26 C
Padang
Jumat, Juni 21, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pedagang Pasar Berbenah Hadapi Adipura 2014
P

Kategori -
- Advertisement -

Pedagang Pasar Ibuah Payakumbuh  berbenah menghadapi penilaian P1 Adipura 2014,   membersihkan kawasan pasar tradisional itu, dengan melakukan gotong royong setiap  hari  Jum’at, pekan pertama setiap bulan.  Gotong royong dilakukan bersama-sama staf Dinas Koperindag UKM, Dinas Kesehatan dan Dina Tata Ruang dan Kebersihan Payakumbuh, Jum’at (1/11).

 

Kepala Dinas Koperindag Payakumbuh Indra Syofyan, SE, MM, di Balaikota Payakumbuh, menginformasikan, Rabu 6/11),  tim penilai Adipura  pusat akan berkunjung ke Payakumbuh, sekitar November 2014. Penilaian tahap pertama (P1), itu pada sejumlah titik pantau yang masih dirahasiakan. Tapi, biasanya  pasar tradisional Ibuah sudah menjadi langganan penilaian setiap tahun, katanya.

 

Karena itu, tambah Indra Syofyan, para pedagang di Pasar Ibuah serta  pedagang di pusat pertokoan bertingkat, dirangkul untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam meningkatkan ketertiban, kebersihan dan keindahan lingkungan tempat berjualan mereka. Bersama-sama staf SKPD terkait serta Pokja Kota Sehat dan Pokja Pasar Sehat Payakumbuh, diharapkan goro bersama itu sudah menjadi rutinitas setiap bulan, katanya.

 

Bersamaan dengan kegiatan gotong royong itu, pihak Dinas Kesehatan Payakumbuh, juga melakukan pembinaan kepada para pedagang barang kebutuhan sehari-hari di Pasar Ibuah, agar menghindari pemakaian zat-zat berbahaya bagi manusia.

 

Kadis Kesehatan Payakumbuh melalui Kabid Pelayanan Kesehatan  Evi Suryani, SKM, ketika dihubungi, membenarkan jika pihaknya bersama staf BPOM Sumatera Barat, melakukan pengawasan makanan  setiap tiga bulan sekali ke Pasar Ibuah. Dalam operasi bahan makanan yang dijual di  Pasar Ibuah,  menjelang  Ramadhan lalu, ditemui 9  bahan makanan, seperti kerupuk merah,  yang mengandung rodamin B dan 12 bahan makanan, seperti cincau dan bakso,  yang mengandung borax.

 

Pemilik bahan makanan itu, katanya, sudah ditegur dan selalu dipantau staf Dinkes Payakumbuh, agar tidak mengulang perbuatannya, memberi zat berbahaya atau bahan pengawet. Bahan kimia tersebut sangat berbahaya bagi kesehatahn manusia, ucap Evi Suryani.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img