24.7 C
Padang
Saturday, December 5, 2020
Beritasumbar.com

Pentingnya Peranan Museum Sebagai Benteng Peradaban
P

Padang,BeritaSumbar.com,-“HINGGA saat masih banyak para pemimpin dan penentu kebijakan kita, terutama eksekutif dan legislatif, baik di pusat ataupun di daerah bahkan ilmuwan kita yang masih beranggapan bahwa persoalan budaya dan museum hanyalah hal ‘remeh temeh’ yang tidak banyak maknanya dalam pembangunan bangsa. Buktinya, penganggaran untuk museum baik untuk pengelolaan atau pembinaannya sering dipinggirkan. Akibatnya banyak museum kita yang ‘merana’ dan dipediarkan dalam kondisi tak layak,” ungkap Budayawan Yulfian Azrial dalam sebuah sesi diskusi yang digelar Dinas Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat 24-26 April lalu di Hotel Aliga Padang.
“Padahal orang-orang yang berpikiran cerdas, orang-orang yang memiliki kearifan dan kematangan wawasan keilmuan, akan mampu memahami bahwa para founding father kita Bangsa Indonesia mendirikan Republik Indonesia ini berlandaskan kebudayaan. Para founding fathers Bangsa Indoesia telah menghimpun puncak-puncak keunggulan dari nilai-nilai budaya asli masyarakat nusantara. Sehingga akhirnya mengkrsital Lima Unggulan yang bersifat universal dan umumnya ada di setiap budaya daerah suku-suku bangsa, yang mendiami pulau-pulau nusantara.
Lima kristalisasi unggulan inilah, yang kemudian disepakati bersama-sama oleh para pejuang sejati pendiri Negara Republik Indonesia yang dituangkan dalam PIAGAM JAKARTA yang dikenal sebagai PANCASILA,” lanjut Mak Yum (panggilan akrab kalangan generasi muda pada Yulfian Azrial) di depan para pengelola museum dan Utusan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten se Propinsi Sumatera Barat.
Museum Sebagai benteng Peradaban
Menurut Mak Yum Yulfian Azrial, bagi pemimpin dan masyarakatyang bijak, museum akan sangat bermanfaat dan bisa berperan besar. Bahkan secara ekstrimnya, jika terjadi Perang Dunia atau perang besar yang melibatkan banyak negara dan menewaskan sejumlah besar generasi manusia muka bumi ini dari bangsa-bangsa besar di dunia, maka yang paling cepat bangkit dan mampu kembali berbenah ( recovery ) tentulah bangsa dan negara yang mampu melindungi museum dan literasinya.
Apalagi bila perang itu telah menghancurkan berbagai produk kebudayaan mereka dan telah meluluhlantakkan berbagai aset-aset kebudayaan ummat manusia di muka bumi ini. Begitu juga bila terjadi musibah seperti bencana alam yang super dahsyat,” jelas Mak Yum pula seraya mencontohkan sejumlah buah peradaban dunia yang pernah ada. Seperti Monument Borobudur, Piramida dan Spink di Mesir, Taman Gantung Babylonia, Derinkuiyu dan Nemrud Dug di Turki, Gapura Matahari di Amerika Latin, Benua-benua yang hilang di Kawasan Mulayunesiam, dll. Namun karena tidak adanya sumber literasi dan koleksi yang cukup, maka berbagai teknologi dahsyat dan unsur kebudayaan maju lain misalnya, tak bias diwarisi oleh manusia zaman sekarang.
Namun menurut Mak Yum, dengan terhimpunnya, terawatnya koleksi-koleksi yang lengkap dan konstruktif tentang berbagai unsur kebudayaan atau peradaban, maka museum sekaligus tentu akan menjadi penentu dan benteng bagi kebudayaan dan atau peradaban bangsa. Sebab kekayaan museum dalam arti yang luas, tentu akan mampu melengkapi dan mengisi kekosongan mata rantai informasi atau literasi tentang unsur-unsur budaya dan atau ilmu pengetahuan. Sehingga pembinaan, pengembangan kebudayaan nasional, dan pembangunan pada umumnya dapat diarahkan secara lebih efektif untuk mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa.
Bermuseum Sejatinya Adalah Budaya Minangkabau
Hal lain yang membuat para peserta tersentak dan semakin antusias menyimak sajian Mak Yum ini adalah ketika Mak Yum menyampaikan bahwa budaya bermuseum itu sejatinya adalah Budaya Asli Masyarakat Adat Alam Minangkabau (Mulayunesia), juga masyarakat Islam pada umumnya. Filosofinya “Alam Takambang Jadi Guru ; Dibalun sabalun kuku, dikambang salaweh Alam,”
“Kristalisasi literasi Ajaran dari Alam Takambang jadi Guru inilah yang terangkum pada koleksi yang berupa ornamen-ornamen yang terdapat di bangunan adat Alam Minangkabau seperti pada Rumah Gadang, Balai, Surau, Gobah, Palanta, dll. Bahkan saya berani mengatakan inilah konsep Museum Post Modern. Namun yang jadi pertanyaan sekarang, Kemana konsep Museum Modern dunia saat ini?” ujar Budayawan yang juga penulis buku laris Khazanah Asal-Usul Minangkabau, Buku Budaya Alam Minangkabau , dll ini.
Museum Sebagai Rujukan Kebijakan dan Lokomotif Pembangunan
Sangat banyak sebenarnya kejutan dan hal-hal menarik dari materi yahg disajikan Mak Yum Budayawan Nusantara asal Sumatera Barat ini. yang tentunya membuat para peserta semakin antusias dan suasana kian hidup. Beberapa cuplikan materi menarik tersebut antara lain tentang alasan alasan pentingnya keberadaan museum.
Setidaknya Menurut Yulfian Azrial ada 4 alasan utama yang sangat strategis dari Peranan Museum di kehidupan sekarang ini.
a. Museum Jadi Penentu Peradaban
b. Rujukan Identitas Karakter Bangsa
c. Rujukan Kebijakan Pembangunan
d. Lokomotif Pembangunan Wilayah
Namun diakuik oleh Yulfian Azrial, bahwa memang hanya pemimpin atau orang-orang yang berpikiran cerdaslah, orang-orang yang memiliki kearifan dan kematangan wawasan keilmuan sajalah, yang akan mampu memahami museum sejatinya adalah benteng peradaban dan lokomotif yang ampuh untuk membangun bangsa.
Bertolak dari itu kepada peserta yang hadir, Yulfian Azrial selaku pemakalah menitipkan pesan “Keberadaan museum jangan lagi dipandang hanya sebagai kata benda belaka, tetapi pandang dan sikapilah sebagai kata kerja. Sebab, menempatkan museum hanya sebagai kata benda, akan membuat museum sekadar menjadi kuburan masal bagi koleksi benda-benda mati yang kaku dan statis. Tetapi menempatkan museum sebagai kata kerja akan membuat museum dan koleksinya menjadi dinamis ; hidup dan menghidupkan peradaban atau kebudayaan pada umumnya” ujar Budayawan Nusantara ini.
“Adapun Acara Bimbingan Teknis ini diikuti oleh Para Pengelola Museum Se Sumatera Barat. Perwakilan Bagian Kebudayaan masing-masing Kota dan Kabupaten Se Sumatera Barat. Dengan Narasumber : Dr. Kresno Yulianto (Pakar Manajemen Museum Universitas Indonesia), Yulfian Azrial (Budayawan Kepala Balai Literasi Indonesia), Nurmatias Zakaria (Kepala BPCB Sumbar/Riau/Jambi), Prof.Dr. Herwandi MHum ( Akademisi), Noviyanti SH,MM (Ketua AMIDA Prov. Sumatera Barat, Penulis Buku Museologi Pertama di Indonesia) serta Taufik Efendi Spd,MM, dan Drs.Syaifullah MM,Dari Dinas Kebudayaan Prov. Sumbar.” jelas Noviyanti,SH,MM, Nurdayanti,S.Sos, MM, dan Drs.Defrizal selaku Panitia Acara tersebut. (***)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kelurahan NDB Dikukuhkan Sebagai Kelurahan Bersinar

