BATUSANGKAR, BeritaSumbar.com – Gelombang protes dan ancaman mundur massal dari 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Kabupaten Tanah Datar akhirnya direspons langsung oleh sang empunya kursi, Richi Aprian. Alih-alih bersikap reaktif terhadap isu pelengseran yang menerpa dirinya, Ketua DPD Partai NasDem Tanah Datar ini justru menanggapinya dengan kepala dingin dan kalkulasi politik yang tajam.
Menurutnya, gejolak ini mengonfirmasi satu hal penting: kursi Ketua DPD NasDem Tanah Datar saat ini memang sedang berada di puncak daya tariknya dan menjadi incaran banyak pihak.
Dikonfirmasi oleh redaksi pada Rabu (24/6/2026), Richi meluruskan kronologi pergerakan belasan pimpinan kecamatan yang menggeruduk kantor DPW NasDem Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa aksi protes tersebut murni inisiatif organik dari akar rumput, bukan hasil mobilisasi darinya.
“Kawan-kawan yang hadir ke DPW merupakan ketua dan pengurus DPC se-Kabupaten Tanah Datar yang merespons isu pergantian Ketua DPD. Menariknya, isu ini awalnya justru mereka peroleh dari salah seorang pengurus DPW sendiri,” ungkap Richi.
Ia mengaku baru mengetahui pergerakan para kader tersebut tepat pada hari keberangkatan. Informasi itu pun ia dapatkan dari Ondri Gustian, salah satu pengurus DPD yang diminta langsung oleh para ketua DPC untuk mendampingi rombongan.
Lantas, sejauh mana kebenaran SK pergantian tersebut? Richi memastikan bahwa hingga detik ini, upaya pendongkelan tersebut belum berwujud hitam di atas putih. “Hingga saat ini, Sekretaris DPW menyampaikan belum ada pemberitahuan atau penerbitan SK Penggantian,” tegasnya.
Tiga Alasan Kursi NasDem Tanah Datar Jadi “Incaran”
Menyikapi pergolakan internal yang memanas akibat manuver perebutan kursi ketua, Richi memiliki pandangan analitis. Ia tidak menampik bahwa posisinya kini rawan digoyang. Namun, hal itu terjadi bukan karena kegagalan, melainkan justru karena keberhasilannya membangun partai.
Richi menjabarkan setidaknya ada tiga alasan krusial yang membuat “kendaraan” NasDem Tanah Datar kini sangat seksi dan diminati banyak pihak:
Kinerja On The Track dan Menjadi Top of Mind:
Di bawah komandonya, NasDem tidak hanya berdiam diri di menara gading. “Apa yang telah dilakukan DPD Nasdem Tanah Datar selama ini sudah on the track. Kita selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat dan berani kritis terhadap kondisi serta penderitaan masyarakat. Hasilnya, Nasdem Tanah Datar berhasil menduduki posisi Top Of Mind di tengah masyarakat,” jelasnya.
Soliditas Mesin Partai dan Militansi Kader:
Richi berhasil menghapus sekat birokrasi partai dan mengubahnya menjadi ikatan emosional. “Ikatan kekeluargaan yang terbangun di antara pengurus DPD, Fraksi, dan DPC telah menjadikan NasDem Tanah Datar sebagai rumah perjuangan yang nyaman. Kesolidan di dalam pengurus ini menjadi modal pergerakan politik yang luar biasa di lapangan.”
Tata Kelola Keuangan yang Sehat dan Transparan:
Ini yang sering kali menjadi daya pikat utama dalam politik. Richi memastikan partainya sangat mandiri. “Secara finansial, Alhamdulillah DPD NasDem merupakan salah satu parpol yang cukup sehat di Tanah Datar. Dana parpol dikelola dengan baik, transparan, dan setiap rupiah yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan dengan sangat akuntabel,” bebernya.
Berbekal tiga pencapaian prestisius tersebut—citra publik yang kuat, mesin partai yang militan, dan kas keuangan yang sehat—Richi menyadari betul posisinya memancing godaan politik tingkat tinggi.
“Sekurangnya dengan tiga alasan tersebut saja, menjadi sangat wajar jika posisi Ketua DPD NasDem menjadi sangat menarik bagi banyak pihak hari ini,” pungkasnya menutup perbincangan.
Pernyataan elegan namun menohok dari Richi Aprian ini seolah melempar bola panas kembali ke pangkuan elite partai di tingkat wilayah dan pusat. Pertanyaannya kini: akankah DPW dan DPP membiarkan partai yang sedang “sehat dan solid” ini diobok-obok demi mengakomodasi ambisi segelintir pihak, atau memilih merawat aset berharga yang terbukti nyata kinerjanya di Tanah Datar? Publik menanti babak selanjutnya dari drama politik ini. (McD)