30.1 C
Padang
Tuesday, September 22, 2020

Jokowi ke UI, Bukan Unsur Politis!

Jakarta,BeritaSumbar.com,- Kehadiran seorang bapak negara RI ditolak masuk Universitas Indonesia (UI) dinilai tidak masuk akal.”Negeri ini bukan intoleransi tapi penolakan terjadi di dunia kampus,” kata Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie.
Sungguh memalukan Insiden kartu kuning berlanjut. Lanjut kata Jerry, aksi kecaman muncul justru dari sejumlah mahasiswa UI sendiri. Terutama kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Zaadit Taqwa.
Sebetulnya tuturnya, ini tak perlu terjadi karena sudah mencoreng nama UI.
Menurut dia, kedatangan presiden hanya untuk membawakan pidato pada dies natalis UI, jangan kaitkan dengan unsur politis.Cara berpikir seperti ini sungguh picik dan memalukan. Jangan sangkut pautkan dengan masalah politis.
Bagaimana kalau ini ditiru kampus-kampus yang ada di Indonesia tegas Jerry.Menurut Jerry para penolak Jokowi identik drngan haters dan mereka gagal paham. Jangab kaitkan dunia pendidikan dan politik.
“Sebagai seorang akademisi UI malu melakukan tindakan seperti ini. UI kan kampus negeri bukan swasta. Saya curiga ada yang menunggangi dengan menghasut agar presiden tak bisa berpidato di UI,” tuturnya.
Lanjut kata Jerry agak sulit menjadi pemimpin di Indonesia. Kendati pak Presiden sudah melakukan yang terbaik masih saja dianggap tidak benar dan pencitraan.
“Bisa-bisanya isu politik pencitraan diangkat, tujuannya hanya menjegal Jokowi pada pilpres 2018 mendatang. Tak ada lain,” ujarnya.
Semua cara dilakukan kelompok pembenci Jokowi. Bukan itu saja Jokowi hadir di mesjid Afghanistan dibilang pencitraan, aneh bin ajaib.”Kalau manusia Indonesia seperti ini saya yakin negeri kita tidak pernah akan menjadi negara maju,” kata dia.
Secara substansi, eksistensi dan esensi argumen pencitraan sungguh lemah dan tak masuk akal.”Antara Irasional dan Rasional. Coba data berapa aktivis yang menolak, mereka itu siapa dan darimana? main reason-nya apa”? tandasnya. Latar belakang kelompok yang menolak dari mana ujar Jerry.Selain itu kata dia, perlu ditelusuri juga karena dalih, asumsi mereka tak cukup kuat menolak presiden.(Dr.Jerry Messie MA.Ph.D dari Indonesian Pondation Institute )

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pemko Padang Gencarkan Sosialisasi Sanksi Pelanggaran Perda AKB

PADANG--Masyarakat Kota Padang diharapkan Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19. Karena mulai Senin ini, Sanksi kepada Pelanggar Perda AKB akan diberlakukan, Sebelum penerapan sanksi...

Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Tanah datar,- Sumatera Barat Berduka, Sabtu 19/9 datang kabar duka bahwa  bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi meninggal dunia pada Sabtu sekira jam...

Ajaran Minangkabau: Sumber, Pewarisan, dan Pemahamannya

Minangkabau yang hingga saat ini masih mempraktekan matrilineal dianggap etnis yang menarik untuk dicermati. Kenyataan ini juga dijadikan asumsi bagi para pengkaji...

Wabup Tanah Datar Buka PBAK IAIN Batusangkar

Tanah Datar, Kamis-17/09-20. Dengan Mengusung Tema “Moderasi Beragama dalam Bingkai Kearifan Lokal Menuju Kampus Global di Era Industri 4.0”. 1.955 Mahasiswa Baru...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Ajaran Minangkabau: Sumber, Pewarisan, dan Pemahamannya

Minangkabau yang hingga saat ini masih mempraktekan matrilineal dianggap etnis yang menarik untuk dicermati. Kenyataan ini juga dijadikan asumsi bagi para pengkaji...

Balitbangtan Siap Lepas Kacang Hijau Tahan Salin

Indonesia diperkirakan memiliki lahan salin seluas 0,4 juta hektare (ha) yang membentang sepanjang pantai utara dan selatan Pulau Jawa, Aceh, Nias, Sulawesi...

Jakob Oetama; Tokoh Wartawan Legendaris

Di tahun 2018 dalam Rangkaian Acara Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas ketika itu, salah satu narasumber kunci Usman Kansong Direktur...

Riwayat Pemilu 1955

Pesta Demokrasi yang diadakan pada Tahun 1955 merupakan Pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10...
- Advertisement -