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, — Dengan mengusung tagline “#hidup100persen sadar, sehat, produktif dan bahagia”, Pemerintah kota Payakumbuh bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Payakumbuh...

Tingkatkan Pendapatan Nagari, Bumnag Taram Buka Perta Shop

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, - Dalam rangka meningkatkan pendapatan asli nagari dan melayani kebutuhan bahan bakar minyak untuk masyarakat, Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag)...

Masyarakat Lintau Sambut Paslon Darma Tani

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,- Satu hari pasca debat putaran kedua pasangan calon bupati Tanah Datar, H Zuldafri Darma yang diusung oleh Partai Golkar dan...

13 Ranperda Akan Disiapkan Jadi Perda Di Tahun 2021

Ada 13 Perda Bakal Diterbitkan Tahun 2021, 3 Adalah Inisiatif Dewan Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- DPRD Kota Payakumbuh bersama Pemerintah Kota...

Batal Pembangunan Masjid Agung, DPRD Dukung Pemko Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Pembangunan Gedung Utama Mesjid Agung Kota Payakumbuh pada tahun 2021 mendatang dibatalkan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Hamdi Agus dalam...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa...

Audy Joinaldy Sanbangi Kantor DPN LPPKI

Padang,BeritaSumbar.com,-Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat Ir.Audy Joinaldy mengunjungi kantor sekretariat Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen Indonesia (DPN LPPKI) Jalan...

Menanamkan Adaptasi Kebiasaan Hidup Baru (New Normal) Pada Santri TPA di Kota Padang

Padang,BeritaSumbar.com,-Pada hari jum’at (27/11) Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang terdiri dari Pasar Rabu Tani - Koperasi Mandiri Dan Merdeka (PRT - KMDM),...

Dosen UNAND Melakukan Program Kimitraan Masyarakat di Posyandu Anggrek 2 Sebarang Padang

Padang,- Pada saat ini masih ditemukan balita dengan kasus gizi kurang dan gizi buruk di kota Padang, karena penanganan masalah gizi kurang...

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...
- Advertisement -