Padang, BeritaSumbar.com “Jangan sentuh Richi Aprian!” Pesan tegas ini seolah menjadi harga mati bagi jajaran akar rumput Partai NasDem Kabupaten Tanah Datar. Isu pergantian posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tengah santer berhembus kini memicu gejolak hebat di internal partai. Tak main-main, 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Tanah Datar merapatkan barisan dan menebar ancaman serius: mereka siap melakukan aksi mundur massal secara bersama-sama apabila sang petahana, Richi Aprian, didepak dari kursinya.
Sikap militan ini mengkristal dalam pertemuan strategis para pengurus DPC dan kader di Kantor DPD Partai NasDem Tanah Datar, Pagaruyung, pada Minggu (21/6/2026). Dalam forum konsolidasi tersebut, suara bulat disepakati untuk mempertahankan kepemimpinan Richi Aprian, sekaligus membawa aspirasi perlawanan ini ke tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat.
Bukan tanpa alasan pembelaan buta ini lahir. Wakil Ketua Bidang Siber DPD Partai NasDem Tanah Datar, Ondri Gustian, membeberkan bahwa rekam jejak kepemimpinan Richi telah membawa kemajuan signifikan bagi partai. Di bawah komandonya, mesin partai menyala terang, soliditas organisasi terjalin erat, dan puncaknya adalah lonjakan perolehan suara pada Pemilu 2024 lalu yang sukses memperkuat posisi tawar NasDem di DPRD Tanah Datar.
“Capaian itu adalah hasil kerja kolektif dari DPD, DPC, hingga kader di tingkat nagari. Dukungan ini merupakan bentuk apresiasi kami atas konsistensi dan komitmen total beliau dalam membesarkan partai. Kami menuntut agar aspirasi kader daerah dipertimbangkan secara matang oleh DPW maupun DPP sebelum memutus nasib kepengurusan,” ungkap Ondri.
Namun, perlawanan ini dipastikan tidak hanya berhenti di atas secarik kertas pernyataan sikap. Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Sungai Tarab, Martunus, membenarkan bahwa rombongan pimpinan kecamatan telah menyambangi markas DPW Partai NasDem Sumbar guna menuntut kejelasan soal desas-desus pencopotan tersebut.
Martunus bahkan tak ragu melontarkan ultimatum tajam jika partai berlambang restorasi itu nekat melakukan pergantian pucuk pimpinan di Tanah Datar.
“Apabila Ketua kami, Richi Aprian, tetap diganti sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Tanah Datar, maka kami seluruh Ketua DPC, pengurus partai, hingga kader di setiap nagari menyatakan sikap tegas: kami akan mengundurkan diri dari Partai NasDem!” ancamnya.
Sinyal merah dari akar rumput ini jelas menjadi “bola panas” bagi elite partai. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPW Partai NasDem Sumatera Barat terkait ultimatum yang dilayangkan ke-14 DPC tersebut.
Kini, nasib keutuhan NasDem Tanah Datar sepenuhnya berada di tangan para petinggi tingkat provinsi dan pusat. Apakah aspirasi arus bawah ini akan diakomodasi demi menjaga soliditas, atau justru memaksakan perubahan yang berpotensi memicu tsunami eksodus kader? Publik dan jagat politik Sumatra Barat kini menanti langkah selanjutnya. (McD)