Tanah Datar, BeritaSumbar.com — Ancaman peredaran narkoba di Kabupaten Tanah Datar kini berada di tahap yang mengkhawatirkan. Ratusan warga setiap tahunnya terpaksa berurusan dengan jeruji besi akibat penyalahgunaan narkotika. Merespons kondisi darurat tersebut, jajaran Polres Tanah Datar secara resmi menabuh genderang perang.
Kapolres Tanah Datar, AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengajak seluruh wali nagari, kepala jorong, dan Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) se-Kabupaten Tanah Datar untuk turun gunung dan merapatkan barisan.
Pesan tegas itu disampaikan Kapolres di hadapan peserta pertemuan yang digelar di Masjid Mustaqim, Rabu (10/6/2026).
“Penanganan masalah ini tidak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran dari tingkat nagari hingga jorong sangat strategis untuk mengawasi lingkungan dan menutup rapat ruang gerak para pelaku,” tegas Nur Ichsan.
Keterlibatan aktif unsur masyarakat di tingkat akar rumput ini dinilai krusial.
Jika celah pergerakan sindikat diputus dari tingkat desa, generasi muda dapat diselamatkan dari ancaman pergaulan bebas dan jebakan narkotika.
Langkah taktis Polres ini langsung mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kabupaten. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tanah Datar, Muklis, mengapresiasi pelibatan berbagai elemen masyarakat tersebut. Menurutnya, sinergi tiga pilar—pemerintah daerah, kepolisian, dan FKPM—adalah strategi jitu untuk mempersempit ruang gerak pengedar yang kerap bersembunyi di tengah permukiman.
Ke depan, kesepakatan lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan, melainkan bertransformasi menjadi aksi pengawasan konkret di lapangan. Tanpa kepedulian kolektif dan sinergi yang kuat, upaya mewujudkan Tanah Datar yang bersih dari cengkeraman narkoba hanya akan menjadi wacana di atas kertas. (McD)