperikemanusiaan, dan terkutuk di mata Allah SWT," ujarnya.
- Advertisement -