SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Pemerintah Desa Kumbayau, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, berupaya mengembalikan daerah itu sebagai sentra ayam petelur yang sempat berjaya sekitar 20 tahun lalu.
Kebangkitan sektor peternakan tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, seiring peningkatan akses transportasi menuju wilayah perbatasan Kabupaten Tanah Datar.
Kepala Desa Kumbayau H.Ali Amran,S.H mengatakan, desa yang memiliki luas sekitar 8,36 kilometer persegi dengan penduduk 1.776 jiwa tersebut pernah menjadi pemasok telur terbesar di Sawahlunto untuk kebutuhan regional seperti, Sumbar, Pekanbaru dan Batam.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir jumlah peternak terus berkurang sehingga produksi telur ikut menurun. Apalagi banyak masyarakat beralih ke usaha lain.
“Kami ingin mengembalikan Kumbayau sebagai desa yang produktif, baik di sektor peternakan, pertanian, maupun usaha mikro masyarakat,” kata Ali Amran di Kumbayau, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain dikenal sebagai sentra peternakan ayam petelur, Kumbayau juga menghasilkan berbagai komoditas pertanian, seperti kelapa, pinang, kakao, serta tanaman hortikultura lainnya. Sejumlah warga hingga kini masih mempertahankan usaha pembuatan minyak tanak kelapa yang dipasarkan ke berbagai pasar lokal.
Menurut Ali Amran, geliat peternakan ayam petelur mulai kembali terlihat. Saat ini terdapat delapan pelaku usaha peternakan ayam yang beroperasi di desa yang berbatasan langsung dengan Nagari Atar, Kabupaten Tanah Datar.
Revitalisasi Akses Transportasi
Untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, Pemerintah Kota Sawahlunto tengah meningkatkan kualitas ruas jalan Simpang Empat Kumbayau-Tikar Basung menuju perbatasan Nagari Atar sepanjang 3,3 kilometer. Proyek senilai lebih dari Rp 4,35 miliar itu diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan peternakan ke berbagai daerah.
“Jalan ini akan mempermudah akses ke Lintau, Payakumbuh, hingga Kabupaten Sijunjung sehingga petani, peternak, dan pelaku UMKM lebih mudah membawa hasil produksinya ke pasar,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sawahlunto serta anggota DPRD Sawahlunto Syafwan Efendi yang turut memperjuangkan pembangunan jalan tersebut melalui dana pokok pikiran.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sawahlunto, seperti disampaikan pengawas Hendri Warico Putra, proyek dikerjakan oleh PT Sarana Mitra Saudara berdasarkan kontrak nomor 14/BM-DPUPR/Swl-2026 tanggal 23 Juni 2026 dengan konsultan supervisi CV Akon Engineering.
Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 180 hari kalender dengan menggunakan mata anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) 2026.
Koperasi Desa Merah Putih
Sementara itu, terkait bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kumbayau yang telah selesai dibangun, Ali Amran mengatakan hingga kini koperasi tersebut belum beroperasi.
Pemerintah desa juga belum menerima informasi mengenai jadwal pengaktifannya maupun penyaluran sarana operasional yang dijanjikan pemerintah pusat.
Di luar program koperasi tersebut, Pemerintah Desa Kumbayau membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Madani Sejahtera sebagai pengganti BUMDes Kumbayau Maju Bersama.
BUMDes yang dipimpin Riki Fernandez itu difokuskan pada pengembangan usaha ketahanan pangan, terutama peternakan ayam petelur, sejalan dengan kebijakan pemanfaatan dana desa untuk mendukung sektor pangan.
Desa Kumbayau memilki wilayah admistrasi pemerintahan dengan luas sekitar 8,36 kilometer persegi, berpenduduk sekitar 1.776 jiwa tersebut terdiri dari 4 dusun yakni Dusun Talao dengan populasi 493 jiwa, Dusun Sialang 536 jiwa, Dusun Tabu Lamo 484 jiwa, dan Dusun Kandang Batu 236 jiwa.***
Beritasumbar.com
Kumbayau Bangkitkan Kembali Sentra Ayam Petelur, Revitalisasi Jalan Diharapkan Dongkrak Ekonomi WargaK
Kategori -
Nasional
- Advertisement -
- Advertisement -
