Lubuk Sikaping – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyatakan, dalam triwulan pertama tahun 2015, pendapatan daerah yang bersumber dari tiga bidang telah mencapai 29,86 persen atau melebihi target yang telah ditetapkan pada awal tahun.
Kabid Anggaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Pasaman, Roichard, di Lubuk Sikaping, Minggu, mengatakan, untuk triwulan pertama tahun 2015, pemkab telah berhasil mencapai realisasi pendapatan 29,86 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan serta dari pendapatan lain-lain pendapatan yang sah.
“Target kita pada triwulan pertama ini, hanya 25 persen, namun dari segi capaian telah menunjukkan hal yang baik dan kita berharap dapat terus dipertahankan, sehingga pada akhir tahun nantinya semua target pendapatan yang telah dicanangkan pada awal tahun dapat terealisasi,” kata Roichard.
Ia menambahkan, berdasarkan data, saat ini untuk pendapatan, realisasinya telah mencapai Rp250,27 miliar. Targetnya adalah Rp838,21 miliar sehingga masih ada Rp587,94 miliar lagi yang harus diupayakan agar dapat terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan dalam APBD 2015.
Pendapatan daerah tersebut yang dihasilkan dari PAD mencapai Rp11,52 miliar, dari target Rp58,04 miliar. Jumlah tersebut diperoleh dari pendapatan pajak daerah setempat mencapai Rp11,52 miliar, dana perimbangan Rp208,30 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp30,44 miliar.
Sehubungan dengan itu, untuk belanja daerah, realisasinya hingga saat ini mencapai 10,13 persen, yang terdiri dari langsung dan tidak langsung.
Untuk belanja langsung terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa dan belanja modal, dengan realisasi Rp18,03 miliar, dari target Rp381,9 miliar, sementara untuk belanja tidak langsung realisasinya 14,25 persen atau Rp71,29 miliar, dari target Rp500,36 miliar.
“Realisasi tersebut, masih rendah karena belum dimulainya pekerjaan pembangunan di Kabupaten Pasaman, baik dari segi pembangunan fisik maupun dalam bentuk pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.
Roichard menembahkan, saat ini banyak proyek pengerjaan yang masih dalam proses tender sehingga berpengaruh pada belanja daerah. (Ant/Eko Fajri)