25 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Jangan Asal Klik di Internet, Ini Penjelasan Pakar Informatika Agam
J

Kategori -
- Advertisement -

Agam,BeritaSumbar.com, — Guru Informatika SMAN 1 Lubuk Basung, Wery Milasari, meminta masyarakat untuk tidak asal-asalan dalam membuka situs internet.

Hal itu disampaikan Wery saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk Literasi Digital yang digelar Kemenkominfo pertengahan Agustus lalu. Ia juga menjabarkan cara membedakan link asli dan palsu di internet.

“Periksa link internet, lihat informasi HTTPS, percayakan pada browser pilihan, baca detail sebelum mengklik, serta gunakan layanan link scammer,” katanya.

Tips aman dalam membuka internet, sambung Wery, antara lain jaga username dan password, jangan asal klik link yang mencurigakan, hati-hati dalam menggunakan wifi publik.

“Waspada email palsu, cek dan ricek situs yang akan dibuka, dan pikirkan dulu sebelum membuat status,” terangnya.

Narasumber lain, Social Integration and Conflict Resolution Expert, Jannus Timbo Halomoan menjelaskan digital skill adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak serta sistem informasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran online, kata Jannus, lebih praktis dan fleksibel. Pendekatan yang lebih sesuai dengan zaman, mengandung pengalaman belajar yang menyenangkan, lebih personal, hemat waktu dan biaya, mudah didokumentasi, serta ramah lingkungan.

“Banyak kegiatan belajar online sudah diterapkan hari ini. Seperti kelas online via zoom, kuliah online, bimbingan online, dan pelatihan online,” katanya.

E-Commers dan Strategic Marketing Spesialist, Kevin Sutedja, menjelaskan digital fraud adalah penipuan atau penyalahgunaan yang mengakibatkan seseorang atau kelompok mengalami kerugian dalam dunia digital.

“Kemajuan digital memberikan banyak manfaat dan kemudahan. Namun, seringkali dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti penipuan digital media sosial, email, telepon hingga aplikasi,” katanya.

“Jenis-jenis penipuan, meliputi baiting, phising, vishing, hacking account, scareware, dan SIM swap. Baiting, memberikan umpan yang menarik. Phising, mengirim pesan kepada korban dalam bentuk SMS atau email. Vishing, menelpon korban mendapatkan informasi sensitif. Hacking account, mengambilalih akun milik orang lain. Scareware, pelaku memberikan ancaman atau peringatan palsu. SIM swap, mengambil alih kartu SIM korban menggunakan informasi pribadi,” jelasnya.

Kepala Dinas Cabang Pendidikan Wilayah I Kelas A Sumatera Barat, Mardison menyebut generasi Z saat ini merupakan generasi yang sudah terbiasa dengan dunia digital dan cenderung lebih cepat dan mudah memahami perkembangan digital.

“Keingintahuan generasi Z yang sangat tinggi juga mudah terjerumus kepada hal-hal negatif, seperti pornografi dan jaringan terlarang,” katanya.

Webinar diakhiri oleh Konten Kreator dan Influencer dengan 12,8 ribu pengikut, Sevira Elda, menyimpulkan aspek yang perlu dipersiapkan dalam menyikapi peluang dan tantangan literasi digital.

“Peluangnya bisa tergantung infrastuktur, kebijakan, sumber daya manusia, lembaga pendidikan, biaya, serta kesiapan peserta didik dan masyarakat,” katanya.(rel)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img